Incomplete
Ditulis oleh mezzalena di/pada April 10, 2008
Berkali-kali aku menghitung bilangan jam di dinding
Kupikir masih sama seperti kemarin
Jarumnya masih juga sempurna berkeliling
Melingkari detik-detik yang juga masih sama
Tapi rasanya matahari lebih cepat terbenam untuk kemudian bergegas terbit lagi
Sebelum aku sempat mengucap selamat malam, ternyata pagi pun sudah pergi
Seperti ada yang hilang di antara bilangan-bilangan itu
Rasanya aku ingin mengambil lagi waktu yang berlebihan kemarin
Ternyata sisa itu berlalu, hilang
Kurang juga berlalu
Lalu,
Aku berkeliling mencari tukang jam yang bisa memperpanjang waktu
Sekedar untuk merasakan udara satu-satu
Menunaikan janji atas nafas itu
****************************************************************************************************************
I’m Sorry for being lazzy.
April 10, 2008 pada 2:13 pm
wew… menghitung waktu? mbak hibah, kehidupan akan terus berjalan seiring dg bergulirnya sang waktu. waktu juga yang akan menjadi saksi, kelak kita menjadi apa dan siapa? *halah*
April 10, 2008 pada 8:04 pm
klo melihat waktu banyak sekali penyesalan2 yang terjadi
April 22, 2008 pada 9:34 am
betapa waktu terlalu cepat untuk sekedar ditunggangi..