//
you're reading...
Minta maaf

Bintang-bintang

“Apakah itu pun kunang-kunang, nun di sana?”

-”Itu adalah bintang-bintang”-

“Satu dan dua dan sepuluh dan seribu! Berapakah semuanya?”

-”Entah lah, belum ada orang yang menghitung jumlah bintang semua!”-

… …. …

-”Sayang, aku ingin memberimu satu- tapi tunggu aku besar”

Nanti ku cintai kau, begitu besar cintaku sampai ku bisa.

——–

Sebuah sajak dalam Max Havelaar, Multatuli

Sedari kecil, saya suka melihat bintang-bintang yang bertaburan di langit. Tapi saya tak hendak bercerita tentang bintang-bintang yang gemerlapan nun jauh seperti kunang-kunang itu. Yang saya tak pernah berhasil membilangnya kecuali dengan kata banyak sekali.

Lalu?

Saya ingin bercerita tentang bintang yang lain. Tentang bintang-bintang yang diucapkan empat kali. Bintang-bintang-bintang-bintang. Saya tahu, tak ada yang mengerti apa maksudnya, selain saya dan seseorang yang membuat kesepakatan tentang apa artinya bintang yang diucapkan empat kali itu.

“I **** Y,” ucapnya di telepon ketika saya sedang berpikir menulis ini. Menulis untuknya. Menulis untuk menebus kesalahan saya yang keasyikan nonton film animasi “Madagaskar 2″.

Bintang-bintang-bintang-bintang, seperti ketika kecil saya tak pernah bosan mencoba menghitung bintang, saya pun tak pernah bosan mendengar dia mengucapnya berkali-kali. Meskipun ketika membaca ini, saya yakin dia sudah bertanya-tanya sejak tadi,

“Kamu itu mau nulis apa sih? kok ga jelas maksud dan tujuannya?” saya tahu mungkin sampai di sini dia sudah jenuh membaca tulisan ini. Bertele-tele. Tapi, memang baru ini yang saya bisa. Tidak seperti dia yang selalu berpikir linier. Bahkan dalam segala hal selalu menerapkan hukum kausalitas, jika begini maka begitu. Matematis.

Barangkali tak banyak orang berpikir untuk mengungkapkan sesuatu dengan simbol-simbol. Kecuali mungkin, anak-anak pramuka yang belajar tentang sandi-sandi. Ketika saya melarangnya mengucapkan sebuah kata, ternyata dia benar-benar kreatif, memilih **** (Baca: Bintang-bintang-bintang-bintang) untuk menyebutkan perasaannya. Perasaan yang oleh kebanyakan orang mungkin diungkapkan dengan metafora-metafora yang mendayu-dayu dan gombal (yang saya tak pernah mengizinkan dia mengucapkannya dan mungkin dia juga tidak bisa).

Tadinya tak terpikir, bahwa itu lah cara dia. Menggunakan matematika untuk mengungkapkan perasaannya. Dia memakai simbol-simbol artfisial, dan memaknainya. Menghindari kata-kata berlebih yang akan menimbulkan perasaan berlebihan. Tidak berpuisi, tapi dengan bahasa matematika.

Iya-iya, saya tak bosan mendengar kau mengatakan bintang empat kali. Maaf sempat membuatmu merasa dicuekin. Hanya ini yang bisa tertulis sebagai permohonan maafku. Dimaafin ga? :-)

About Rahma Mauhibah

Sekedar Belajar Hidup

Discussion

15 Responses to “Bintang-bintang”

  1. Waaaaaaaaaaaah, cantik sekali tulisannya. Saya menikmati kata perkatanya. Menarik!

    Iya, dimaafin deh. :D

    I **** y. :-p

    Posted by mathematicse | May 17, 2009, 2:24 am
  2. Anda sangat berbakat dalam menulis

    Posted by Husna Azizah | May 17, 2009, 2:31 am
  3. well, tak ada yang perlu tak dimaafkan
    :)
    mbak hibah…I coming back…

    Posted by mynameishasna | May 18, 2009, 9:23 am
  4. Wah…. itu mah urusan bilateral Israel-Palestina. PBB-mah nggak mau ikut campur deh…. huehehe…..

    **apa hubungannya yak??** :mrgreen:

    Posted by Yari NK | May 19, 2009, 4:31 am
  5. Hupppp…
    Lilin kecil padam…

    Posted by randualamsyah | May 19, 2009, 6:39 am
  6. kadang aku ragu, apa iya aku berkata ‘iya’ untuk hidup dan **** itu sendiri?
    mboh bah. suwe-suwe dadi rak nggenah

    Posted by fay | May 31, 2009, 6:56 pm
  7. @Mathematicse: Makasih mas, udah dimaafin. :-)

    @Husna Azizah: Makasih Bu. :-)

    @Mynameishasna: Iya, Na. Welcome back :-)

    @Yari NK: Duh, Pak saya tidak tahu menahu tentag urusan israel-palestina :mrgreen:

    @randualamsyah: Hap! menyala lagi. :)

    @Fay: Lha piye mbak yu? It’s ur choice

    Posted by mezzalena | June 1, 2009, 7:51 am
  8. sebuah posting hanya untuk permintaan maaf….
    pasti termaafkan…

    Posted by komuter | June 9, 2009, 3:31 am
  9. Simpulan … di atasnya … Tanda-Tanda Allah SWT

    Posted by Ersis Warmansyah Abbas | June 28, 2009, 8:11 am
  10. salam kenyal ya, sekenyal-kenyalnya dan seliat-liatnya, kyk dodol…
    salam kental juga ya, biar sekental lem kastol perkenyalan kita :-)
    *xixixixi…wkwkwkw….:-)*

    btw, gw suka ama bintang….sumber inpirasi dalam hidup gw :-)

    Posted by gwgw | July 3, 2009, 3:20 am
  11. lama gak on yah?

    Posted by hamemayu | July 15, 2009, 5:58 am
  12. seperti acara play list. bintang *** udah bagus. **** lebih bagus. mestinya?
    pelit banget. kenapa gak semua bintang2….
    he..he
    sugeng rawuh maleh. lm gak on ni

    Posted by hamemayu | September 7, 2009, 2:15 pm
  13. hay hay, pretty nice. please come to http://dufix.wordpress.com/

    Posted by Ali Reza | September 7, 2009, 3:19 pm
  14. tentang ini….
    diluar tebakan jalan cerita isi tulisan….
    aku menikmatinya , kata demi kata…
    baris demi baris…
    bahkan bintang demi bintang……

    ———lam kenal———-

    Posted by popo item | November 7, 2009, 4:48 pm
  15. ada separuh bulan bertetangga bintang…

    Posted by bocor alus | May 26, 2011, 12:11 am

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Yang telah lewat

What Day is the Day?

May 2009
M T W T F S S
« Apr   Sep »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.