Mahasiswa Matematika dan PSK
Ditulis oleh mezzalena di/pada Maret 30, 2008
Mahasiswa matematika dan PSK?? Baiklah untuk sementara kita tambahkan dua tanda tanya di akhir kalimat tersebut. Mewakili berbagai tanda tanya yang mungkin segera muncul, maksudnya? kenapa? ada apa dengan mahasiswa matematika dan PSK?
Di kalangan mahasiswa (anak kost) di daerah semarang sebutan PSK sangat familiar. Bahkan orang yang baru berstatus menjadi mahasiswa, biasanya langsung mendapat predikat PSK, terutama mahasiswa perantauan yang tinggal di kost. PSK? Pekerja Seks Komersil? Tentu saja bukan itu. Mmm… Tulisan ini sama sekali tidak akan menyinggung pornografi dan pornoaksi atau yang sejenisnya. Pembaca yang budiman, tenang saja ya …
. Para mahasiswa (biasanya anak kos) mendapat julukan PSK, pasalnya mereka setiap hari makan nasi bungkus porsi mini paket hemat yang dijual kaki lima. Istilahnya nasi kucing. Terus Kok bisa disebut PSK? PSK kepanjangan dari Penggemar Sego Kucing. Hahaha …
Nasi kucing adalah pilihan cerdas bagi mahasiswa cerdas (Ups! Mahasiswa berkantong tipis maksudnya). Alasannya praktis, mudah didapat, dan yang jelas hemat (aha … kalau saya memilih nasi kucing sih, hanya karena alasan ketiga, hiks). Tapi sepertinya sekarang, menggunakan alasan ketiga sudah tidak berlaku lagi. Karena beberapa waktu yang lalu, banyak penjual nasi kucing menaikkan tarifnya hingga 50% untuk nasi kucing dan gorengan yang menjadi atributnya. Dengan alasan kelangkaan minyak tanah (walaupun katanya pemerintah sudah membagikan kompor gas cuma-cuma dan isi ulang bersubsidi), kenaikan minyak goreng dan diikuti kenaikan harga bahan-bahan lainnya.
Kenaikan tarif ini tentu saja tanpa kesepakatan antara penjual dan PSK. Nah, suatu hari, Sebut saja Somat, salah satu PSK yang kebetulan mahasiswa matematika, kaget ketika menerima uang kembalian. Biasanya kalau dia mengambil 1 bungkus nasi kucing, 2 gorengan dan menyodorkan uang Rp. 5000,- dia akan menerima kembalian Rp. 3200,-. Tetapi hari ini, dia mengambil, 1 bungkus nasi dan 1 gorengan, dan menyodorkan uang Rp. 5000,-, dia mendapat kembalian Rp. 2900,-. Meskipun dia bertanya-tanya, kok bisa? Tapi akhirnya dia ngeloyor juga sambil memasukkan uang kembalian ke kantong. Gengsi dikira perhitungan. Kemudian mengira bahwa si penjualnya salah itung.
Besoknya lagi, Somat kembali ke warung yang sama. Kali ini dia membei 2 bungkus karena sangat lapar dan 3 gorengan. Biasanya Rp. 4000,- cukup. Bahkan mendapat kembalian Rp. 800,-. Tapi kali ini, si penjual bilang “Kurang 800 mas,” Ughk .. spontan dia tersedak. Kok bisa? Tapi dia urung bertanya “Harganya berapa sih pak?” lagi-lagi karena gengsi dikira perhitungan. Akhirnya dia merogoh saku. Mencari recehan yang tersisa kemudian ngeloyor. Masak salah hitung dua kali???
Besoknya lagi, di kelas Telaah kurikulum Matematika SMP sedang membahas bab Sistem Persamaan Linier 2 Variabel. Karena sekarang sedang tren pendekatan CTL (Constextual learning and Teaching), dan salah satu tujuan pembelajaran matematika di sekolah selain siswa bisa paham konsep (Understanding) juga agar siswa mampu menjadikan matematika sebagai problem solving dalam masalah sehari-hari, Somat dengan serta merta bercerita tentang pengalamanya membeli nasi kucing.
“Dasar PSK !!!” Sementara semua teman-teman mahasiswa ngakak menertawakannya, ada yang mau ngitung, berapa harga 1 nasi kucing dan berapa harga 1 gorengan? Berapa harga sebelum naik dan sesudah naik?
===============================================================
Notes: Posting ngaco gara-gara malam minggu kesepian di kos. hahaha…
Maret 30, 2008 pada 10:25 am
wew…. hibah ternyata menjadi PSK juga, hahahahaha
tarifnya naik 50%. nggak apa-apa juga. bagaimanapun pasti masih banyak juga penggemarnya. *halah* btw, jadi psk ternyata malam minggu bisa kesepian. waduh, napa bisa begitu? wakakakaka
*komen yang bisa bikin penasaran bagi mereka yang biasa fastreading*
___________
mezza says: Wew!! Hiks … hiks .. bukan saya pak PSK nya …
Maret 30, 2008 pada 10:45 am
Kok bisa ya PSK itu banyak…
Maret 30, 2008 pada 10:45 am
Maa komeng yang ga nyambung…
Maret 30, 2008 pada 10:46 am
Maaf mksdnya komennya ga nyambung…
Maret 30, 2008 pada 11:16 am
Bagus. Permasalaham matematikanya bagus…
(Ini komen yg nyambungnya…

________________
mezza says: Terimakasih. bagusnya dimana pak?
Maret 30, 2008 pada 11:53 am
sego kucing uenak
*00t mode 0n*
Maret 30, 2008 pada 12:16 pm
Kalau mau hidup hemat, PSK nya itu Puasa Senin Kamis…
___________
Mezza says : Sepakat deh!!
Maret 31, 2008 pada 3:34 am
Sego Kucing ya namanya, klau saya nyebutnya sego sadukan
hemat dan yg penting kenyang!
________________
mezza says: Sego sadukan?? Istilah baru ney.
Maret 31, 2008 pada 11:08 am
wew..
di Salatiga juga banyak PSK lho ..
termasuk saya…
hehehe…
Edukasi tu apa??
undang2 donk kalo ada kumpul2…
__________________
mezza says: Wew!!! ada PSK ngaku bangga .. wakaka
April 1, 2008 pada 5:33 am
wadhuh mas hadi ini. aku jadi pengen njitak lho. aku tahu salatiga, yang paling enak dan semarak itu batagor depan uksw. nyummy. dulu harganya duaribu perak sepiring. sekarang dah berapa, mas? becanda kok.
mess, net iain tambah menyeramkan. sensorannya mengerikan. tau ngga kua aja ngga bisa buka site-ku sendiri. unreasonable! aku jengkel. aku dan posting. coba baca trus tanggapi lewat yahoo caht, ngga on line ngga papa
dan dulu. sego kucing mana bisa mengenyangkan? coba itung kalori yang tersimpan dan yang kudu dikeluarkan. puasa senin kamis rodo masuk akal tuh
_______________
Mezza says: ?? Sensor? apaan? Ooo … gitu ya? Pindah warnet dong…..
April 8, 2008 pada 11:38 am
Jeng, bahan2 pangan aja semua naek gimana ga tuh sego kucing naek semua sih..tapi sekalipun yah tetep aja gw suka tuh makan di kucingan, enak bok. Murah meriah [or should i say mahal sekarang?-red], banyak temen, remang2 [halah..-red], anget..kekekeke..