Lumayan

March 9, 2008 at 7:28 am | In cerita | 14 Comments

Ada seorang teman yang sangat unik. Setiap dimintai komentar tentang segala sesuatu pasti selalu berkata “lumayan”.

Tidak tahu kenapa dia senang sekali menggunakan kata lumayan. Menurut KBBI lumayan itu 1 agak banyak; sedang; cukup juga: jumlahnya tidak banyak, tetapi –; pangkatnya tinggi dng gaji –; 2 agak baik (cantik, pandai, dsb): tubuhnya tinggi semampai, parasnya –; permainannya — , tidak terlalu jelek. Intinya agak dan tidak terlalu.

Tapi bagaimana kalau dalam situasi-situasi seperti berikut ini dia menggunakan kata lumayan, misal: Jika anda sedang memegang buku tebitan terbaru dari seorang penulis terkenal, dan kebetulan di sebelah anda ada teman saya, cobalah bertanya padanya:

“Bagaimana menurut anda tentang buku ini?”

sudah pasti dia akan menjawab “lumayan”.

Jika anda sedang berada dalam obrolan santai yang kebetulan ada teman saya disitu, dan tiba-tiba ada cewek yang sangat cantik lewat, berkatalah :

“wow!! cantik banget!”

dia pasti hanya sedikit koment ” mm … lumayan”.

Sekilas dengar, lumayan memberi kesan tidak mau merendahkan sesuatu. Tapi jika kejadiannya seperti di atas, sedikit banyak mesti balik nanya

“kok???”

“lumayan …maksudnya?”

Dalam hal-hal yang sekiranya kita pantas mengatakan “… banget” (bagus, baik cantik, dsb), akan menjadi ganjil kalau ada seseorang yang bilang lumayan. Karena lumayan bisa berarti agak, tidak terlalu, dan juga ga banget.

Dalam suatu kesempatan, ketika agak dongkol juga, gara-gara tulisanku yang menurut(ku) bagus banget, dia hanya berkomentar lumayan. Aku bertanya dengan nada sewot,

” Kenapa sih kamu selalu bilang lumayan?”

Dia cuma tersenyum.

“Kok senyum, dasar manusia lumayan!” tidak mendapatkan jawaban, sebisa mungkin aku memasang wajah marah, lebih tepatnya ngambek. (Jurus cewek biar mendapatkan yang diinginkan, hehehehe)

” Kamu tahu ga sih, aku tu susah-susah nulis itu, dengan sepenuh hati, tapi kamu cuma bilang lumayan, ga menghargai banget!”

Dia terperanjat Melihatku seheboh itu.

???

“Heyy … jangan tersinggung gitu dong … sensi banget sih non,” tanggapnya masih dengan santai.

“Sensi sih enggak cuma napa sih kamu suka banget dengan kata lumayan. Kerja kerasku aja cuma kamu hargai dengan kata lumayan, Ugh!!” aku ngamuk-ngamuk.

“Iya, kamu emang orangnya lumayan. Lumayan pintar, lumayan cerdas, lumayan cantik, lumayan rajin … tapi baru hari ini aku sadar, kalau kamu lumayan cerewet juga ya?”

“Weww!!!”

Akhirnya aku tidak lagi berkomentar. Cuma mencari-cari arti kata lumayan. Dan tulisan ini juga tulisan yang lumayan ancur. Karena hatiku masih lumayan dongkol. Hiks … Hiks…

Blog at WordPress.com. | Theme: Pool by Borja Fernandez.
Entries and comments feeds.