Berbagi Diam

April 5, 2009 at 2:21 am | In Uncategorized | 3 Comments

Silence is one great art of conversation ~ Anonymous

Aku tahu mungkin kau keberatan aku diam. Meski aku yakin, kau sepenuhnya tahu, diam bukanlah sinonim dari bisu. Aku sama sekali tak ingin mendiamkan mu pagi ini. Aku hanya tak bisa berbohong. Aku juga tak pintar menyembunyikan kabar yang tidak menyenangkan. Lalu aku memilih diam, menyepakati kutipan tak bertuan di atas.

Aku tahu, mungkin adalah permintaan paling rumit, jika aku memintamu untuk mengerti diamku. Aku tak memaksa dan tak melarang kau bertanya kenapa aku diam. Tapi maaf, aku tak bisa menjawabnya. Hanya diam.

Aku tak hendak membuatmu merasa bersalah. Sungguh, hanya tidak tega membagi wajah yang tertekuk dan senyum kusut, maksa.

Ya sudah, tolong biarkan aku diam. Bukankah kau mendengar apa yang aku katakan dalam hatiku?

Selamat Sore

March 28, 2009 at 12:59 pm | In Uncategorized | 1 Comment

Tak banyak sore yang mempertemukan kita sekarang

Tak banyak pula cerita yang kita bagi

Apa kabarmu di sana, Ta?

Barangkali sangat berlebihan kalau aku menebak kau sedang mengingatku sambil merebahkan lelahmu

Padahal, sangat mungkin kau belum beranjak dari barisan-barisan aksara yang tercetak rapi dalam buku-buku tebalmu

Atau pikiranmu masih tersita untuk memintal kata-kata

Uh, tahukah kamu?

Kadang-kadang aku mencemburui mereka

Betapa banyak huruf-huruf menyita tanganmu, menyita waktumu bahkan ruang dalam pikiranmu untuk sekedar mengingatku

Tapi kau begitu pandai melukis pelangi di hatiku

Hingga aku sama sekali tak keberatan tentang apa saja yang kau lakukan saaat ini

Bukankah hatimu aku?

Apakah kau mengiyakannya, Ta?

Aku tahu ini berlebihan

Tapi aku tak menemukan kalimat selain itu

Selamat sore, Ta

Sekedar sapaan menjelang senja, untukmu yang memanggilku Cinta

Good Morning

August 23, 2008 at 1:50 am | In Uncategorized | 2 Comments

The beautiful morning, I got up when adzan at daybreak. In August, the dry season, grasses still in hibernation, but I already decided not to keep the hiatus continued. Argh.. I open this page again. Thanks for a friend that sent quote for me this morning. (in fact not only at today, every day he always send quote of the day by YM), that today is the sentence of Melinda Haynes:

Forget all the rules. Forget about being published.
Write for yourself and celebrate writing.

maybe it’s true that I must write for myself and enjoy it. Repeatedly after the previous farewell, some friends asked On YM, what’s up? Why? and My answer always same to everyone, was studying.

Aha, with a glass of coffee for the breakfast, I wanna say the world:

“Good morning all, how are you?”

Okay, to open new page here after the long hiatus, I want to write James Taylor’s lyric:

I’ve seen fire and Ive seen rain
I’ve seen sunny days that I thought would never end
I’ve seen lonely times when I could not find a friend
But I always thought that Id see you, baby, one more time again, now

Ups! sorry my english is too bad. Still studying. :lol:

End Farewell

July 7, 2008 at 4:21 am | In Poem, cerita, kenangaku | 8 Comments

The candle is blown

Stepping out and never coming in again

Let’s make this last forever

Bye bye,…

Thanks so much for coming here

Mezza log out

Mentari Masih Terbit Hari Ini

June 29, 2008 at 6:57 am | In Uncategorized | 6 Comments

 

Dan Tuhan pun bersumpah demi masa

 

 

Next Page »

Blog at WordPress.com. | Theme: Pool by Borja Fernandez.
Entries and comments feeds.