Perjamuan Minum Kopi
March 27, 2008 at 11:55 am | In Poem | 7 CommentsAnggap saja pertemuan singkat kita
Adalah perjamuan minum kopi, teman
Cukup memberi sensasi sesaat dan besok kita ingin lagi
Ingin lagi
Sampai benar-benar tak ada lagi
Lalu hanya ada candu membelenggu
Cangkir-cangkir berdentang mengirim lagu rindu
Seperti hendak mati, sehari tak mencicipi
Lalu susah sungguh hendak menjauh
Tapi perjamuan ini harus sampai disini
Baiklah, teman
Mari kita cukup mengingat satu rasa paling jujur
Ada pahit yang tak mungkin sembunyi
Meski kadang kita menambahkan banyak hal
Sedikit gula sedikit susu sedikit vanila
Dan lain-lain dalam percampuran yang harmonis
Sangat harmonis hingga kita mengartikanya sebagai rasa manis
Dan pahit itu tak pernah lari
Yang bisa kita kenang
Katalisator untuk menjadi amnesia
Sehingga tak ada luka di perpisahan kita
=========================================================
Notes : Dengan sedikit menyontek “Filosofi Kopi” Dee
7 Comments »
RSS feed for comments on this post. TrackBack URI
Leave a comment
Blog at WordPress.com. | Theme: Pool by Borja Fernandez.
Entries and comments feeds.
yah…
benar sekali, nikmat kopi justru di antara pahit yang tersisa…
kalo boleh bilang, ini seperti intisari filosofi kopi yak…
uhm, tapi barangkali dengan rasa yang berbeda hihi
___________
mezza says: Intisari Filosofi Kopi? Ampasnya ya? *ne kopi rasa jeruk … hahahaha*
Comment by goop — March 27, 2008 #
kopi, salah satu minuman ya aku suka, mbak hibah, hehehehe
di dalam adonan kopi itu, ada banyak rasa yang hadir di sana. ada pahit, manis, bahkan juga asin. warnanya juga bisa dibuat menjadi adonan macam2. minuman yang pas untuk perjamuan, hehehehe
btw, kopi juga menjadi simbol dinamika hidup manusia loh. kadang pahit, kadang juga manis. meski demikian, kopi pahit bisa jadi manis rasanya kalo perasaan kita bener2 sedang enjoy dan happy. *halah*
______________________
Mezza says: hmmm gitu ya pak?
Comment by Sawali Tuhusetya — March 27, 2008 #
Sepertinya baru berpisah ya dari “seorang” teman?
(*Maaf klo salah, soalnya saya ga ngerti makna tersirat dari suatu puisi…
*)
_______________
Mezza says: Mungkin begitu
Comment by mathematicse — March 27, 2008 #
cielleee, yang baru abis baca filkop, nyangkutnya ke kopi-kopi juga. kalo bis nonton wordply, pasti nulisnya bab TTS.
great poem, bu’. doain aku juga,yah…
___________________________
Mezza Says : Hahaha .. thanks ya pinjaman Filkopnya
Comment by fay — March 28, 2008 #
kopinya 1 pake susu ya …
__________
mezza says :
Comment by hanggadamai — March 30, 2008 #
saya..saya..
saya suka kopi..banget..!!!apalagi frapucinno-nya Starbucks..yummy!!!
Comment by stey — April 8, 2008 #
assalamualaikum,,,
wah mak nyuss,, keren bgt ini puisinya,,
semangat….(^_^)
Comment by isna — March 1, 2009 #