Putus
Ditulis oleh mezzalena di/pada Januari 25, 2008
“Hwaa … hwaa .. ” suatu sore tiba-tiba Dede’ pulang dengan menangis.
mama yang lagi di dapur nyiapin makan malam buat keluarga, buru-buru keluar
“Dede’ sayang kenapa nangis?” tanya mama lembut
“layangan dede’ putus, ma! hwa … wa… ” dede’ terus menangis
“kok bisa?” sambil mengusap air mata dede’
“anginnya kenceng banget, dede’ ga kuat narik, kesangkut pohon” masih sesenggukan,
“dede’ pintar … nangisnya udah ya, ntar buat layangan lagi sama papa” ujar mama (waduh ma, gorengannya gosong neh)
“ga mau, dede’ ga mau buat lagi” mau nangis lebih keras lagi
“dede’ masih suka layangan yang itu … hwa … wa …” makin kenceng
… … ugh
resiko jadi mama (Ne bukan cerita pribadi, fiktif bo! boro2 dah jadi mama, masih anak2, he.. )
Kenapa Dede’ nangis seheboh itu?
jawabnya karena layangannya PUTUS
seheboh itu ya?
layangan putus
tu kan dede’
Putus tu definisinya apa toh? (UpZ! disini ga da KBBI, yang ada tolong dibukain ya…)
kalo menurut definisi asal-asalan aku, putus itu keadaan yang membuat sesuatu ga nyambung lagi. pisah. jadi bagian yang berdiri sendiri-sendiri.
kalo tadinya himpunan beririsan, kalo dah putus jadinya himpunan saling lepas. emang di matematika bisa himpunan yang saling beririsan jadi himpunan saling lepas? (yang ahli matematika koment ya!)
(wahh … sayangnya aku belum bisa gambar diagram Venn disini, ajarin dong!)
kembali ke putus
kita sering dengar teman-teman kita dengan heboh sedih, bilang …
“aku putus semalam!”
sakit yahh …
sakit banget (kalo ne cerita pribadi)
Hatiku masih Biru ketika matahari terbit pagi ini
meski sedikit lebih rapi dari kemarin
tapi masih tersisa nyeri yang amat sangat
PUTUS
keputusan ini aku yang buat
(kalo putus dah ditambah ke-an maknanya dah beda lagi ya? yang guru bahasa Indonesia gimana neh?)
aku belum bisa membagi hatiku jadi dua
setelah aku coba beberapa hari
mengiris hatiku untuk menjadi bagian hati orang lain
yang keluar cuma perih
so?
lebih baik hatiku - hatinya -
terus menjadi himpunan saling lepas
masih dalam semesta yang sama kok
meski susah sungguh mengeliminasi semua elemen yang sama dalam hati kita
(karena itu syarat himpunan saling lepas, tidak boleh ada elemen A yang sekaligus menjadi elemen B)
meski harus ada luka
karena ternyata, banyak kesamaan yang kita punya
berdiri sendiri-sendiri
itu lebih baik
hanya menunggu waktu.
(sementara itu dede’ sedang bermain-main ma papa diteras menunggu senja, merajut lagi mainan baru, lupakan layang-layang yang dah putus)
Hari akan terus berjalan
Waktu akan terus berlalu
aku akan terus hidup
belajar untuk hidup
Upz! lagunya Kerispatih mengalun
“berakhirlah sudah semua kisah ini dan jangan kau tangisi lagi ….”
dan pagi ini
aku belajar untuk terus berjalan sendiri
Semangat!
Ditulis dalam cerita | 2 Komentar »