Ditulis oleh mezzalena di/pada Mei 10, 2008
Kita saling membagi hingga tak peduli sampai kapan matahari akan tetap tenggelam
Karena pembagian sebanyak apapun akan selalu memberi sisa
Kecuali berbagi dengan dirimu sendiri, yang hanya menciptakan sebuah bilangan keakuan ’satu
Tapi teman, …
Tak seperti angka yang tak habis terbilang
Kadang-kadang angin mengaburkan diriku hingga seperti lenyap
Lalu, sisa apalagi yang bisa ku bagi?
Kecuali penat dan lelah yang keluar sebagai kesah
Dan jawabmu …
Berjalan denganmu, seperti berjalan kearah barat di waktu pagi hari dalam sajak-sajak Sapardi
Kaulah aku, dan aku lah bayang-bayang
Lalu kita melegang beriringan, menari bersama angin
Berbagi sampai pagi tak kabarkan mentari
===================================================================
Notes:
Karena pembagian sebanyak apapun selalu memberi sisa
Kecuali berbagi dengan dirimu sendiri, yang hanya menciptakan sebuah bilangan keakuan ’satu
Haha … kalau dirasa-rasain kalimat itu kok ganjil ya? Itu berlaku kalau bilangan yang kita bagi adalah bilangan prima atau satu. Karena kalau bilangan yang kita bagi bukan prima dan bukan satu maka selalu akan ada bilangan lain yang selalu bisa membagi habis bilangan tersebut tanpa sisa.
YupZ! karena ini adalah puisi, maka anggap saja kalimat itu benar, dengan syarat yang kita bagi adalah bilangan prima atau satu. Karena berbagi disini adalah berbagi tentang diri kita dengan orang lain. Anggap saja diri kita dan orang lain itu saling prima. Tetapi rasanya tidak mungkin karena seperti kata Prof. Driyarkara manusia adalah Homo homini socius. Baiklah kita sepakati bahwa yang kita bagi adalah diri kita, dan diri kita adalah satu.
Ditulis dalam Poem | 2 Komentar »
Ditulis oleh mezzalena di/pada Mei 7, 2008

Di pelajaran matematika SMA kita mengenal rumus diatas, yaitu permutasi. Mudahnya permutasi adalah banyaknya cara menyusun n unsur berbeda ke dalam r tempat yang tersedia. Tiba-tiba saja masalah permutasi muncul di pikiran saya, gara-gara teman-teman bingung menyusun jadwal kerja.
Tadinya tidak menjadi masalah ketika supervisor menyerahkan sepenuhnya pada kita (saya dan rekan-rekan operator Campus Net) tentang pengaturan jadwal kerja. Karena dengan rumus permutasi diatas kita akan mendapatkan banyak sekali cara yang mungkin bisa dilakukan. Marilah kita hitung, Crew campus net ada 7 orang, satu hari ada 6 shift. Ini berarti ada 5040 kemungkinan yang bisa dipilih. sangat fleksibel.
Tetapi ternyata Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Iseng-iseng Math, kenangaku | 3 Komentar »
Ditulis oleh mezzalena di/pada April 30, 2008
Kamus bilang hawa rindu itu keinginan untuk bertemu atau harapan
Para pecinta mengatakan bahwa rindu itu perasaan yang sangat menyiksa tapi menyenangkan karena selalu memberi harapan kebahagiaan yang lebih ketika bertemu
Bahkan para sufi hanya hidup bersama kerinduan bertemu dengan-Nya
Baiklah jika kerinduan selalu menawarkan semangat untuk tetap mengharap hari esok
Pun ketika para syuhada’ rindu kematian
Rindu membuat kita rela menunggu hingga senja tak jingga
sampai mentari benar-benar lenyap di batas bumi
Rindu tak punya masa untuk kemudian kadaluwarsa
Karena rindu itu, perasaan paling gombal yang berlaku sepanjang masa
Ada yang setuju?
Ditulis dalam Poem | 9 Komentar »
Ditulis oleh mezzalena di/pada April 29, 2008
Seperti kehilangan …
Memang sebenarnya aku tidak pernah memiliki,
sehingga ketiadaan yang tiba-tiba ini tak layak ku namai kehilangan
Aku hanya menyebutnya seperti kehilangan
Ketika aku membuka jendela, dan ku lihat tak ada siapa-siapa di sana
Kau yang biasa menengok sebentar-sebentar sambil nyengir juga tidak ada
Tiba-tiba seperti kerinduan kemarau pada gerimis
Tidak menyenangkan memang
Tiba-tiba merasakan kelegangan diantara hiruk pikuk
Seperti perpisahan seorang diri, kata Dee …
Perpisahan paling sepi tanpa ada lambaian tangan
Ah, bagaimana mungkin ini sebuah perpisahan
Kita bahkan belum pernah bersua
Apa lagi berjabat tangan dan berkenalan
Tapi sungguh ini seperti kehilangan
Hanya seperti,
Karena ternyata aku tidak pernah memiliki apa-apa
Ditulis dalam Poem | 5 Komentar »
Ditulis oleh mezzalena di/pada April 25, 2008
“Heran deh … Perasaan kamu orangnya ga introvert deh, trus kenapa sepertinya ketakutan gitu untuk get closer dengan seseorang? Atau pernah punya trauma ya? Engga deh, kamu ga pernah cerita… Apa jangan-jangan kamu punya kelainan? Hii … ” Kata sahabat saya, Fay dengan gayanya yang khas, suatu sore pas duduk-duduk bareng. Spontan saya ngakak. “Ya ga lah.. emang saya apaan?”.
Karena kemungkinan pertama sepertinya tidak benar, karena semua orang tau saya tidak introvert. Terus kemungkinan trauma juga rasanya tidak pernah. Lalu apakah kemungkinan ketiga yang benar?
Sedang ngomongin apa ya? Mmmm …. entah, suatu sore di ngobrol-ngobrol santai tiba-tiba membahas tentang saya yang selalu memilih menjauhi seorang teman (cowok) yang mencoba mendekat (halah .. kalimatnya susah). Lalu saya juga akhirnya berpikir, Iya ya.. jangan saya tidak normal. Hiks.
Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam kenangaku | 6 Komentar »