Rindu Itu …

April 30, 2008 at 11:47 am | In Poem | 11 Comments

Kamus bilang hawa rindu itu keinginan untuk bertemu atau harapan

Para pecinta mengatakan bahwa rindu itu perasaan yang sangat menyiksa tapi menyenangkan karena selalu memberi harapan kebahagiaan yang lebih ketika bertemu

Bahkan para sufi hanya hidup bersama kerinduan bertemu dengan-Nya

Baiklah jika kerinduan selalu menawarkan semangat untuk tetap mengharap hari esok

Pun ketika para syuhada’ rindu kematian

Rindu membuat kita rela menunggu hingga senja tak jingga

sampai mentari benar-benar lenyap di batas bumi

Rindu tak punya masa untuk kemudian kadaluwarsa

Karena rindu itu, perasaan paling gombal yang berlaku sepanjang masa

Ada yang setuju?

Seperti Kehilangan

April 29, 2008 at 11:16 am | In Poem | 7 Comments

Seperti kehilangan …

Memang sebenarnya aku tidak pernah memiliki,

sehingga ketiadaan yang tiba-tiba ini tak layak ku namai kehilangan

Aku hanya menyebutnya seperti kehilangan

Ketika aku membuka jendela, dan ku lihat tak ada siapa-siapa di sana

Kau yang biasa menengok sebentar-sebentar sambil nyengir juga tidak ada

Tiba-tiba seperti kerinduan kemarau pada gerimis

Tidak menyenangkan memang

Tiba-tiba merasakan kelegangan diantara hiruk pikuk

Seperti perpisahan seorang diri, kata Dee …

Perpisahan paling sepi tanpa ada lambaian tangan

Ah, bagaimana mungkin ini sebuah perpisahan

Kita bahkan belum pernah bersua

Apa lagi berjabat tangan dan berkenalan

Tapi sungguh ini seperti kehilangan

Hanya seperti,

Karena ternyata aku tidak pernah memiliki apa-apa

Bagaimana Ayah Mengajariku Pacaran?

April 25, 2008 at 6:14 am | In kenangaku | 7 Comments

“Heran deh … Perasaan kamu orangnya ga introvert deh, trus kenapa sepertinya ketakutan gitu untuk get closer dengan seseorang? Atau pernah punya trauma ya? Engga deh, kamu ga pernah cerita… Apa jangan-jangan kamu punya kelainan? Hii … ” Kata sahabat saya, Fay dengan gayanya yang khas, suatu sore pas duduk-duduk bareng. Spontan saya ngakak. “Ya ga lah.. emang saya apaan?”.

Karena kemungkinan pertama sepertinya tidak benar, karena semua orang tau saya tidak introvert. Terus kemungkinan trauma juga rasanya tidak pernah. Lalu apakah kemungkinan ketiga yang benar?

Sedang ngomongin apa ya? Mmmm …. entah, suatu sore di ngobrol-ngobrol santai tiba-tiba membahas tentang saya yang selalu memilih menjauhi seorang teman (cowok) yang mencoba mendekat (halah .. kalimatnya susah). Lalu saya juga akhirnya berpikir, Iya ya.. jangan saya tidak normal. Hiks.

Continue reading Bagaimana Ayah Mengajariku Pacaran?…

Ganti Cerewet Rp. 1000,-

April 20, 2008 at 12:38 pm | In kenangaku | 10 Comments

Idealnya seorang pelayan publik adalah selalu ramah, selalu senyum dan tidak pernah lupa mengucapkan terimakasih. Berbicara dengan sopan dan halus, tidak pernah lupa mengawali dengan permisi, maaf, tolong, dsb. Satu lagi eye contact harus tetap dijaga, untuk menunjukkan bahwa kita menganggap bahwa lawan bicara kita sangat penting. Setidaknya itu adalah pelajaran yang saya peroleh selama menjadi operator (front liner) di Campus Net.

Tetapi kadang-kadang ada user yang menguji keramahan kita (saya). Satu contoh misalnya, ada user yang minta dikirimkan email lewat komputer billing, dengan alasan terburu-buru dan tidak mau login. Padahal teks nya panjang, Tentu saja saya harus mengetiknya. Disamping itu, banyak sekali user yang keluar masuk. Restart-Unlock-Bayar-kembalian. Dan yang minta dikirimkan emailnya minta cepat. Padahal diawalnya sudah saya sarankan untuk Login dan mengirim sendiri. Tentu saja lebih cepat, karena tidak ada user yang mengganggunya. Tetapi karena keramahan adalah kewajiban, maka kita tetap saja bilang, “maaf ya pak, sebentar… ” dengan tetap tersenyum. Walaupun senyum itu dibalas dengan muka asam. Ugh … ini hanya satu contoh. Continue reading Ganti Cerewet Rp. 1000,-…

Trus Karya Tataning Bumi Part 2

April 11, 2008 at 12:24 pm | In kenangaku | 7 Comments

Mungkin ini posting telat. Hari jadi kota Jepara sudah dirayakan kemarin. Sayang sekali saya tidak sedang berada di Jepara, maka saya hanya bisa ikut perayaan itu dengan cara saya sendiri. Disini. Meskipun telat.

Mungkin pembaca yang budiman merasa janggal dengan foto di atas. Kenapa bercerita tentang hari jadi kota Jepara di awali dengan foto gapura sebuah makam?? Saudara-saudara yang sudah pernah berkunjung ke sana pasti tahu kalau Gapura makam itu adalah makam Ratu Kalinyamat dan Suaminya, Sunan Hadirin, yang berada di Mantingan, 5 km arah selatan dari pusat kota Jepara.

Continue reading Trus Karya Tataning Bumi Part 2…

Next Page »

Blog at WordPress.com. | Theme: Pool by Borja Fernandez.
Entries and comments feeds.