Rindu Itu …
Ditulis oleh mezzalena di/pada April 30, 2008
Kamus bilang hawa rindu itu keinginan untuk bertemu atau harapan
Para pecinta mengatakan bahwa rindu itu perasaan yang sangat menyiksa tapi menyenangkan karena selalu memberi harapan kebahagiaan yang lebih ketika bertemu
Bahkan para sufi hanya hidup bersama kerinduan bertemu dengan-Nya
Baiklah jika kerinduan selalu menawarkan semangat untuk tetap mengharap hari esok
Pun ketika para syuhada’ rindu kematian
Rindu membuat kita rela menunggu hingga senja tak jingga
sampai mentari benar-benar lenyap di batas bumi
Rindu tak punya masa untuk kemudian kadaluwarsa
Karena rindu itu, perasaan paling gombal yang berlaku sepanjang masa
Ada yang setuju?
April 30, 2008 pada 12:05 pm
aku rindu kalau sedang kepepet, mbak hibah, wakakakaka
selebihnya, nggak tuh!
April 30, 2008 pada 12:15 pm
*baca komen pak sawali*
ada benernya juga..
Mei 1, 2008 pada 4:14 am
saya ngga setuju bila rindu adalah perasaan paling gombal
rindu itu seperti menunggu, bimbang dan tidak gombal
hehe, bgitulah…
Mei 1, 2008 pada 7:14 am
@Pak Sawali : Rindu kalo kepepet? maksudnya gimana nie Pak?

@Hanggadamai: Waduh … penganutnya Pak Sawali nih …
@Goop : Kenapa tidak setujuh paman, kalo menurut saya itu gombal … karena kadang-kadang tidak rasional dan tidak penting banget.
Mei 2, 2008 pada 4:02 am
Iya mungkin, “rindu” itu perasaan gombal yang berlaku sepanjang masa. Tapi, itu benar adanya. Walau kadarnya ada yang cuma 50%… tapi seringkali bisa jadi 100% alias beneran…
_____________
mezza says: waduh pak .. kalo lagi rindu ya ga sempat ngitung persen-persenan ….
Mei 2, 2008 pada 4:03 am
Iya mungkin, “rindu” itu perasaan gombal yang berlaku sepanjang masa. Tapi, itu benar adanya. Walau kadarnya ada yang cuma 50%… tapi seringkali bisa jadi 100% alias beneran.

Mei 2, 2008 pada 4:10 am
Ah ini juga iseng2 baru buka internet lagi, walau harus jauh-jauh datang agak ke kota biar bisa ngeliat blog… (rindu sama ‘interent)
(Nyengirnya yang buanyak).
_____________
*kidding mode on* peace …
mezza says : wakakakakakakaka ….. nasib wong ndeso … ya .. kalo yang namanya kangen emang musti di bela2in. ke kotanya naik apa pak? andong ya?
Mei 2, 2008 pada 7:22 pm
rindu itu kangen, kangen itu
Mei 8, 2008 pada 8:14 am
Assalamualaikum mbak Hibah. Saya agak trenyuh membaca sajak di atas. Kalau menurut saya rindu itu indah tapi menyiksa. Terkadang kita harus meneteskan air mata ketika sedang rindu pada seseorang. Tak hanya untuk seseorang yang paling dikasihi, tetapi untuk orang yang selama ini membanting tulang untuk mendapatkan uang, yaitu rindu kepada Ibu saya yang sekarang merantau di negeri orang. salam kenal ya mbak!
Mei 12, 2008 pada 12:33 pm
kenapa harus ada rindu….siapa yang menciptakan diksi itu….kenapa rasa kangen dirasakan berbeda-beda. kenapa harus rindu mbak????bukannya rindu dan “kangen” sama????kenapa harus rindu????
Q RINDU KAMU MBAK…Q KANGEN KAMU MBAK…