Lengang
Ditulis oleh mezzalena di/pada Maret 17, 2008
Siang yang panas. Seperti siang-siang biasanya. Kampung legang. Ibu-ibu sedang memasak di dapurnya masing-masing. Dan mereka lebih suka melarang anak-anaknya yang masih kecil untuk bermain diluar. Panas. Siang benar-benar legang. Seperti tidak ada nafas yang berhembus. Kecuali mungkin dari tukang sayur yang masih dengan setia di ujung gang. Walaupun berkali-kali menguap juga, karena tak ada ibu-ibu yang rame belanja.
Tapi tiba-tiba terdengar suara teriakan memecah kelegangan. Teriakan itu berasal dari ujung gang, dekat Poskamling. Tempat tukang sayur mangkal. Terus berteriak. Tidak jelas bunyinya. Apakah hanya kata-kata yang diulang-ulang, atau kalimat yang panjang yang terputus-putus. Tidak jelas. Yang jelas bukan Yu Nah, tukang sayur itu, yang berteriak karena ada maling. Lalu?? Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Cerpen | 10 Komentar »