Lengang

March 17, 2008 at 1:35 pm | In Cerpen | 10 Comments

Siang yang panas. Seperti siang-siang biasanya. Kampung legang. Ibu-ibu sedang memasak di dapurnya masing-masing. Dan mereka lebih suka melarang anak-anaknya yang masih kecil untuk bermain diluar. Panas. Siang benar-benar legang. Seperti tidak ada nafas yang berhembus. Kecuali mungkin dari tukang sayur yang masih dengan setia di ujung gang. Walaupun berkali-kali menguap juga, karena tak ada ibu-ibu yang rame belanja.

Tapi tiba-tiba terdengar suara teriakan memecah kelegangan. Teriakan itu berasal dari ujung gang, dekat Poskamling. Tempat tukang sayur mangkal. Terus berteriak. Tidak jelas bunyinya. Apakah hanya kata-kata yang diulang-ulang, atau kalimat yang panjang yang terputus-putus. Tidak jelas. Yang jelas bukan Yu Nah, tukang sayur itu, yang berteriak karena ada maling. Lalu?? Continue reading Lengang…

Blog at WordPress.com. | Theme: Pool by Borja Fernandez.
Entries and comments feeds.