Lilin Kecil

Merindu Purnama

Posted by: mezzalena on: February 22, 2008

Pernah kumiliki seribu purnama bersamamu

tapi ternyata hanya pernah

yang ku kira tidak berakhir

tapi ‘pernah’ hanyalah kata yang punya pagar

punya tanda baca bernama titik

punya kata yang disebut sekian

hanya ‘pernah’ bersamamu ku miliki seribu purnama

dan kini

hanya selimut mendung yang jadi milikku

mendekap dengan dingin tak terperi

menunggu musim berganti

menanti bintang-bintang mulai berkerlip mesra

mengusir gerimis yang tak romantis

kapan aku diizinkan mengucap selamat tinggal hujan…

aku merindu purnama disini

7 Responses to "Merindu Purnama"

Wehehehe… Jadi ingat lagunya Siti “Purnama Merindu”… Lagunya syahdu sekali…
Salam kenal juga… :-P

_________________
Mezza Said: mas arif maniak banget sama Siti ya? salam kenal juga :)

Duh, maaf nih, saya mah ga ngerti tentang puisi, jadinya susah memaknai makna di balik puisinya mba… :D

____________________
mezza said: maaf kembali…

::jika dah bertemu seribu purnama memang kan datang kabut mendung gelap gulita, namun purnama seribu hanya tertutup koq…

_____________
mezza said: Yup! sejatinya purnama memang selalu ada saat dia harus ada

wew… puisi mezza kok selalu tragis, yak? hehehehe :lol: konon puisi itu ekspresi jujur dari sang penyair, hiks. *jadi sok tahu* apa mezza sedang menghadapi situasi2 tragis semacam itu? *halah, bercanda kok* tapi ok juga kok lirik2nya, mengingatkan saya akan puisi2 imajisnya gunawan mohammad. BTW, pernah nyoba kirim puisi ke koran atau majalah? dicoba ajah. trus cerpen2 mana? kok aku belum lihat postingan ttg cerpen?

____________________
Mezza said: sedang belajar mengumpulkan kekuatan agar bisa terus ngirim puisi ke media ne pak, soalnya ga pernah kemuat (duh, malu). buat cerpennya ditunggu aja ya pak.

aku minta ujan aja deh dari pada purnama, soalnya di sini udah panas

_______________
mezza said: ough ternyata masih ada matahari di belahan bumi yang lain
tak pikir matahari dah tenggelam terus … abisnya sini ujan 2 minggu belum reda, hiks…hiks..

aduh bu’…purnama terus bahasnya. bulan pisang napa?

Saya belajar membaca puisi saja deh… .. mmm… untuk mengartikan makna di baliknya, ternyata ga mudah.

Buth ‘kecerdasan bahasa’ yang bagus untuk memahaminya. Bener ga mba? :D

Leave a Reply

Yang telah lewat

What Day is the Day?

February 2008
M T W T F S S
« Jan   Mar »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
2526272829  

Mengukur Jalan

Berapa panjang jalanan tergilas oleh roda-roda hari kita yang terus berputar? jika panjang adalah jarak terdekat dari tempat asal mula kita memulai perjalanan sampai ke tempat tujuan, lalu apa artinya jika kita meluangkan waktu untuk sejenak mampir ke warung es? karena kita haus. Lalu apa artinya kalau kita menoleh sejenak, kemudian sedikit berbelok karena ingin melihat sesuatu? sedangkan waktu adalah sumber daya yang tak pernah bisa diperbaharui. Mencoba mengukur perjalanan, mencari makna dan mengartikan sisa tenaga.