Perjamuan Minum Kopi
Ditulis oleh mezzalena di/pada Maret 27, 2008
Anggap saja pertemuan singkat kita
Adalah perjamuan minum kopi, teman
Cukup memberi sensasi sesaat dan besok kita ingin lagi
Ingin lagi
Sampai benar-benar tak ada lagi
Lalu hanya ada candu membelenggu
Cangkir-cangkir berdentang mengirim lagu rindu
Seperti hendak mati, sehari tak mencicipi
Lalu susah sungguh hendak menjauh
Tapi perjamuan ini harus sampai disini
Baiklah, teman
Mari kita cukup mengingat satu rasa paling jujur
Ada pahit yang tak mungkin sembunyi
Meski kadang kita menambahkan banyak hal
Sedikit gula sedikit susu sedikit vanila
Dan lain-lain dalam percampuran yang harmonis
Sangat harmonis hingga kita mengartikanya sebagai rasa manis
Dan pahit itu tak pernah lari
Yang bisa kita kenang
Katalisator untuk menjadi amnesia
Sehingga tak ada luka di perpisahan kita
=========================================================
Notes : Dengan sedikit menyontek “Filosofi Kopi” Dee
Maret 27, 2008 pada 12:01 pm
yah…
benar sekali, nikmat kopi justru di antara pahit yang tersisa…
kalo boleh bilang, ini seperti intisari filosofi kopi yak…
uhm, tapi barangkali dengan rasa yang berbeda hihi
___________
mezza says: Intisari Filosofi Kopi? Ampasnya ya? *ne kopi rasa jeruk … hahahaha*
Maret 27, 2008 pada 4:21 pm
kopi, salah satu minuman ya aku suka, mbak hibah, hehehehe
di dalam adonan kopi itu, ada banyak rasa yang hadir di sana. ada pahit, manis, bahkan juga asin. warnanya juga bisa dibuat menjadi adonan macam2. minuman yang pas untuk perjamuan, hehehehe
btw, kopi juga menjadi simbol dinamika hidup manusia loh. kadang pahit, kadang juga manis. meski demikian, kopi pahit bisa jadi manis rasanya kalo perasaan kita bener2 sedang enjoy dan happy. *halah*
______________________
Mezza says: hmmm gitu ya pak?
Maret 27, 2008 pada 9:45 pm
Sepertinya baru berpisah ya dari “seorang” teman?
(*Maaf klo salah, soalnya saya ga ngerti makna tersirat dari suatu puisi…
*)
_______________
Mezza says: Mungkin begitu
Maret 28, 2008 pada 6:50 am
filosofi termos
kalo mbikin kopi paling enak pake air panas. kita biasa simpan air panas di termos. kalo kopi punya filosofi, termos juga. sistem kerja termos sangat sederhana, menyimpan air panas tetap panas tetap panas, dan yang dingin tetap dingin. tapi dari kesederhanaanya itu, kita dapat memetik satu pelajaran berharga. termos dapat menjaga kepercayaan. tak ada termos yang nakal, yang mengubah air panas jadi dingin ato sebaliknya. termos bertanggung jawab atas “kepercayaan” yg disematkan padanya. then, can we be able to “be” a thermos? responsible to every trust we keep within us? friend, let’s “be” a thermos.
________________
*
Mezza Says: Boleh juga filosofi termosnya … *btw .. ga mau jadi termos ahhh,
Maret 28, 2008 pada 9:12 am
cielleee, yang baru abis baca filkop, nyangkutnya ke kopi-kopi juga. kalo bis nonton wordply, pasti nulisnya bab TTS.
great poem, bu’. doain aku juga,yah…
___________________________
Mezza Says : Hahaha .. thanks ya pinjaman Filkopnya
Maret 30, 2008 pada 11:54 am
kopinya 1 pake susu ya …

__________
mezza says :
April 8, 2008 pada 11:29 am
saya..saya..
saya suka kopi..banget..!!!apalagi frapucinno-nya Starbucks..yummy!!!