Ku Akhiri Babak Ini
Ditulis oleh mezzalena di/pada Februari 28, 2008
Sisa pertengkaran kita semalam, kawan
Belum sempat ku rapikan pagi ini
Hatiku masih tercecer berantakan di ruang tamu
Bagaimana dengan kabarmu pagi ini, kawan?
Apa kau sempat mimpi indah semalam?
Kau menang,
Bukan karena aku mengalah
Tapi kau memang pantas memenangkan episode ini
Dan aku, tidak bersedih karena harus kalah
Sisa-sisa air mata ini
Hanya ingin menjelaskan
Karena kalimatku tak lagi mampu bicara di depanmu
Hari itu belum begitu pagi
Ketika kau mengatakan permisi
Boleh aku menipumu?
Kawan, kau sangat sopan untuk jadi penipu
Dan aku, alangkah bodohnya
Mengizinkanmu menipuku tanpa keberatan sedikitpun
Kau sangat pandai membuatku merasa nyaman
Tanpa perlu merasa sedang tertipu
Kawan, hari ini kau datang lagi
Dan aku yang harus merasa bersalah
Kalimatku hanya maaf yang patah-patah
Menerjemahkan rautmu
Yang ku rasa seperti hendak menerkamku
Aku tak pernah melihat wajahmu semengerikan ini
Ku pikir kau hati yang seperti sutra
Puihff, …
Tipuan itu sempurna
Kawan, kalau aku mengucap selamat tinggal
Aku tidak ingin memilih hari ini
Tapi ternyata, …
Kau datang lagi
Tanpa ekspresi
Hendak merapikan hatiku
Yang porak poranda malam itu
Ughh, …
Aku telah berkata purna
Februari 28, 2008 pada 9:24 am
wew… datang dan pergi, menang dan kalah itu sudah menjadi pasangan yang akan selalu hadir dalam kehidupan manusia, mbak hibah, heheheh *halah sok tahu!*
__________________
mezza said: iya pak, sekedar puisi kok…
Februari 28, 2008 pada 6:29 pm
Wah maksudnya apaan niiiy? *pura-pura ga ngerti, padahal iyaaaaaa ga ngerti hehehehehehe… *
Jangan gitu dong, kasihan. Kenapa kau bilang purna? *nyesel lho..
Ga usah ambil langkah seribu, kayaknya ga bakalan ngejar deh…
*
___________________
mezza said: kenapa kau bilang purna? karena rembulannya sedang purnama
hehehe.. ga nyambung. padahal cuma berpuisi.
Maret 2, 2008 pada 3:50 pm
emang lagi main tinju ya.. kok mengakhiri babak ini… udah babak ke barapa neng..??
__________________
mezza said: iya ya, kok seperti main tinju … hahahaha
berapa babak ya? salam kenal ja deu
Maret 3, 2008 pada 5:08 am
eeh produktif sih produktif tapi lo gini terus kapan sembuhnya
___________
Mezza Said:
Maret 4, 2008 pada 6:05 am
Hmm…
*bertanya dengan wajah lugu*
Lagi patah hati ya??
*lari sebelum ditimpuk sendal*
_________________
Mezza Said: hahaha
patah hati … biasa aja kali
*lari yang kenceng aja … ga tak kejar kok*
Maret 17, 2008 pada 8:17 am
ass… wahai saudariku
sebegitu pahitkah kisah mu,kawan?
ku penggemar rahasiamu, mungkin suatu saat kamu tahu siapa dan darimana aku bisa tahu situsmu ini?
kawan,ku begitu mngerti kisahmu!! bahkan detail…
jangan berkata purna jika dalam hati berkata “IYA”
salam kenal…
________________
Mezza said: salam kenal juga … hanya sebuah puisi yang ekspresif …. hehehheehe. Tidak sepahit kopi …