Seperti Kehilangan

April 29, 2008 at 11:16 am | In Poem | 7 Comments

Seperti kehilangan …

Memang sebenarnya aku tidak pernah memiliki,

sehingga ketiadaan yang tiba-tiba ini tak layak ku namai kehilangan

Aku hanya menyebutnya seperti kehilangan

Ketika aku membuka jendela, dan ku lihat tak ada siapa-siapa di sana

Kau yang biasa menengok sebentar-sebentar sambil nyengir juga tidak ada

Tiba-tiba seperti kerinduan kemarau pada gerimis

Tidak menyenangkan memang

Tiba-tiba merasakan kelegangan diantara hiruk pikuk

Seperti perpisahan seorang diri, kata Dee …

Perpisahan paling sepi tanpa ada lambaian tangan

Ah, bagaimana mungkin ini sebuah perpisahan

Kita bahkan belum pernah bersua

Apa lagi berjabat tangan dan berkenalan

Tapi sungguh ini seperti kehilangan

Hanya seperti,

Karena ternyata aku tidak pernah memiliki apa-apa

7 Comments »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. semangat ya mbak…

  2. Duh kehilangan siapa neeh? :D

    BAru nyoba internet di tanah air, sungguh butuh kesabaran yang luar biasa nih. :D

    Mungkin yang ngerasa kehilangan bukan kamu sendiri. :D Peace ah,,, :D

    _______________
    mezza says: yang sabar ya pak … :D ngenetnya pindah ke campus net aja, kualitas terjamin :D :mrgreen: promosi nih ye … wkwkwkw. Bukan sendiri ya pak? Peace wes…

  3. kehilangan demi kehilangan, yaa….kehilangan itu sendiri…

    __________________
    mezza says: ??? hahaha .. hanya seperti kehilangan kok, ga kehilangan beneran. :D salam kenal, makasih dah mampir …

  4. itu yang kamu rasakan saat mengejar senja, kan? irrasionalitas. kehilangan ini semoga ad afaidahnya. dia mengetuk jendela CN, misalnya? siapa tau?

  5. aku berhasil menemukan senja di gereja blenduk jum’at lalu

  6. seperti kehilangan, bukan kehilangan sungguhan. tapi dirimu ikut dalam ke-sepertian itu. bukankah itu bagian terkecil dari kehilangan. kesimpulannya, kamu pun sudah kehilangan yang kau lukiskan dalan ke-sepertian itu. capa sih……

  7. Ketika aku membuka jendela, dan ku lihat tak ada siapa-siapa di sana

    Kau yang biasa menengok sebentar-sebentar sambil nyengir juga tidak ada

    Tiba-tiba seperti kerinduan kemarau pada gerimis

    Sekarang bagaimana?


Leave a comment

XHTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Blog at WordPress.com. | Theme: Pool by Borja Fernandez.
Entries and comments feeds.