<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Lilin Kecil</title>
	<atom:link href="http://mezzalena.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://mezzalena.wordpress.com</link>
	<description>Sekedar Belajar Hidup</description>
	<pubDate>Sat, 17 May 2008 06:01:54 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=MU</generator>
	<language>id</language>
			<item>
		<title>Totto-Chan, Hadiah dari Teman dan Pendidikan Kita*</title>
		<link>http://mezzalena.wordpress.com/2008/05/17/totto-chan-hadiah-dari-teman-dan-pendidikan-kita/</link>
		<comments>http://mezzalena.wordpress.com/2008/05/17/totto-chan-hadiah-dari-teman-dan-pendidikan-kita/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 17 May 2008 05:43:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mezzalena</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[cerita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mezzalena.wordpress.com/?p=73</guid>
		<description><![CDATA[Sore itu saya pulang ke kosan dengan tergesa-gesa, lantaran seorang teman mengatakan bahwa dia telah mengirimkan sebuah buku kepada saya. Penasaran. Buku apa ya? begitu saya masuk kamar, mata saya langsung menabrak meja, meraih amplop coklat besar. Tidak langsung membukanya, tapi sempat memastikan bahwa itu adalah amplop untuk saya. Benar. Meraba-raba &#8230; Apa ya isinya?
Totto-Chan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><a href="http://mezzalena.files.wordpress.com/2008/05/tottochan.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-74" src="http://mezzalena.files.wordpress.com/2008/05/tottochan.jpg?w=201&h=300" alt="" width="201" height="300" /></a>Sore itu saya pulang ke kosan dengan tergesa-gesa, lantaran seorang teman mengatakan bahwa dia telah mengirimkan sebuah buku kepada saya. Penasaran. Buku apa ya? begitu saya masuk kamar, mata saya langsung menabrak meja, meraih amplop coklat besar. Tidak langsung membukanya, tapi sempat memastikan bahwa itu adalah amplop untuk saya. Benar. Meraba-raba &#8230; Apa ya isinya?</p>
<p><strong>Totto-Chan Gadis Cilik di Jendela</strong> . Aha &#8230; <em>It&#8217;s so amazing book. </em>Meski awalnya agak heran, pasalnya saya sempat menebak-nebak sendiri buku apa yang didalamnya sebelum membukanya. Mungkin sejenis <strong><a href="http://www.transmediapustaka.com/index.php?option=content&amp;task=view&amp;id=62" target="_blank">Setan Angka</a> </strong>karya <a href="http://www.transmediapustaka.com/content/view/69/" target="_blank">Hans Magnus Enzenberger</a>, karena si pengirim adalah pecinta angka. Tetapi akhirnya tidak jadi heran, karena Totto-chan bercerita tentang pendidikan, dan si pengirim adalah orang pendidikan.</p>
<p>Bukan buku baru, karena cetakan ke-13 saja terbit Nopember 2007. Resensinya sudah banyak tersebar di berbagai media. Apresiasi para pembaca juga sudah banyak diposting di berbagai blog. Tetapi tetap saja ada yang selalu baru membaca lembar demi lembar buku itu.<em> Pertama</em>, saya terpesona dengan Mama Totto-chan. Mama yang besar hati dan bijak. kebanyakan orang tua/ wali murid yang tidak terima kalau anaknya di DO dan dikatakan nakal oleh guru. Dan kebanyakan orang tua akan memohon agar anaknya boleh tetap sekolah disitu. Bijak dengan memilih sekolah yang mungkin bagi orangtua pada masa itu adalah sekolah yang aneh. Sekolah yang hanya mempunyai 50-an siswa dan menggunakan gerbong kereta api sebagai kelas. <em>Kedua, </em>Saya terpesona dengan Totto-chan. Gadis kecil di jendela yang sangat aktif dan kreatif.</p>
<p><em>Ketiga, </em>yang paling membuat saya terpesona membaca buku ini adalah Mr. Kobayashi yang mendirikan Tomoe Gakuen. Entah Konsep pendidikan di Tomoe Gakuen yang sangat indah atau Mr. Kobayashi yang sangat hebat. Saya kira kedua-duanya.</p>
<p>Secara teoritis, kurikulum pendidikan di Indonesia hampir menyerupai dengan Tomoe Gakuen, dengan KBK (Kurikulum Berbasis Kompetensi) yang disempurnakan menjadi KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan).  Tetapi masalahnya kesamaaan itu hanya konsep belaka, prakteknya? Aha &#8230; sepertinya kita masih perlu belajar banyak. Btw, sepertinya akan menjadi OOT bila saya bicara banyak tentang pendidikan, mengingat saya yang masih harus banyak belajar.</p>
<p>====================================================================================================</p>
<p>*Sebagai ucapan terimakasih kepada seorang teman yang telah memberikan buku yang sangat bagus ini kepada saya. Dia yang selalu menyebut saya sebagai teman. walaupun belum pernah bertemu.</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/mezzalena.wordpress.com/73/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/mezzalena.wordpress.com/73/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mezzalena.wordpress.com/73/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mezzalena.wordpress.com/73/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mezzalena.wordpress.com/73/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mezzalena.wordpress.com/73/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mezzalena.wordpress.com/73/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mezzalena.wordpress.com/73/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mezzalena.wordpress.com/73/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mezzalena.wordpress.com/73/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mezzalena.wordpress.com/73/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mezzalena.wordpress.com/73/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mezzalena.wordpress.com&blog=2017577&post=73&subd=mezzalena&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mezzalena.wordpress.com/2008/05/17/totto-chan-hadiah-dari-teman-dan-pendidikan-kita/feed/</wfw:commentRss>
	
		<media:content url="http://a.wordpress.com/avatar/mezzalena-128.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">mezzalena</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mezzalena.files.wordpress.com/2008/05/tottochan.jpg?w=201" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Mimpi</title>
		<link>http://mezzalena.wordpress.com/2008/05/13/mimpi-i/</link>
		<comments>http://mezzalena.wordpress.com/2008/05/13/mimpi-i/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 13 May 2008 14:02:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mezzalena</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Cerpen]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mezzalena.wordpress.com/?p=69</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Ternyata berpura-pura itu melelahkan teman&#8221; Katamu di sore yang kering, tengah Mei. angin kering menampar-nampar wajahmu yang juga kering. Aku tak menjawab, tak juga bertanya. Bukan tak peduli, tapi aku hanya sedang bersabar menungggu kalimatmu yang bersambung, untuk melengkapkan maksudmu. langit hari ini tak berawan, tak ada kepura-puraan, semuanya telanjang, entah aku belum mengerti apa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>&#8220;Ternyata berpura-pura itu melelahkan teman&#8221; Katamu di sore yang kering, tengah Mei. angin kering menampar-nampar wajahmu yang juga kering. Aku tak menjawab, tak juga bertanya. Bukan tak peduli, tapi aku hanya sedang bersabar menungggu kalimatmu yang bersambung, untuk melengkapkan maksudmu. langit hari ini tak berawan, tak ada kepura-puraan, semuanya telanjang, entah aku belum mengerti apa yang kamu maksud dengan kepura-puraan.</p>
<p>&#8220;Selama ini aku bermimpi. mengisi hidupku dengan mimpi. Hidupku adalah mimpi.&#8221; kau menghela napas, lalu bercerita tentang akhir pekanmu yang kacau kemarin.</p>
<p>&#8220;Tahu tidak, tiba-tiba aku seperti mengalami disoerientasi, semuanya terbelah, pecah, aku tidak tahu  harus memilih apa, sedang diriku adalah mimpi&#8221; Kalimatmu terus meluncur, dan aku menyimaknya. Kurasa tidak semua orang akan sabar mendengarkanmu bicara. Kau suka meloncat-loncat.</p>
<p>&#8220;Apakah disoerientasi itu sekacau ini?&#8221; Retoris, kamu bertanya pada diri sendiri.</p>
<p>&#8220;Aku mencoba mengurai semua yang terpintal dihari itu, adakah yang membuat aku sekacau itu?&#8221; katamu,</p>
<p>&#8220;Tidak ada, aku menyelesaikan semua kewajibanku dengan baik, lalu aku sempat bertanya apakah karena aku telah mencairkan bongkahan Es dimatamu siang itu, apakah aku terbawa emosimu?&#8221; kamu mengambil jeda dimataku, mencari sisa-sisa es yang mencair. Ah, semua sudah kering. Sekering udara yang membuat bibirku mengelupas.</p>
<p style="margin-bottom:0;">&#8220;Tahu tidak, aku mencari orang-orang yang bisa menenangkanku, aku mengirim puluhan SMS untuk orang-orang yang tidak datang kepadaku. Ahh,&#8230; saya menangis sendirian.&#8221; Jeritmu.</p>
<p style="margin-bottom:0;">Ah kawan kenapa kamu tidak mencoba memanggilku disaat seperti itu. Aku akan datang memelukmu. Arghh .. mungkin aku bukan siapa-siapa buatmu. Jadi aku tak mencariku untuk ketenanganmu. Mungkin juga kau tak ingat aku saat itu.</p>
<p style="margin-bottom:0;">“Selama ini aku benar-benar terhegemoni oleh <em>The Secret,” </em>Kau menyebutkan judul buku yang belum pernah aku baca.</p>
<p style="margin-bottom:0;">“Aray mengajariku bagaimana bermimpi. Untuk terus berani bermimpi dan berpura-pura bahwa mimpi itu adalah kenyataan.” Kau mencuri napas disela-sela angin yang membelai daun-daun akasia besar yang dari tadi kita sandari.</p>
<p style="margin-bottom:0;">“Dan aku lelah dengan kepura-puraan itu”</p>
<p style="margin-bottom:0;">
<p style="margin-bottom:0;">Huff … Kau menghempaskan nafasmu. Aku masih diam. Bukan tak peduli pada apa yang kau bicarakan. Tahukah kau kawan, begitu juga mimpi. Seperti pengandaian adalah temali yang menjaraki antara harapan dan kenyataan, juga masa lalu*. Akhirnya kalimat itu yang aku pilih untuk menjawabmu.</p>
<p style="margin-bottom:0;">
<p style="margin-bottom:0;">“Aku menghibur diriku, menganggap bahwa mimpiku adalah kenyataan. Biar nanti seperti yang Aray bilang, ketika mimpi itu benar-benar nyata, aku tidak perlu kaget dan gugup harus menempatkanya dimana. “ Di sini kau membuat spasi agak panjang. Seperti menerawang. Aku mengejar matamu yang mulai terbang.</p>
<p style="margin-bottom:0;">
<p style="margin-bottom:0;">“Aku bahkan sudah siap bila mimpi itu datang.”</p>
<p style="margin-bottom:0;">
<p style="margin-bottom:0;">“Tapi ternyata aku sadar kalau aku pura-pura. Aku lelah. Aku capek” seharusnya kau menyandarkan kepalamu dipundakku. Seperti yang sering aku lakukan. Meminjam pundakmu untuk menumpahkan kesahku. Tapi tidak. Kau tak suka membebaniku rupanya. Matamu masih utuh. Tidak ada tanda-tanda akan luruh. Aku suka itu kawan. Kau memang selalu lebih tegar.</p>
<p style="margin-bottom:0;">
<p style="margin-bottom:0;">“Tapi aku benar-benar tidak tahu, siapa aku tanpa mimpi-mimpi itu” Angin kering tengah mei mulai sesak di dadaku rasanya. Udara mendingin. Aku meraih tanganmu. Dengan tanpa kata-kata seperti salam perpisahan mentari pada senja yang mengantarkan mimpi indah buatmu.</p>
<p style="margin-bottom:0;">
<p>&#8220;Hukum tarik-menarik mengatakan bahwa kemiripan menarik kemiripan. Jadi, ketika Anda memikirkan suatu pikiran, Anda juga menarik pikiran-pikiran serupa ke diri Anda**.&#8221; Aku paling suka kalimat ini, Katamu.</p>
<p>=============================================================================================================================</p>
<p>*dikutip dari <a href="http://berahikata.wordpress.com/" target="_blank">Sini</a></p>
<p>**dikutip dari &#8220;The Secret&#8221; Rhonda Byrne</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/mezzalena.wordpress.com/69/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/mezzalena.wordpress.com/69/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mezzalena.wordpress.com/69/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mezzalena.wordpress.com/69/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mezzalena.wordpress.com/69/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mezzalena.wordpress.com/69/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mezzalena.wordpress.com/69/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mezzalena.wordpress.com/69/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mezzalena.wordpress.com/69/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mezzalena.wordpress.com/69/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mezzalena.wordpress.com/69/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mezzalena.wordpress.com/69/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mezzalena.wordpress.com&blog=2017577&post=69&subd=mezzalena&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mezzalena.wordpress.com/2008/05/13/mimpi-i/feed/</wfw:commentRss>
	
		<media:content url="http://a.wordpress.com/avatar/mezzalena-128.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">mezzalena</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Berbagi</title>
		<link>http://mezzalena.wordpress.com/2008/05/10/berbagi/</link>
		<comments>http://mezzalena.wordpress.com/2008/05/10/berbagi/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 10 May 2008 01:32:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mezzalena</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Poem]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mezzalena.wordpress.com/?p=66</guid>
		<description><![CDATA[Kita saling membagi hingga tak peduli sampai kapan matahari akan tetap tenggelam
Karena pembagian sebanyak apapun akan selalu memberi sisa
Kecuali berbagi dengan dirimu sendiri, yang hanya menciptakan sebuah bilangan keakuan &#8217;satu
Tapi teman, &#8230;
Tak seperti angka yang tak habis terbilang
Kadang-kadang angin mengaburkan diriku hingga seperti lenyap
Lalu, sisa apalagi yang bisa ku bagi?
Kecuali penat dan lelah yang keluar [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><a href="http://www.geocities.com/paris/parc/2713/sdd9.html" target="_blank"></a>Kita saling membagi hingga tak peduli sampai kapan matahari akan tetap tenggelam</p>
<p>Karena pembagian sebanyak apapun akan selalu memberi sisa</p>
<p>Kecuali berbagi dengan dirimu sendiri, yang hanya menciptakan sebuah bilangan keakuan &#8217;satu</p>
<p>Tapi teman, &#8230;</p>
<p>Tak seperti angka yang tak habis terbilang</p>
<p>Kadang-kadang angin mengaburkan diriku hingga seperti lenyap</p>
<p>Lalu, sisa apalagi yang bisa ku bagi?</p>
<p>Kecuali penat dan lelah yang keluar sebagai kesah</p>
<p>Dan jawabmu &#8230;</p>
<p>Berjalan denganmu, seperti berjalan kearah barat di waktu pagi hari dalam <a href="http://www.geocities.com/paris/parc/2713/sdd9.html" target="_blank">sajak-sajak Sapardi</a></p>
<p>Kaulah aku, dan aku lah bayang-bayang</p>
<p>Lalu kita melegang beriringan, menari bersama angin</p>
<p>Berbagi sampai pagi tak kabarkan mentari</p>
<p>===================================================================</p>
<p>Notes:</p>
<blockquote><p>Karena pembagian sebanyak apapun selalu memberi sisa<br />
Kecuali berbagi dengan dirimu sendiri, yang hanya menciptakan sebuah bilangan keakuan &#8217;satu</p></blockquote>
<p>Haha &#8230; kalau dirasa-rasain kalimat itu kok ganjil ya? Itu berlaku kalau bilangan yang kita bagi adalah bilangan prima atau satu. Karena kalau bilangan yang kita bagi bukan prima dan bukan satu maka selalu akan ada bilangan lain yang selalu bisa membagi habis bilangan tersebut tanpa sisa.</p>
<p>YupZ! karena ini adalah puisi, maka anggap saja kalimat itu benar, dengan syarat yang kita bagi adalah bilangan prima atau satu.  Karena berbagi disini adalah berbagi tentang diri kita dengan orang lain. Anggap saja diri kita dan orang lain itu saling prima. Tetapi rasanya tidak mungkin karena seperti kata Prof. Driyarkara manusia adalah <strong>Homo homini socius. </strong>Baiklah kita sepakati bahwa yang kita bagi adalah diri kita, dan diri kita adalah satu.</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/mezzalena.wordpress.com/66/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/mezzalena.wordpress.com/66/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mezzalena.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mezzalena.wordpress.com/66/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mezzalena.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mezzalena.wordpress.com/66/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mezzalena.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mezzalena.wordpress.com/66/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mezzalena.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mezzalena.wordpress.com/66/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mezzalena.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mezzalena.wordpress.com/66/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mezzalena.wordpress.com&blog=2017577&post=66&subd=mezzalena&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mezzalena.wordpress.com/2008/05/10/berbagi/feed/</wfw:commentRss>
	
		<media:content url="http://a.wordpress.com/avatar/mezzalena-128.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">mezzalena</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Dari Masalah Permutasi ke Emansipasi</title>
		<link>http://mezzalena.wordpress.com/2008/05/07/dari-masalah-permutasi-ke-emansipasi/</link>
		<comments>http://mezzalena.wordpress.com/2008/05/07/dari-masalah-permutasi-ke-emansipasi/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 07 May 2008 11:35:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mezzalena</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Iseng-iseng Math]]></category>

		<category><![CDATA[kenangaku]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mezzalena.wordpress.com/?p=68</guid>
		<description><![CDATA[
Di pelajaran matematika SMA kita mengenal rumus diatas, yaitu permutasi. Mudahnya permutasi adalah banyaknya cara menyusun n unsur berbeda ke dalam r tempat yang tersedia. Tiba-tiba saja masalah permutasi muncul di pikiran saya, gara-gara teman-teman bingung  menyusun jadwal kerja.
Tadinya tidak menjadi masalah ketika supervisor menyerahkan sepenuhnya pada kita (saya dan rekan-rekan operator Campus Net) [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><img src='http://l.wordpress.com/latex.php?latex=P_%28n%2C+r%29+%3D++%5Cfrac%7Bn%21%7D%7B%28n-r%29%21%7D&amp;bg=fafcff&amp;fg=2a2a2a&amp;s=0' alt='P_(n, r) =  \frac{n!}{(n-r)!}' title='P_(n, r) =  \frac{n!}{(n-r)!}' class='latex' /><br />
Di pelajaran matematika SMA kita mengenal rumus diatas, yaitu permutasi. Mudahnya permutasi adalah banyaknya cara menyusun n unsur berbeda ke dalam r tempat yang tersedia. Tiba-tiba saja masalah permutasi muncul di pikiran saya, gara-gara teman-teman bingung  menyusun jadwal kerja.</p>
<p>Tadinya tidak menjadi masalah ketika supervisor menyerahkan sepenuhnya pada kita (saya dan rekan-rekan operator Campus Net)  tentang pengaturan jadwal kerja. Karena dengan rumus permutasi diatas kita akan mendapatkan banyak sekali cara yang mungkin bisa dilakukan. Marilah kita hitung, Crew campus net ada 7 orang, satu hari ada 6 shift. Ini berarti ada 5040 kemungkinan yang bisa dipilih. sangat fleksibel.</p>
<p>Tetapi ternyata <span id="more-68"></span>hitung-hitungan dan beribu kemungkinan itu justru menjadi hal yang memusingkan. Pasalnya terdapat banyak hal yang menjadikan ke lima ribu empat puluh pilihan itu tidak bisa dipilih dengan sesukanya. Pertama, karena terdapat 2 operator yang berjenis kelamin perempuan yang hanya boleh bekerja di antara pukul 07.00-22.00 WIB, ini berarti OP perempuan hanya punya empat pilihan. Kedua, ada dua <em>job discription </em>buat OP, yaitu yang disebut shift dan sisipan. Shift kerjanya menyangkut tentang billing, front officer, koneksi. Sedangkan Sisipan pekerjaannya adalah yang menyangkut keamanan, kebersihan dan kenyamanan <em>client. </em>Karena pekerjaan sisipan sangat berat, maka operator perempuan hanya diberi tugas memegang shift saja. Ini berarti OP perempuan hanya memiliki 2 pilihan saja. Ketiga, ini yang paling membuat rumit karena status kita semua adalah mahasiswa yang masing-masing mepunyai jadwal kuliah.</p>
<p>Akhirnya tidak ada sama sekali pilihan untuk menukar-nukar jadwal. Semua menjadi sangat ketat. Sehingga untuk tidak masuk tanpa alasan yang sangat penting, menjadi sangat susah. Karena hanya akan menjadi derita bagi rekan yang lain. Sehingga kemarin dalam meeting bersama supervisor ada salah satu rekan yang protes atas kebijakan selama ini,</p>
<p>&#8220;Seharusnya cewek juga harus boleh jadi sisipan, sehingga mudah kalau mau gantian jadwal kalau ada kepentingan yang mendadak, &#8221; kata salah seorang rekan laki-laki. Saya diam. membayangkan bagaimana harus siap jadi sisipan kalau tiba-tiba SPV saya menyetujui hal itu.</p>
<p>&#8220;Katanya zaman emansipasi, ga ada pembedaan cowo sama cewe&#8221; seorang lagi menyambung. Iya juga, kasian para cowok yang jadi korban, harus jaga 12 jam kadang-kadang.</p>
<p>&#8220;Iya, saya setuju, cewek harus mau pegang sisipan, saya bahkan tidak punya hari libur gara-gara mezza cuma bisa pegang shift lima hari, padahal dihari sabtu atau jum&#8217;at dia bisa pegang sisipan dua.&#8221; satu demi satu cowok mengungkapkan kesepakatan mereka bahwa perempuan harus pegang sisipan.</p>
<p>Saya sebagai satu-satunya perempuan yang ikut meeting, diam saja. tidak mencoba membela diri. Biasanya dalam perdebatan seperti ini, mereka akan memojokkan perempuan dengan senjata emansipasi. Perempuan itu sukanya menggembar-gemborkan emansipasi tapi maunya yang enak-enak saja.</p>
<p>Jika keputusan diambil atas dasar suara terbanyak, tentu saja saya kalah. Ternyata kali ini demokrasi sedang tidak berpihak padaku.</p>
<p>&#8220;Di Campus Net cabang lain, perempuan memang boleh jadi sisipan, karena CN lain lantainya tidak bertingkat. Tetapi disini ada lantai 2, bagaimana mungkin mereka harus naik turun sebanyak 10 x 6 jam, jika kita asumsikan setiap user memakai 1 jam dan ada 10 PC dilantai 2, terus bagaimana mungkin mereka harus ngangkat kardus-kardus snack, krat-krat botol shoftdrink dari gundang jika stock habis?&#8221; Saya agak lega mendengar jawaban SPV saya. Dan kulihat wajah-wajah tidak puas atas jawaban itu.</p>
<p>&#8220;Saya memberi peraturan bahwa perempuan tidak boleh menjadi sisipan karena perempuan membawa masa depan generasi bangsa,&#8221; kali ini semuanya terperanjat.</p>
<p>&#8220;Kita tidak seharusnya memperkerjakan perempuan untuk hal-hal yang memberatkan fisik, kalau tenaga kita masih ada kenapa kita harus mengorbankan hal yang lebih besar? Karena perempuan membawa rahim.&#8221;</p>
<p>Semuanya diam. Termasuk saya. Hari itu saya mendapatkan pengertian dari kata toleransi dan emansipasi.</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/mezzalena.wordpress.com/68/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/mezzalena.wordpress.com/68/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mezzalena.wordpress.com/68/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mezzalena.wordpress.com/68/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mezzalena.wordpress.com/68/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mezzalena.wordpress.com/68/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mezzalena.wordpress.com/68/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mezzalena.wordpress.com/68/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mezzalena.wordpress.com/68/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mezzalena.wordpress.com/68/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mezzalena.wordpress.com/68/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mezzalena.wordpress.com/68/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mezzalena.wordpress.com&blog=2017577&post=68&subd=mezzalena&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mezzalena.wordpress.com/2008/05/07/dari-masalah-permutasi-ke-emansipasi/feed/</wfw:commentRss>
	
		<media:content url="http://a.wordpress.com/avatar/mezzalena-128.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">mezzalena</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Rindu Itu &#8230;</title>
		<link>http://mezzalena.wordpress.com/2008/04/30/rindu-itu/</link>
		<comments>http://mezzalena.wordpress.com/2008/04/30/rindu-itu/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 30 Apr 2008 11:47:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mezzalena</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Poem]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mezzalena.wordpress.com/?p=63</guid>
		<description><![CDATA[Kamus bilang hawa rindu itu keinginan untuk bertemu atau harapan
Para pecinta mengatakan bahwa rindu itu perasaan yang sangat menyiksa tapi menyenangkan karena selalu memberi harapan kebahagiaan yang lebih ketika bertemu
Bahkan para sufi hanya hidup bersama kerinduan bertemu dengan-Nya
Baiklah jika kerinduan selalu menawarkan semangat untuk tetap mengharap hari esok
Pun ketika para syuhada&#8217; rindu kematian
Rindu membuat kita [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Kamus bilang hawa rindu itu keinginan untuk bertemu atau harapan</p>
<p>Para pecinta mengatakan bahwa rindu itu perasaan yang sangat menyiksa tapi menyenangkan karena selalu memberi harapan kebahagiaan yang lebih ketika bertemu</p>
<p>Bahkan para sufi hanya hidup bersama kerinduan bertemu dengan-Nya</p>
<p>Baiklah jika kerinduan selalu menawarkan semangat untuk tetap mengharap hari esok</p>
<p>Pun ketika para syuhada&#8217; rindu kematian</p>
<p>Rindu membuat kita rela menunggu hingga senja tak jingga</p>
<p>sampai mentari benar-benar lenyap di batas bumi</p>
<p>Rindu tak punya masa untuk kemudian kadaluwarsa</p>
<p>Karena rindu itu, perasaan paling gombal yang berlaku sepanjang masa</p>
<p>Ada yang setuju?</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/mezzalena.wordpress.com/63/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/mezzalena.wordpress.com/63/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mezzalena.wordpress.com/63/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mezzalena.wordpress.com/63/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mezzalena.wordpress.com/63/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mezzalena.wordpress.com/63/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mezzalena.wordpress.com/63/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mezzalena.wordpress.com/63/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mezzalena.wordpress.com/63/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mezzalena.wordpress.com/63/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mezzalena.wordpress.com/63/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mezzalena.wordpress.com/63/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mezzalena.wordpress.com&blog=2017577&post=63&subd=mezzalena&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mezzalena.wordpress.com/2008/04/30/rindu-itu/feed/</wfw:commentRss>
	
		<media:content url="http://a.wordpress.com/avatar/mezzalena-128.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">mezzalena</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Seperti Kehilangan</title>
		<link>http://mezzalena.wordpress.com/2008/04/29/seperti-kehilangan/</link>
		<comments>http://mezzalena.wordpress.com/2008/04/29/seperti-kehilangan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 29 Apr 2008 11:16:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mezzalena</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Poem]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mezzalena.wordpress.com/?p=61</guid>
		<description><![CDATA[Seperti kehilangan &#8230;
Memang sebenarnya aku tidak pernah memiliki,
sehingga ketiadaan yang tiba-tiba ini tak layak ku namai kehilangan
Aku hanya menyebutnya seperti kehilangan
Ketika aku membuka jendela, dan ku lihat tak ada siapa-siapa di sana
Kau yang biasa menengok sebentar-sebentar sambil nyengir juga tidak ada
Tiba-tiba seperti kerinduan kemarau pada gerimis
Tidak menyenangkan memang
Tiba-tiba merasakan kelegangan diantara hiruk pikuk
Seperti perpisahan seorang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Seperti kehilangan &#8230;</p>
<p>Memang sebenarnya aku tidak pernah memiliki,</p>
<p>sehingga ketiadaan yang tiba-tiba ini tak layak ku namai kehilangan</p>
<p>Aku hanya menyebutnya seperti kehilangan</p>
<p>Ketika aku membuka jendela, dan ku lihat tak ada siapa-siapa di sana</p>
<p>Kau yang biasa menengok sebentar-sebentar sambil nyengir juga tidak ada</p>
<p>Tiba-tiba seperti kerinduan kemarau pada gerimis</p>
<p>Tidak menyenangkan memang</p>
<p>Tiba-tiba merasakan kelegangan diantara hiruk pikuk</p>
<p>Seperti perpisahan seorang diri, kata Dee &#8230;</p>
<p>Perpisahan paling sepi tanpa ada lambaian tangan</p>
<p>Ah, bagaimana mungkin ini sebuah perpisahan</p>
<p>Kita bahkan belum pernah bersua</p>
<p>Apa lagi berjabat tangan dan berkenalan</p>
<p>Tapi sungguh ini seperti kehilangan</p>
<p>Hanya seperti,</p>
<p>Karena ternyata aku tidak pernah memiliki apa-apa</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/mezzalena.wordpress.com/61/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/mezzalena.wordpress.com/61/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mezzalena.wordpress.com/61/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mezzalena.wordpress.com/61/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mezzalena.wordpress.com/61/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mezzalena.wordpress.com/61/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mezzalena.wordpress.com/61/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mezzalena.wordpress.com/61/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mezzalena.wordpress.com/61/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mezzalena.wordpress.com/61/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mezzalena.wordpress.com/61/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mezzalena.wordpress.com/61/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mezzalena.wordpress.com&blog=2017577&post=61&subd=mezzalena&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mezzalena.wordpress.com/2008/04/29/seperti-kehilangan/feed/</wfw:commentRss>
	
		<media:content url="http://a.wordpress.com/avatar/mezzalena-128.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">mezzalena</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Bagaimana Ayah Mengajariku Pacaran?</title>
		<link>http://mezzalena.wordpress.com/2008/04/25/bagaimana-ayah-mengajariku-pacaran/</link>
		<comments>http://mezzalena.wordpress.com/2008/04/25/bagaimana-ayah-mengajariku-pacaran/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 25 Apr 2008 06:14:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mezzalena</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[kenangaku]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mezzalena.wordpress.com/?p=57</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Heran deh &#8230; Perasaan kamu orangnya ga introvert deh, trus kenapa sepertinya ketakutan gitu untuk get closer dengan seseorang? Atau pernah punya trauma ya? Engga deh, kamu ga pernah cerita&#8230; Apa jangan-jangan kamu punya kelainan? Hii &#8230; &#8221; Kata sahabat saya, Fay dengan gayanya yang khas, suatu sore pas duduk-duduk bareng. Spontan saya ngakak. &#8220;Ya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>&#8220;Heran deh &#8230; Perasaan kamu orangnya ga <em>introvert</em> deh, trus kenapa sepertinya ketakutan gitu untuk <em>get closer</em> dengan seseorang? Atau pernah punya trauma ya? Engga deh, kamu ga pernah cerita&#8230; Apa jangan-jangan kamu punya kelainan? Hii &#8230; &#8221; Kata sahabat saya, <a href="http://fayray.wordpress.com/" target="_blank">Fay</a> dengan gayanya yang khas, suatu sore pas duduk-duduk bareng. Spontan saya ngakak. &#8220;Ya ga lah.. emang saya apaan?&#8221;.</p>
<p>Karena kemungkinan pertama sepertinya tidak benar, karena semua orang tau saya tidak <em>introvert</em>. Terus kemungkinan trauma juga rasanya tidak pernah. Lalu apakah kemungkinan ketiga yang benar?</p>
<p>Sedang ngomongin apa ya? Mmmm &#8230;. entah, suatu sore di ngobrol-ngobrol santai tiba-tiba membahas tentang saya yang selalu memilih menjauhi seorang teman (cowok) yang mencoba mendekat <span style="text-decoration:line-through;">(halah .. kalimatnya susah</span>). Lalu saya juga akhirnya berpikir, Iya ya.. jangan saya tidak normal. Hiks.</p>
<p><span id="more-57"></span></p>
<p>Tiba-tiba saya teringat waktu kecil. Saya lebih suka bermain kelereng dari pada boneka. Suka bergelantungan di atas pohon jambu biji belakang rumah ketika main petak umpet. Suka memakai celana pendek. Semua ini selalu membuat ayah marah. Mengambil penggaris kayu yang panjangnya satu meter. Penggaris untuk mengukur kain. Kemudian memasang wajah galaknya. Lalu saya sigap turun dengan melompat kemudian melarikan diri. Masuk ke dalam rumah lewat pintu depan kemudian keluar lewat pintu belakang <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_mrgreen.gif' alt=':mrgreen:' class='wp-smiley' /> . Begitu seterusnya, sampai akhirnya masuk kamar dan mengunci diri dengan segenap perasaan bersalah. Kenapa saya yang masih kecil merasa bersalah?</p>
<p>Setidaknya karena Ayah marah. Ayah selalu marah, dan kata Ibu itu karena saya salah. Baiklah, apa kesalahan saya?. Jika saya lebih suka main kelereng, itu tidak masalah, kata Ibu. Tetapi kalau saya sampai memakai celana pendek dan manjat pohon &#8230; nah ini yang tidak boleh. Kata beliau itu menyerupai anak laki-laki. Karena saya anak perempuan, maka saya harus memakai pakaian anak perempuan dan bertingkah laku sebagai perempuan. O iya, sepertinya ada yang ganjil. Kalau memang Orang tua saya tidak menghendaki saya memakai  celana pendek kenapa mereka memberikan saya celana pendek?? Tentu saja tidak. Ibu saya tidak pernah membelikan saya celana pendek. Kaos yang mirip dengan anak laki-laki juga tidak. Lalu darimana saya memakai celana pendek? Karena waktu kecil Ayah saya memiliki usaha konveksian yang salah satu produksinya adalah celana pendek untuk anak-anak, saya mengambilnya saja. Hehehe <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_mrgreen.gif' alt=':mrgreen:' class='wp-smiley' /> .</p>
<p>YupZ, Sejak kecil (Usia pra TK), orang tua saya sudah mengenalkan perbedaan gender pada saya. Saya harus memahami bahwa saya adalah seorang anak perempuan. Bahwa Budi, anak tetangga sebelah yang seusia saya adalah anak laki-laki. Kita memiliki segala bentuk yang berbeda. Lalu, karena saya perempuan saya tidak boleh meniru Budi.</p>
<p>Ketika saya SD, Ayah mengajari saya untuk berteman dengan anak perempuan saja. Bukan dengan kata-kata. Tetapi, ketika saya masih suka main kelereng yang nota bene lawan mainnya adalah anak laki-laki maka Ayah selalu memanggil saya untuk pulang. Kemudian Ibu hanya bilang &#8220;Main saja dengan mbakmu di rumah, main pasaran atau boneka.&#8221; Selalu seperti itu. Lalu saya bertanya &#8220;Bu, kenapa sih saya ga boleh main sama Budi, sama Kiki, juga sama Wahab?&#8221; Kemudian Ibu tersenyum. &#8220;Kamu kan perempuan sayang, ya harus main dengan perempuan&#8221;. Lalu saya seperti malu kalau ketahuan main dengan anak laki-laki. Karena merasa bersalah. Tidak menuruti kata Bunda dan Ayah. Yang berarti melanggar peraturan. Yang berarti dosa. Hanya itu yang saya tahu.</p>
<p>Lalu, ketika saya SMP, karena yang saya yakini adalah tabu perempuan main dengan laki-laki, maka saya tidak memilih berteman dengan anak laki-laki.  Bagi saya laki-laki adalah saingan. Musuh. Kaum yang diciptakan untuk saling bertanding. Dan saya tidak mau jadi yang kalah.  Yang namanya musuh maka agenda bertemunya adalah berperang. Tidak berteman. Adu kepentingan.</p>
<p>Itu riwayat masa kecil. Sekarang sih biasa saja. Banyak berteman dengan cowok. Bahkan teman-temanku banyak yang cowok. Alasannya mereka lebih realistis, ga suka ngegosip, dan ga sensitif. Tapi karena mungkin background masa kecil yang seperti itu, saya masih meyakini bahwa berhubungan dengan manusia yang tidak sejenis dengan kita itu sebatas kepentingan saja. Banyak sekali penggaris yang harus terus dipegang untuk meluruskan garis yang telah didoktrinkan pada saya sejak kecil.</p>
<p>Kenapa penggaris? karena Ayah mengajari saya pacaran dengan menggunakan penggaris. ??? Saat saya memakai celana pendek dan beliau marah. Saat itu saya dikenalkan pada etika bahwa saya adalah perempuan. Bahwa ada makhluk lain bernama laki-laki. Bahwa ada aturan antara perempuan dan laki-laki. Mungkin inilah jawaban saya atas pertanyaan Fay. Saya tidak <em>introvert, </em>Saya juga tidak memiliki trauma, dan saya normal-normal saja. Tapi penggaris ayah masih harus selalu saya pegang.</p>
<p>Ahh .. jadi kacau. Segini dulu saja deh. Jadi kangen Ayah, Ibu &#8230; All my lovely family &#8230;. Ahh .. Aku pulang&#8230; ]</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/mezzalena.wordpress.com/57/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/mezzalena.wordpress.com/57/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mezzalena.wordpress.com/57/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mezzalena.wordpress.com/57/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mezzalena.wordpress.com/57/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mezzalena.wordpress.com/57/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mezzalena.wordpress.com/57/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mezzalena.wordpress.com/57/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mezzalena.wordpress.com/57/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mezzalena.wordpress.com/57/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mezzalena.wordpress.com/57/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mezzalena.wordpress.com/57/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mezzalena.wordpress.com&blog=2017577&post=57&subd=mezzalena&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mezzalena.wordpress.com/2008/04/25/bagaimana-ayah-mengajariku-pacaran/feed/</wfw:commentRss>
	
		<media:content url="http://a.wordpress.com/avatar/mezzalena-128.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">mezzalena</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ganti Cerewet Rp. 1000,-</title>
		<link>http://mezzalena.wordpress.com/2008/04/20/ganti-cerewet-rp-1000/</link>
		<comments>http://mezzalena.wordpress.com/2008/04/20/ganti-cerewet-rp-1000/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 20 Apr 2008 12:38:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mezzalena</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[kenangaku]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mezzalena.wordpress.com/?p=54</guid>
		<description><![CDATA[Idealnya seorang pelayan publik adalah selalu ramah, selalu senyum dan tidak pernah lupa mengucapkan terimakasih. Berbicara dengan sopan dan halus, tidak pernah lupa mengawali dengan permisi, maaf, tolong, dsb. Satu lagi eye contact harus tetap dijaga, untuk menunjukkan bahwa kita menganggap bahwa lawan bicara kita sangat penting. Setidaknya itu adalah pelajaran yang saya peroleh selama [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Idealnya seorang pelayan publik adalah selalu ramah, selalu senyum dan tidak pernah lupa mengucapkan terimakasih. Berbicara dengan sopan dan halus, tidak pernah lupa mengawali dengan permisi, maaf, tolong, dsb. Satu lagi <em>eye contact </em>harus tetap dijaga, untuk menunjukkan bahwa kita menganggap bahwa lawan bicara kita sangat penting. Setidaknya itu adalah pelajaran yang saya peroleh selama menjadi operator <em>(front liner)</em> di Campus Net.</p>
<p>Tetapi kadang-kadang ada user yang menguji keramahan kita (saya). Satu contoh misalnya, ada user yang minta dikirimkan email lewat komputer billing, dengan alasan terburu-buru dan tidak mau login. Padahal teks nya panjang, Tentu saja saya harus mengetiknya. Disamping itu, banyak sekali user yang keluar masuk. Restart-Unlock-Bayar-kembalian. Dan yang minta dikirimkan emailnya minta cepat. Padahal diawalnya sudah saya sarankan untuk Login dan mengirim sendiri. Tentu saja lebih cepat, karena tidak ada user yang mengganggunya. Tetapi karena keramahan adalah kewajiban, maka kita tetap saja bilang, &#8220;maaf ya pak, sebentar&#8230; &#8221; dengan tetap tersenyum. Walaupun senyum itu dibalas dengan muka asam. Ugh &#8230; ini hanya satu contoh.<span id="more-54"></span></p>
<p>Suatu sore, penjaga Video Ezzy &#8220;Original VCD Rental&#8221;, yang kebetulan bersebelahan dengan Campus Net, main-main. Tiba-tiba duduk di sebelah saya, dan bercerita. Agaknya dia baru saja dibuat kesal sama customernya. &#8220;Kerja kayak gini emang harus full senyum, ga boleh sakit hati, sabar. Meskipun customernya cerewet minta ampun. Tapi tetap saja kita harus menjawabnya dengan ramah,&#8221; katanya panjang lebar. Sementara dia terus bercerita meluapkan kejengkelannya, Saya hanya mendengar saja.  kemudian dia berhenti sendiri.</p>
<p>&#8220;Kamu pernah ga sih jenuh gitu, harus masang senyum terus?&#8221; tanyanya.</p>
<p>&#8220;Ya iya lah&#8230; namanya juga manusia, kadang-kadang juga jenuh,&#8221; Jawabku.</p>
<p>&#8220;Customer emang kadang-kadang ga tau kalo sebenernya kita juga manusia. hargai dikit dong &#8230; &#8221; katanya lagi.</p>
<p>&#8220;Ough, minta dihargai ya?&#8221; tanyaku. &#8220;Mau dihargai berapa? seribu cukup ga?&#8221;</p>
<p>Kemudian saya gantian bercerita. Suatu hari ada user yang minta print. Formatnya excel. Minta dieditkan sekalian. Cukup banyak dan cukup rumit. Setelah jadi dan saya print, ternyata &#8230;</p>
<p>&#8220;Wahhh &#8230; kurang mba, Ini ditambahin lagi, ini geser kesini, ini harusnya gini, fontnya kekecilan, bla bla bla&#8221;</p>
<p>&#8220;O iya mbak sheet satu digabung sama sheet dua ya, jadi satu halaman&#8221;</p>
<p>Dengan banyak intruksi dan suguhan muka asam dari si Bapak, akhirnya selesai juga. Mencoba memberikan pelayanan yang terbaik. Tetapi masih saja balasannya, kecut. Ughhh &#8230;</p>
<p>&#8220;Berapa mba?&#8221; tanya pake sinis</p>
<p>&#8220;Empat ribu pak&#8230; &#8221; jawabku masih dengan prosedur, tetap manis dan full senyum (<em>Cieee&#8230;.</em>).</p>
<p>Si Bapak menyodorkan lembaran lima ribuan.</p>
<p>&#8220;Terimakasih pak&#8221; ucap saya sambil menyodorkan kembalian.</p>
<p>&#8220;Seribu buat mbaknya aja, sebagai ganti cerewet saya&#8221; ucap si Bapak hendak keluar.</p>
<p>Wew &#8230;</p>
<p>&#8220;Oh tidak pak, terimakasih&#8221; Kali ini senyumku benar-benar lip service yang terpaksa. Prosedur. <span style="text-decoration:line-through;">Merasa terhina</span>. Hiks&#8230; Masa semua itu dihargai seribu &#8230; Murah benar???</p>
<p>Ahhh &#8230;. Sebagai seorang pelayan publik, kita memang harus tahu bahwa publik adalah raja. Melayani raja sepenuh hati adalah kewajiban kita. Tapi sebagai sesama manusia juga, ternyata kita bisa tersinggung. Apalagi jika keikhlasan dan kesabaran kita hanya dihargai dengan selembar uang seribu rupiah.</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/mezzalena.wordpress.com/54/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/mezzalena.wordpress.com/54/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mezzalena.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mezzalena.wordpress.com/54/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mezzalena.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mezzalena.wordpress.com/54/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mezzalena.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mezzalena.wordpress.com/54/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mezzalena.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mezzalena.wordpress.com/54/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mezzalena.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mezzalena.wordpress.com/54/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mezzalena.wordpress.com&blog=2017577&post=54&subd=mezzalena&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mezzalena.wordpress.com/2008/04/20/ganti-cerewet-rp-1000/feed/</wfw:commentRss>
	
		<media:content url="http://a.wordpress.com/avatar/mezzalena-128.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">mezzalena</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Trus Karya Tataning Bumi Part 2</title>
		<link>http://mezzalena.wordpress.com/2008/04/11/trus-karya-tataning-bumi-part-2/</link>
		<comments>http://mezzalena.wordpress.com/2008/04/11/trus-karya-tataning-bumi-part-2/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 11 Apr 2008 12:24:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mezzalena</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<category><![CDATA[kenangaku]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mezzalena.wordpress.com/?p=46</guid>
		<description><![CDATA[

ml-yono Berkata:
April 11, 2008 pada 8:00 am e
jepara oh jepara, ya ultah kemarin di meriahkan dari AKPOL di alun-alun jepara,setelah upacara selesai di lanjutkan dengan atraksi dari akpol &#38; drumbend keliling kota yang sangat meriah.
Mungkin ini posting telat. Hari jadi kota Jepara sudah dirayakan kemarin. Sayang sekali saya tidak sedang berada di Jepara, maka saya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><img class="alignleft size-medium wp-image-51" src="http://mezzalena.files.wordpress.com/2008/04/mantingan1.jpg?w=165&h=123" alt="" width="165" height="123" /></p>
<blockquote>
<p class="MsoNormal"><cite><a rel="external nofollow" href="http://ml-yono.blogspot.com/">ml-yono</a></cite> Berkata:<br />
<a href="http://mezzalena.wordpress.com/2008/04/01/trus-karya-tataning-bumi/#comment-163">April 11, 2008 pada 8:00 am</a> <a title="Sunting komentar" href="http://mezzalena.wordpress.com/wp-admin/comment.php?action=editcomment&amp;c=163">e</a></p>
<p>jepara oh jepara, ya ultah kemarin di meriahkan dari AKPOL di alun-alun jepara,setelah upacara selesai di lanjutkan dengan atraksi dari akpol &amp; drumbend keliling kota yang sangat meriah.</p></blockquote>
<p class="MsoNormal">Mungkin ini posting telat. Hari jadi kota Jepara sudah dirayakan kemarin. Sayang sekali saya tidak sedang berada di Jepara, maka saya hanya bisa ikut perayaan itu dengan cara saya sendiri. Disini. Meskipun telat.</p>
<p class="MsoNormal">Mungkin pembaca yang budiman merasa janggal dengan foto di atas. Kenapa bercerita tentang hari jadi kota Jepara di awali dengan foto gapura sebuah makam?? Saudara-saudara yang sudah pernah berkunjung ke sana pasti tahu kalau Gapura makam itu adalah makam Ratu Kalinyamat dan Suaminya, Sunan Hadirin, yang berada di Mantingan, 5 km arah selatan dari pusat kota Jepara.</p>
<p><span id="more-46"></span></p>
<p class="MsoNormal">Lalu hubungan Ratu Kalinyamat dengan hari jadi jepara? Seperti di <a href="http://mezzalena.wordpress.com/2008/04/01/trus-karya-tataning-bumi/#comment-163" target="_blank">postingan sebelumnya</a>, bahwa hari jadi kota Jepara itu ditetapkan berdasarkan hari dimana Ratu Kalinyamat dinobatkan sebagai penguasa Jepara pada 10 April 1549, yang ditandai dengan candra sengkala <em>Trus Karya Tataning Bumi, </em>yang berarti &#8220;Terus berkarya membangun daerah.&#8221;</p>
<p class="MsoNormal">***</p>
<p class="MsoNormal">Tentang makam itu, selain menyimpan sejarah Jepara, juga menyimpan sejarah tersendiri bagi saya.</p>
<p class="MsoNormal">2 April 2005, Hari itu Sabtu. Saya masih duduk di bangku Madrasah Aliyah. Adalah hari tenang persiapan Ujian Akhir Sekolah (UAS) hari seninnya. Semua Mata Pelajaran sudah rampung. Tapi semua wajah kami menunjukkan ketegangan yang luar biasa. Tiba-tiba guru matematika saya masuk kelas dengan membawa beraneka ragam jajan pasar. Duduk dengan tenang, dan mengucap salam. Kemudian beliau berceramah panjang. Tentang arti Do’a dan Qadha Qadar. Tata cara berdo’a dan sebagainya. Ada do’a secara langsung, ada juga do’a dengan cara berwasilah. Beliau juga menerangkan tentang ziarah kubur. Tentang keberadaan Ruh yang telah meninggal dunia.</p>
<p class="MsoNormal">Intinya ceramah itu adalah pengantar untuk mengajak kita berwasilah membaca manaqib. Hari itu saya, dan semua teman-teman melihat sosok yang lain dalam wajah guru matematika kami. Biasanya kami mengenal beliau lebih dekat dengan rumus-rumus dan bilangan-bilangan. Ternyata beliau mempunyai pengalaman spiritual yang banyak. Mengakhiri acara do’a bersama siang itu, Guru matematika kami menawarkan barang siapa yang tertarik berziarah ke makam Ratu Kalinyamat dan suaminya Sunan Hadirin, maka beliau dengan bersenang hati mengantarkan kesana. Karena kebetulan rumah beliau di depan makam Sunan Hadirin.</p>
<p class="MsoNormal">“Mungkin suatu hari nanti, ketika kalian sudah lulus, dan akan berziarah ke makam sunan Hadirin jangan lupa main ke rumah saya. Nanti saya antar kalian kesana. Kita berdo’a bersama.” Itu kalimat yang terakhir sebelum mengucap salam dan keluar meninggalkan kelas.</p>
<p class="MsoNormal">****</p>
<p class="MsoNormal">Hari itu tanggal 9 April, ketika kami menyelesaikan UAS kami dengan baik. Bapak Kepala Sekolah meminta kami untuk berkumpul di aula sebelum pulang. Beliau menyampaikan banyak hal. Yang paling saya ingat adalah :</p>
<p class="MsoNormal">&#8220;Marilah kita berdo&#8217;a bersama karena satu Bapak kita sedang terkena musibah,&#8221; Bapak kepala Sekolah mengambil jeda di kalimat ini.</p>
<p class="MsoNormal">Kami saling berpandangan.</p>
<p class="MsoNormal">&#8220;Senin kemarin pak Subur, guru matematika kita mengalami kecelakaan. Hingga hari ini beliau masih belum koma,&#8221; Beliau mengambil nafas. Seperti sesak.</p>
<p class="MsoNormal">Kami tercekat. Betapa kabar itu benar-benar jadi rahasia bagi kami selama sekian hari. Kami memang sempat mendengar kabar musibah itu, tapi kami kira itu hanya kecelakaan kecil. Bahkan kami sempat bergurau &#8220;Pak subur kecelakaan? paling juga lecet doang &#8230; kan katanya orang yang pinter fisika kalau naik motor ga akan kecelakaan, sudah di perhitungkan GLB dan GLBBnya, &#8230; kan Pak Subur pasti pinter fisika.&#8221; Itu gurauan kami. Karena tidak mengira bahwa beliau separah itu, kami bahkan sempat bercanda. Mengirim SMS ke HP beliau yang isinya &#8216; Pak katanya kecelakan ya? Cepat sembuh ya pak &#8230; sory ga bisa nengok, kita lagi ujian&#8217;.</p>
<p class="MsoNormal">&#8220;Mari kita berdo&#8217;a bersama, semoga keadaan beliau cepat sembuh. Bisa kembali berada di tengah-tengah kita.&#8221; Lalu kami berdoa bersama.</p>
<p>Kemudian saya pulang dengan gontai. Meskipun Bapak Kepala Sekolah sempat mengatakan kalau UAN (Sekarang UN) akan diundur hingga bulan mei, tapi rasanya itu bukan berita yang baik. Baru beberapa menit masuk rumah, tiba-tiba ada sms:</p>
<p>&#8220;Innalillahi wa inna ilaihi rajiuun, telah kembali ke Rahmatullah, Bapak guru metematika kita tercinta siang ini, akan dimakamkan sore ini juga di makam Sunan Mantingan.&#8221;</p>
<p>Saya tidak ingat siapa yang mengirimkannya. Karena kemudian saya langsung pusing hendak pingsan. Sampai teman-teman berkumpul di rumahku, kita berangkat bersama-sama ke Mantingan (rumah beliau). Kalimat terakhir beliau terus terngiang sepanjang perjalanan.</p>
<p>Kemudian, &#8230;. saya tidak bisa meneruskan cerita ini. Karena ternyata, rasa kehilangan itu masih sesak disini. Saya mohon pada pembaca semua, untuk berdo&#8217;a bersama semoga Beliau tenang disisi-Nya, diterima semua amal perbuatanya, Amin.  ================================================================  Gambar diambil dari <a href="http://ml-yono.blogspot.com/" target="_blank">sini</a></p>
<p>Tentang Wasilah bisa dibaca di <a href="http://www.nu.or.id/page.php?lang=id&amp;menu=news_view&amp;news_id=9992" target="_blank">sini</a></p>
<p class="MsoNormal">
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/mezzalena.wordpress.com/46/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/mezzalena.wordpress.com/46/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mezzalena.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mezzalena.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mezzalena.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mezzalena.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mezzalena.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mezzalena.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mezzalena.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mezzalena.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mezzalena.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mezzalena.wordpress.com/46/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mezzalena.wordpress.com&blog=2017577&post=46&subd=mezzalena&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mezzalena.wordpress.com/2008/04/11/trus-karya-tataning-bumi-part-2/feed/</wfw:commentRss>
	
		<media:content url="http://a.wordpress.com/avatar/mezzalena-128.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">mezzalena</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mezzalena.files.wordpress.com/2008/04/mantingan1.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Incomplete</title>
		<link>http://mezzalena.wordpress.com/2008/04/10/incomplete/</link>
		<comments>http://mezzalena.wordpress.com/2008/04/10/incomplete/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 10 Apr 2008 12:08:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mezzalena</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Poem]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mezzalena.wordpress.com/?p=50</guid>
		<description><![CDATA[Berkali-kali aku menghitung bilangan jam di dinding
Kupikir masih sama seperti kemarin
Jarumnya masih juga sempurna berkeliling
Melingkari detik-detik yang juga masih sama
Tapi rasanya matahari lebih cepat terbenam untuk kemudian bergegas terbit lagi
Sebelum aku sempat mengucap selamat malam, ternyata pagi pun sudah pergi
Seperti ada yang hilang di antara  bilangan-bilangan itu
Rasanya aku ingin mengambil lagi waktu yang berlebihan kemarin
Ternyata [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Berkali-kali aku menghitung bilangan jam di dinding</p>
<p>Kupikir masih sama seperti kemarin</p>
<p>Jarumnya masih juga sempurna berkeliling</p>
<p>Melingkari detik-detik yang juga masih sama</p>
<p>Tapi rasanya matahari lebih cepat terbenam untuk kemudian bergegas terbit lagi</p>
<p>Sebelum aku sempat mengucap selamat malam, ternyata pagi pun sudah pergi</p>
<p>Seperti ada yang hilang di antara  bilangan-bilangan itu</p>
<p>Rasanya aku ingin mengambil lagi waktu yang berlebihan kemarin</p>
<p>Ternyata sisa itu  berlalu, hilang</p>
<p>Kurang juga berlalu</p>
<p>Lalu,</p>
<p>Aku berkeliling mencari tukang jam yang bisa memperpanjang waktu</p>
<p>Sekedar untuk merasakan udara satu-satu</p>
<p>Menunaikan janji atas nafas itu</p>
<p>****************************************************************************************************************</p>
<p>I&#8217;m Sorry for being lazzy.</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/mezzalena.wordpress.com/50/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/mezzalena.wordpress.com/50/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mezzalena.wordpress.com/50/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mezzalena.wordpress.com/50/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mezzalena.wordpress.com/50/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mezzalena.wordpress.com/50/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mezzalena.wordpress.com/50/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mezzalena.wordpress.com/50/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mezzalena.wordpress.com/50/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mezzalena.wordpress.com/50/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mezzalena.wordpress.com/50/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mezzalena.wordpress.com/50/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mezzalena.wordpress.com&blog=2017577&post=50&subd=mezzalena&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mezzalena.wordpress.com/2008/04/10/incomplete/feed/</wfw:commentRss>
	
		<media:content url="http://a.wordpress.com/avatar/mezzalena-128.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">mezzalena</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>