Menggugat Gerimis

February 25, 2008 at 11:32 am | In Cerpen | 4 Comments

Pagi gerimis, tawa tak pantas. Karena gerimis lebih indah bersanding dengan tangis. Bukan apa-apa, tentu saja karena rima yang sama. Tak ada rencana bersedih, tapi mendung pekat itu selalu mengajak kelamnya kelabu. Ada apa denganmu? Jika ada yang bertanya begitu, terimakasihku, sebelum ku jawab bahwa pagi ini datang tak seperti yang ku harapkan.

Continue reading Menggugat Gerimis…

Blog at WordPress.com. | Theme: Pool by Borja Fernandez.
Entries and comments feeds.