Menggugat Gerimis
Ditulis oleh mezzalena di/pada Februari 25, 2008
Pagi gerimis, tawa tak pantas. Karena gerimis lebih indah bersanding dengan tangis. Bukan apa-apa, tentu saja karena rima yang sama. Tak ada rencana bersedih, tapi mendung pekat itu selalu mengajak kelamnya kelabu. Ada apa denganmu? Jika ada yang bertanya begitu, terimakasihku, sebelum ku jawab bahwa pagi ini datang tak seperti yang ku harapkan.
Ditulis dalam Cerpen | 4 Komentar »