Berbagi Diam
April 5, 2009 at 2:21 am | In Uncategorized | 3 CommentsSilence is one great art of conversation ~ Anonymous
Aku tahu mungkin kau keberatan aku diam. Meski aku yakin, kau sepenuhnya tahu, diam bukanlah sinonim dari bisu. Aku sama sekali tak ingin mendiamkan mu pagi ini. Aku hanya tak bisa berbohong. Aku juga tak pintar menyembunyikan kabar yang tidak menyenangkan. Lalu aku memilih diam, menyepakati kutipan tak bertuan di atas.
Aku tahu, mungkin adalah permintaan paling rumit, jika aku memintamu untuk mengerti diamku. Aku tak memaksa dan tak melarang kau bertanya kenapa aku diam. Tapi maaf, aku tak bisa menjawabnya. Hanya diam.
Aku tak hendak membuatmu merasa bersalah. Sungguh, hanya tidak tega membagi wajah yang tertekuk dan senyum kusut, maksa.
Ya sudah, tolong biarkan aku diam. Bukankah kau mendengar apa yang aku katakan dalam hatiku?
3 Comments »
RSS feed for comments on this post. TrackBack URI
Leave a comment
Blog at WordPress.com. | Theme: Pool by Borja Fernandez.
Entries and comments feeds.
Ya, semoga saja orang yang kau sebut “kau” mengerti dan mendengar apa yang dikatakan hatimu.
Comment by mathematicse — April 5, 2009 #
Diam adalah emas…
Comment by syaiful mustaqim — April 6, 2009 #
silence means consist
Comment by ILYAS ASIA — April 11, 2009 #