<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Lilin Kecil</title>
	<atom:link href="http://mezzalena.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://mezzalena.wordpress.com</link>
	<description>Sekedar Belajar Hidup</description>
	<lastBuildDate>Wed, 11 Jan 2012 15:35:19 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='mezzalena.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Lilin Kecil</title>
		<link>http://mezzalena.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://mezzalena.wordpress.com/osd.xml" title="Lilin Kecil" />
	<atom:link rel='hub' href='http://mezzalena.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Mimpi yang Sempurna</title>
		<link>http://mezzalena.wordpress.com/2011/12/30/mimpi-yang-sempurna/</link>
		<comments>http://mezzalena.wordpress.com/2011/12/30/mimpi-yang-sempurna/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 30 Dec 2011 18:10:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Rahma Mauhibah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berbagi]]></category>
		<category><![CDATA[cerita]]></category>
		<category><![CDATA[Cinta lagi]]></category>
		<category><![CDATA[cn]]></category>
		<category><![CDATA[curhat lagi]]></category>
		<category><![CDATA[kenangaku]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mezzalena.wordpress.com/?p=631</guid>
		<description><![CDATA[Wisma Dinkes Ambarawa, 31 Desember 2008. Tiba-tiba saja saya teringat hari itu. Kurang sehari lagi, hari itu akan genap membilang 3 tahun berlalu. Hari itu saya adalah mahasiswa semester 5 dan salah satu karyawan Campusnet &#8211;warnet besar di Semarang. Kenapa di Ambarawa? Ceritanya sedang ada acara yang diadakan Campusnet yang bertempat di Ambarawa. Acaranya tentang &#8230; <a href="http://mezzalena.wordpress.com/2011/12/30/mimpi-yang-sempurna/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mezzalena.wordpress.com&amp;blog=2017577&amp;post=631&amp;subd=mezzalena&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Wisma Dinkes Ambarawa, 31 Desember 2008. Tiba-tiba saja saya teringat hari itu. Kurang sehari lagi, hari itu akan genap membilang 3 tahun berlalu. Hari itu saya adalah mahasiswa semester 5 dan salah satu karyawan Campusnet &#8211;warnet besar di Semarang. Kenapa di Ambarawa? Ceritanya sedang ada acara yang diadakan Campusnet yang bertempat di Ambarawa. Acaranya tentang refleksi akhir tahun dan resolusi tahun baru. Kami disuruh membawa foto-foto tentang orang yang paling berarti dalam hidup kita. Banyak dari kami yang membawa foto-foto keluarga, foto pacar, foto sahabat, dll. Dari foto-foto itu, kami harus menuliskan diskripsi singkat tentang foto itu.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p><img class="aligncenter" src="http://a7.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash4/404467_2148672015897_1819242564_1512206_488527880_n.jpg" alt="" /></p>
<p style="text-align:justify;">Saat itu saya hanya membawa foto seseorang di depan menara Eiffel. Deskripsinya sangat singkat: Dia sahabat, yang mengenalkan pada saya tentang mimpi, harapan, cita-cita dan cinta. So sweet ya? <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> . Dulu saya hanya mengambil foto itu dari blognya. Ijin lewat sms untuk memprint fotonya dan membawanya untuk tugas. Tentu saja dia bertanya-tanya kenapa saya memilih fotonya. Hahay, saat itu cinta masih samar-samar ya sayang <img src='http://s2.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' /> . Sementara dalam hati saya membatin, kenapa saya memilih fotonya, karena dia termasuk resolusi besar saya di tahun baru yang akan datang, 2009. Saya harus bertemu dengannya, dan memperjelas hubungan kami. <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Kembali ke acara refleksi dan resolusi tahun baru 3 tahun lalu. Kami diminta menuliskan resolusi untuk tahun yang akan datang. 1 tahun ke depan, 2 tahun ke depan, 5 tahun ke depan sampai 10 tahun ke depan. Tidak mudah memang merencanakan akan menjadi apa kita di tahun-tahun berikutnya. Kenapa tidak mudah? Bukankah kita cukup menulis rencana? Karena rencana itu tak ada artinya tanpa usaha mewujudkannya. Dan rencana itu tidak realistis tanpa melihat potensi yang kita miliki. Maka saat itu saya menulis Resolusi besar saya untuk:</p>
<ol style="text-align:justify;">
<li>1 tahun kedepan: saya akan bertemu dengan seseorang dan memperjelas hubungan kami. <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />  (Ini resolusi paling tak masuk akal <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> ).</li>
<li>2 tahun ke Depan: menjadi sarjana yang lulus dengan nilai <em>cum laude</em> dan menjadi wisudawan terbaik. Berkarier untuk bidang yang saya sukai (menjadi guru atau dosen), belajar untuk menerbitkan buku, melanjutkan studi S2.</li>
<li>5 tahun ke depan: menjadi seorang Istri, Ibu dan wanita karier. Menulis setidaknya 5 buku best seller.</li>
<li>10 tahun ke depan: saya adalah orang paling bahagia dengan suami dan anak-anak yang saya cintai dan mencintai saya.</li>
</ol>
<p style="text-align:justify;">Apakah saat itu saya benar-benar realistis dengan harapan-harapan saya? Miris, saya belum begitu yakin. Masa depan bagi saya saat itu masih terlalu buram. Remang-remang. Saat itu yang paling jelas hanyalah 1 hal: saya mahasiswa semester 5 yang ingin lulus di semester 8 dengan nilai terbaik. Belum ada bayangan bisakah saya mewujudkan cita-cita saya, jadi guru atau dosen, menjadi penulis (apalagi best seller?), melanjutkan studi sampai jenjang paling tinggi dan juga saya belum tahu kapan akan menikah. Saya belum bisa memastikan. Saya hanya bisa mengatakan resolusi-resolusi itu mungkin hanya mimpi yang terlalu indah. Terlalu sempurna.</p>
<p style="text-align:justify;">ari-hari berjalan, hingga saya sudah melupakan resolusi yang hanya seperti mimpi itu. Tapi, benar saja, resolusi pertama saya terwujud di 2009. Bertemu dengan seseorang yang ada di depan menara Eiffel itu. Memperjelas hubungan kami (I do love you ya sayang :*).</p>
<p style="text-align:justify;">Di dua tahun setelahnya saya benar-benar menyelesaikan studi saya dengan nilai yang sangat memuaskan. Yang lebih tak terduga, kado terindah sepanjang hidup saya, saya menikah sepuluh hari sebelum wisuda. 2010, tahun bagi kehidupan baru kami. Benar-benar dia &#8212;seseorang di depan menara eiffel itu adalah cita-cita saya yang terwujud. Impian yang jadi kenyataan. Terima kasih sayang :*.</p>
<p style="text-align:justify;">Sejak saat itu mimpi saya berganti. Saya hanya ingin menjadi istri yang selalu menyenangkan hati suami, mendampinginya di semua saat yang akan kami lalui, menjadi Ibu bagi anak-anak kami. Mendedikasikan seluruh waktu untuk kebahagian mereka. Tentang karier? Itu nomor sekian dan saya sudah lupa. Tentang studi sampai jenjang paling tinggi, ah, itu mungkin nanti. <strong>Bukankah tidak ada studi yang mempelajari tentang bagaimana menjadi Ibu Rumah Tangga yang baik? Sebenar-benarnya belajar menjadi Ibu rumah tangga adalah menjalaninya dengan sebaik mungkin, setuju?</strong></p>
<p style="text-align:justify;"> Tahun ini adalah tahun ketiga dari resolusi konyol saya itu. Sudah lama saya lupa. Sampai tadi pagi, saya dikejutkan dengan telepon yang memberitahukan bahwa buku kami akan dicetak ulang (cetakan pertama Juli 2011). Ini benar-benar kejutan. Benar-benar berita gembira. Angka yang cukup fantastis bagi saya (pemula dalam menulis) untuk bisa menembus cetak ulang dalam waktu 6 bulan. Apakah buku kami laku? <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align:justify;"> Kejutan ini mengingatkan saya pada resolusi ketiga saya 2008 lalu. &#8220;5 tahun ke depan: menjadi seorang Istri, Ibu dan wanita karier (<em>ini sudah saya delete, saya lebih suka berkarir jadi Ibu rumah tangga</em>) dan menulis setidaknya 5 buku best seller&#8221;. Ok, sekarang <strong>saya adalah seorang istri dari suami terbaik di seluruh dunia, seorang Ibu dari bidadari cantik di Surga, seorang wanita yang mulai berkarir menjadi guru dan penulis.</strong> Tinggal <em>wait and see</em>, 2 tahun lagi apakah saya sudah menulis sedikitnya 5 buku untuk menjadi <em>best seller</em>? Semoga jumlah itu realistis untuk diwujudkan, dan saya bisa menulis lebih banyak. Amiiiin.</p>
<p style="text-align:justify;"> Ini mimpi saya, mimpi yang sempurna. Perlahan-lahan terwujud. Yang buram, kini terang. Terima kasih suamiku sayang, kau adalah cita-cita yang terwujud, membawa saya terbang menjemput impian-impian yang lebih indah.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Saya percaya mimpi, kalian?</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">#Cerita ini ditulis sebagai refleksi akhir tahun 2011, tahun yang berat bagi kami, ketika kami harus berpisah sementara demi cita-cita yang indah, kehilangan bidadari kami, dan cobaan-cobaan lain. Semoga cukup, tahun ini menjadi tahun terberat dalam kehidupan kami. Ada tahun-tahun cerah menanti kami. Masih banyak mimpi yang ingin kami wujudkan, iyakan sayang?</p>
<br />Filed under: <a href='http://mezzalena.wordpress.com/category/berbagi/'>Berbagi</a>, <a href='http://mezzalena.wordpress.com/category/cerita/'>cerita</a>, <a href='http://mezzalena.wordpress.com/category/cinta-lagi/'>Cinta lagi</a>, <a href='http://mezzalena.wordpress.com/category/cn/'>cn</a>, <a href='http://mezzalena.wordpress.com/category/curhat-lagi/'>curhat lagi</a>, <a href='http://mezzalena.wordpress.com/category/kenangaku/'>kenangaku</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mezzalena.wordpress.com/631/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mezzalena.wordpress.com/631/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mezzalena.wordpress.com/631/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mezzalena.wordpress.com/631/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/mezzalena.wordpress.com/631/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/mezzalena.wordpress.com/631/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/mezzalena.wordpress.com/631/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/mezzalena.wordpress.com/631/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mezzalena.wordpress.com/631/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mezzalena.wordpress.com/631/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mezzalena.wordpress.com/631/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mezzalena.wordpress.com/631/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mezzalena.wordpress.com/631/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mezzalena.wordpress.com/631/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mezzalena.wordpress.com&amp;blog=2017577&amp;post=631&amp;subd=mezzalena&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mezzalena.wordpress.com/2011/12/30/mimpi-yang-sempurna/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		<georss:point>-6.779874 110.722565</georss:point>
		<geo:lat>-6.779874</geo:lat>
		<geo:long>110.722565</geo:long>
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2f4a88900374758c078add21d26949d2?s=96&#38;d=monsterid" medium="image">
			<media:title type="html">Rahma</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://a7.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash4/404467_2148672015897_1819242564_1512206_488527880_n.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Cita-cita dan Cinta</title>
		<link>http://mezzalena.wordpress.com/2011/08/09/cita-cita-dan-cinta/</link>
		<comments>http://mezzalena.wordpress.com/2011/08/09/cita-cita-dan-cinta/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 09 Aug 2011 04:27:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Rahma Mauhibah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berbagi]]></category>
		<category><![CDATA[cerita]]></category>
		<category><![CDATA[Cinta lagi]]></category>
		<category><![CDATA[curhat lagi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mezzalena.wordpress.com/?p=626</guid>
		<description><![CDATA[Apa cita-citamu waktu kecil? Jadi dokter, pramugari, perawat, guru, pedagang? Atau jangan-jangan ingin berguna bagi nusa dan bangsa? . Kerap kali anak-anak menjawab itu ketika ditanya tentang cita-cita. Tidak hanya anak zaman dulu ya, mungkin masih banyak anak-anak zaman sekarang menjawab seperti itu ketika ditanya tentang cita-cita. Sebenarnya siapa sih pencipta pertama cita-cita “ingin berguna &#8230; <a href="http://mezzalena.wordpress.com/2011/08/09/cita-cita-dan-cinta/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mezzalena.wordpress.com&amp;blog=2017577&amp;post=626&amp;subd=mezzalena&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Apa cita-citamu waktu kecil? Jadi dokter, pramugari, perawat, guru, pedagang? Atau jangan-jangan ingin berguna bagi nusa dan bangsa? <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> . Kerap kali anak-anak menjawab itu ketika ditanya tentang cita-cita. Tidak hanya anak zaman dulu ya, mungkin masih banyak anak-anak zaman sekarang menjawab seperti itu ketika ditanya tentang cita-cita. Sebenarnya siapa sih pencipta pertama cita-cita “ingin berguna bagi nusa dan bangsa”? Ada yang tahu?</p>
<p>Saya tidak tahu apa saja profesi yang kerap kali berkelindan di benak anak-anak. Pertama kali saya mengenal cita-cita, kelas 1 SD. Seandainya saya pernah masuk TK, mungkin saya akan mengenal cita-cita ketika seusia Upin-Ipin dkk. Sejak saat itu saya ingin menjadi guru yang berpenampilan menarik, terlihat cerdas, cantik, memakai baju bagus, berkacamata, bersepatu hak tinggi, dsb. Namanya juga anak-anak. Belum jelas apa maunya. Demi cita-cita itu, saya sering bertingkah sendiri di depan kaca, seolah-olah sedang menjadi guru. Malu mengingat kekonyolan semasa kecil.</p>
<p>Sampai umur bertambah ternyata kalau ditanya cita-citanya ingin jadi apa, tetap jawabnya ingin jadi guru. Tapi tentu saja imajinasinya bertambah. Ketika pelajaran IPS tentang transmigrasi, maka saya berkhayal jika besar nanti saya ingin ikut program transmigrasi yang diadakan pemerintah -Btw, sekarang masih ada program transmigrasi ga ya?- . Saya akan membangun rumah kecil yang sederhana. Berisi satu kamar tidur, dapur, kamar mandi, ruang kerja dan ruang tamu. Ketika pelajaran IPA tentang holtikultura, maka saya menginginkan rumah saya dilengkapai dengan pekarangan yang sangat luas. Akan ada apotik hidup, palawija dan aneka ragam bunga-bunga yang mekar di sana. Yang akan menjadi aktivitas saya setiap sore. Karena profesi saya nantinya jadi guru, jadi kan cuma bekerja setengah hari. Saya juga ingin kolam di pekarangan saya, biar pikiran bisa senantiasa sejuk. Lalu, jika malam hari, saya akan mengundang anak-anak untuk belajar di rumah saya. Maka, saya harus mempunyai banyak buku cerita agar anak-anak tertarik datang ke rumah. O lala, begitu indah ya? <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Semakin dewasa, tentu saja semakin realistis. Usia SMP, tetep cita-cita saya mau jadi guru. Kali ini saya mulai memilih mata pelajaran. Ingin jadi guru apa ya? Awalnya ingin jadi guru bahasa inggris, karena guru bahasa inggris saya waktu itu cantik. Lalu ingin jadi guru Fisika, karena saya rasa mengajar fisika menyenangkan. Selain itu saya juga ingin jadi penulis cerpen. Pengaruh bacaan kali ya, dulu saya suka dengan tabloid anak Fantasi. Zaman dulu sih, tabloid itu masih memuat rubrik IPTEK yang membuat saya merasa mendapatkan hal baru. Tapi sejak saya usia SMA sepertinya tabloid itu melulu isinya tentang gosip artis. Tidak tahu ya sekarang. SMA, tetep cita-citanya mau jadi guru. Mau jadi penulis yang banyak menulis novel best seller.</p>
<p>Akhirnya ketika harus kuliah saya memilih jurusan pendidikan matematika. Tidak salah kan ya, untuk meraih cita-cita sedari kecil. Guru. Tidak seperti ketika masih kecil, saat mahasiswa meskipun sering berkhayal tapi berkhayalnya operasional. Realistis disertai target dan usaha yang jelas. Mulai belajar menulis yang baik. Mengirim tulisan ke berbagai media, majalah atau pun koran. Walaupun belum pernah ada yang dimuat kecuali di media lokal kampus. Yang karena agak putus asa akhirnya ngeblog. Ketika mulai mengenal cinta, akhirnya daftar cita-cita pun bertambah. Ingin cepat menikah <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> . Ternyata cita-cita saya yang ini benar-benar ampuh membuat saya semangat untuk cepat lulus. Cinta memang luar biasa. Benar saja, setahun lalu saya lulus dan menikah. Eh, menikah dulu baru diwisuda. <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Sejak menikah, saya merasa hidup saya sempurna. Memiliki suami yang saya cintai dan mencintai saya. Tinggal di rumah yang baru saya sadari setelah beberapa lama tinggal di sana, seperti impian saya waktu kecil. Rumah ideal, satu kamar tidur, dapur, kamar mandi, ruang kerja dan ruang tamu <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> . Dengan pekarangan yang luas dan rindang pepohonan. What a wonderfull life!. Seperti sudah tidak menginginkan apa-apa lagi. Kecuali membentuk keluarga yang sakinah, mawaddah dan penuh kasih sayang. Apalagi ketika ketahuan hamil, semakin mantap rasanya memilih untuk jadi Ibu rumah tangga. Hanya karena tidak rela membayangkan anak-anak dan suami harus diurus pembantu ketika saya berkarir.</p>
<p>Ah, tapi nyatanya perjalanan cita-cita saya belum berakhir. Ketika suami harus mengejar cita-citanya, yang berarti cita-cita saya juga. Dengan segenap jiwa raga, saya pun mendukungnya. Walaupun awal tahun ini mengawali perjalanan berat dalam rumah tangga kami. Membentangkan jarak belasan ribu kilometer. Membilang ratusan hari demi bersatu kembali. Lalu cobaan-cobaan&#8230;.</p>
<p>Eh, lalu apa cita-cita saya sekarang? Kata suami saya, saya itu tidak bakat mengajar. Pantesnya jadi boss, hehe <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> . Terus kata teman saya, mengajar itu bukan passion saya. Nah lho, masih ingin jadi guru? Kalau dipikir-pikir juga, kenapa waktu kecil saya ingin jadi guru bukan karena suka dengan profesi guru tapi lebih ke penampilan seorang guru yang berpenampilan menarik, terlihat cerdas, cantik, tegas, berkacamata, bersepatu hak tinggi, dsb. Guru adalah seleb di kelas. Jadi intinya saya ingin jadi seleb? Huehehehe. Becanda. Tulisan ini juga sekedar distraksi. Saya cuma mau bilang, Ramadhan ini membuat saya menemukan ritme hidup kembali. Semangat!!</p>
<p>Ini ceritaku, bagaimana dengan ceritamu? </p>
<br />Filed under: <a href='http://mezzalena.wordpress.com/category/berbagi/'>Berbagi</a>, <a href='http://mezzalena.wordpress.com/category/cerita/'>cerita</a>, <a href='http://mezzalena.wordpress.com/category/cinta-lagi/'>Cinta lagi</a>, <a href='http://mezzalena.wordpress.com/category/curhat-lagi/'>curhat lagi</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mezzalena.wordpress.com/626/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mezzalena.wordpress.com/626/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mezzalena.wordpress.com/626/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mezzalena.wordpress.com/626/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/mezzalena.wordpress.com/626/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/mezzalena.wordpress.com/626/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/mezzalena.wordpress.com/626/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/mezzalena.wordpress.com/626/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mezzalena.wordpress.com/626/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mezzalena.wordpress.com/626/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mezzalena.wordpress.com/626/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mezzalena.wordpress.com/626/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mezzalena.wordpress.com/626/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mezzalena.wordpress.com/626/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mezzalena.wordpress.com&amp;blog=2017577&amp;post=626&amp;subd=mezzalena&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mezzalena.wordpress.com/2011/08/09/cita-cita-dan-cinta/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2f4a88900374758c078add21d26949d2?s=96&#38;d=monsterid" medium="image">
			<media:title type="html">Rahma</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Saya, Tentang Kerinduan dan &#8220;Sebelas Patriot&#8221;</title>
		<link>http://mezzalena.wordpress.com/2011/07/23/saya-tentang-kerinduan-dan-sebelas-patriot/</link>
		<comments>http://mezzalena.wordpress.com/2011/07/23/saya-tentang-kerinduan-dan-sebelas-patriot/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 23 Jul 2011 07:17:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Rahma Mauhibah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mezzalena.wordpress.com/?p=619</guid>
		<description><![CDATA[Bagi yang menginginkan sinopsis Sebelas Patriot, novel terbarunya Andrea Hirata itu, saya beritahukan sebelumnya bahwa tulisan ini bukanlah yang anda maksud. Jadi jangan salahkan saya, kalau tulisan saya ini 100% berisi curhat tentang saya. Ok? Menemukan “Sebelas Patriot” tadi malam adalah kejutan bagi saya. Karena tadinya saya tidak berencana ke toko buku. Hanya sekedar jalan-jalan &#8230; <a href="http://mezzalena.wordpress.com/2011/07/23/saya-tentang-kerinduan-dan-sebelas-patriot/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mezzalena.wordpress.com&amp;blog=2017577&amp;post=619&amp;subd=mezzalena&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Bagi yang menginginkan sinopsis Sebelas Patriot, novel terbarunya Andrea Hirata itu, saya beritahukan sebelumnya bahwa tulisan ini bukanlah yang anda maksud. Jadi jangan salahkan saya, kalau tulisan saya ini 100% berisi curhat tentang saya. Ok? <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align:justify;">Menemukan “Sebelas Patriot” tadi malam adalah kejutan bagi saya. Karena tadinya saya tidak berencana ke toko buku. Hanya sekedar jalan-jalan sore menemani Bu Lik dan anaknya yang sedang berbelanja untuk keperluan lebaran di Citraland. Tapi melihat Bu Lik saya dan anaknya yang 9 tahun, asyik memilih baju, entah kenapa perasaan saya tak karuan. Seperti cemburu, tapi saya tahu perasaan itu lebih tepat dikatakan iri. Apalagi melewati stand perlengkapan baby dan pakaian anak-anak, selalu sukses membuat perasaan saya tak karuan. Seketika melemparkan saya pada mimpi-mimpi dan seketika itu pula membuat saya sadar akan kenyataan. Ternyata begitu pahit dan sakit. Sebelum mata saya terlihat sangat basah karena air mata saya merembes, saya berpamitan ke Bu Lik untuk ke Gunung Agung saja.</p>
<p style="text-align:justify;">Pikir saya, di Gunung Agung akan lebih nyaman. Menyelamatkan saya dari pemandangan yang menganduk-aduk hati saya, yaitu <em>display-display</em> baju anak-anak perempuan yang cantik-cantik. Tapi ternyata tidak sepenuhnya. Tiba-tiba saya menyadari, bahwa diri saya sudah tidak seperti beberapa tahun lalu. Bukan, bukan karena saya tiba-tiba tidak suka ke toko buku. Atau saya tiba-tiba tidak merasa lagi butuh dengan buku sehingga malas ke toko buku. Tetapi rasanya, kesenyapan yang sangat tiba-tiba menyergap di tengah hiruk-pikuk yang gemerlap. Padahal dulu saya biasa dengan keadaan seperti ini dan tidak pernah merasa sepi meskipun berjalan sendiri. Apalagi jalan-jalan ke toko buku, pasti saya lebih memilih sendiri.</p>
<p style="text-align:justify;">Ketidakhadiran suami saya di sini, membuat saya seperti memakai kaos kaki sebelah saja. Atau memakai celana yang kebesaran tanpa ikat pinggang. Bahkan lebih dari itu, rasanya saya cuma bernapas dengan satu lubang hidung. Lebay ya? biarin :p. Sama tak nyamannya ketika di Robinson tadi. Saya sama sekali tak bergairah melihat-lihat buku. Apalagi setelah memastikan bahwa buku “Rangkuman Matematika SMA” yang kami susun, belum ada di sini. Hanya berjalan, berkeliling-keliling hingga tak sadar entah sudah berapa kali saya berputar di situ-situ saja. Saya tak melihat apa-apa, karena pikiran saya terlalu penuh dengan kerinduan. Berkali-kali saya merefresh halaman FB dari HP butut saya, tak ada <em>inbox</em> dari suami saya. Kami memang memanfaatkan fasilitas FB dalam berkomunikasi. Lebih hemat dibanding sms yang seharga 1/16 kg telur (alias sebutir <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> ). Sayangkan daripada sms, mending dibuat belanja.</p>
<p style="text-align:justify;">Tiba-tiba tangan saya menyentuh satu buku di deretan buku-buku terbaru. Sebelas Patriot. Teringat sebulan lalu kami pernah mencarinya di Gramedia tapi belum ada. Yang akhirnya membuat suami saya tidak menikmati jalan-jalan selanjutnya karena kecewa. Saya membeli novel ini untuknya. Mungkin akan mengirimkannya ke Belanda atau menyimpannya untuk dia baca ketika pulang (yang mungkin) setahun lagi. Baiklah, saya akan sabar menunggu waktu itu. Sepertinya perasaan saya yang mulai sabar dengan kesenyapan yang tadi menyiksa. Perlahan-lahan pikiran saya mulai utuh.</p>
<p style="text-align:center;" align="center">***</p>
<p style="text-align:justify;">Membaca Sebelas Patriot membuat saya semakin kangen pada suami saya. Mengingat serunya nonton bola bareng dia. Dia yang mengajari saya menikmati acara menonton bola. Tadinya saya bersikukuh tak akan sudi mencintai tontonan itu. Karena tayangan sepak bola di TV selalu mengalihkan perhatiannya kepada saya. Cemburu. Tidak rasional kan? Memang begitulah saya dan mungkin kebanyakan perempuan sama tak rasionalnya seperti saya. Tapi akhirnya, saya luluh juga. Dia memang pandai meraih hati saya <img src='http://s2.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' /> .</p>
<p style="text-align:justify;">Setiap jeda paragraf dalam Sebelas Patriot membuat saya melamun. Tentang masa-masa paling membahagiakan, ketika kami menebak-nebak jenis kelamin anak kami sambil nonton pertandingan piala AFF. Lalu saya menikmati setiap tendangan janin yang ada dalam rahim saya, yang saya menyebutnya main bola. Setiap kalimat dalam novel ini, membuat saya semakin menginginkan dia ada di samping saya sekarang. Merindukan dia berteriak  gooooooooooool, lalu memeluk dan mencium saya. Geli mengingat sepanjang pertandingan, saya justru berdo’a agar tim jagoannya menang. Lalu, dia rela keluar malam-malam membelikan saya roti bakar. Dan masih banyak lagi, kenangan-kenangan itu berseliweran.</p>
<p style="text-align:justify;">Saya, tentang kerinduan dan Sebelas Patriot. <strong>“Prestasi tertinggi seseorang, medali emasnya, adalah jiwa besarnya.”</strong> Kutipan ini adalah salah satu kalimat dalam Sebelas Patriot yang saya suka selain <strong>“Begitu besar cinta, begitu singkat waktu, begitu besar kecewa, lalu tidak ada hal selain menunggu&#8230;&#8230;.., lalu bergembira lagi.”</strong> Begitupun kita, iyakan Suamiku sayang?</p>
<p style="text-align:justify;">Ini ceritaku, bagaimana dengan ceritamu? <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<br />Filed under: <a href='http://mezzalena.wordpress.com/category/uncategorized/'>Uncategorized</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mezzalena.wordpress.com/619/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mezzalena.wordpress.com/619/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mezzalena.wordpress.com/619/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mezzalena.wordpress.com/619/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/mezzalena.wordpress.com/619/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/mezzalena.wordpress.com/619/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/mezzalena.wordpress.com/619/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/mezzalena.wordpress.com/619/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mezzalena.wordpress.com/619/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mezzalena.wordpress.com/619/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mezzalena.wordpress.com/619/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mezzalena.wordpress.com/619/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mezzalena.wordpress.com/619/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mezzalena.wordpress.com/619/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mezzalena.wordpress.com&amp;blog=2017577&amp;post=619&amp;subd=mezzalena&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mezzalena.wordpress.com/2011/07/23/saya-tentang-kerinduan-dan-sebelas-patriot/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2f4a88900374758c078add21d26949d2?s=96&#38;d=monsterid" medium="image">
			<media:title type="html">Rahma</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Apa Kabar Sayang?</title>
		<link>http://mezzalena.wordpress.com/2011/02/08/apa-kabar-sayang/</link>
		<comments>http://mezzalena.wordpress.com/2011/02/08/apa-kabar-sayang/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 08 Feb 2011 23:22:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Rahma Mauhibah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mezzalena.wordpress.com/?p=607</guid>
		<description><![CDATA[Seperti malam-malam kemarin sayang, aku susah tidur malam ini. Mungkin karena seharian kita sama sekali belum chat. Biasanya meski hanya satu jam, pasti ada waktu yang terluang untuk itu. Tapi sehari ini, ah, rasanya hari ini lebih panjang berlalu. Juga malam ini, rasanya lebih panjang dari biasanya. Terlebih lagi, rasa panas yang membakar tubuhku. Bukan, &#8230; <a href="http://mezzalena.wordpress.com/2011/02/08/apa-kabar-sayang/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mezzalena.wordpress.com&amp;blog=2017577&amp;post=607&amp;subd=mezzalena&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Seperti malam-malam kemarin sayang, aku susah tidur malam ini. Mungkin karena seharian kita sama sekali belum <em>chat</em>. Biasanya meski hanya satu jam, pasti ada waktu yang terluang untuk itu. Tapi sehari ini, ah, rasanya hari ini lebih panjang berlalu. Juga malam ini, rasanya lebih panjang dari biasanya. Terlebih lagi, rasa panas yang membakar tubuhku. Bukan, bukan karena aku sakit. Aku baik-baik saja, suhu tubuhku normal. Barangkali karena kehamilanku mulai memasuki trimester ketiga, jadi meskipun udara di luar dingin tetap saja aku kepanasan. Berkali-kali aku mengganti baju karena sebentar-sebentar saja, bajuku basah oleh keringat.</p>
<p style="text-align:justify;">Ah, kenapa aku jadi berkesah sendiri. Bukankah mungkin hari ini sangat berat kau lalui. Barangkali kau juga mulai bosan karena tiap hari harus menyiapkan makananmu sendiri. Mulai berpikir mencuci bajumu sendiri, karena sebentar lagi baju-bajumu mulai kotor semua. Padahal kau harus tetap belajar. Dan kau tak pernah mengeluh padaku, walaupun sebenarnya sejak berangkat sembilan hari yang lalu kau mulai batuk-batuk, yang artinya kau sakit. Tapi kau tak pernah bercerita tentang keberatanmu di sana. Karena kau tak ingin membuatku khawatir dengan keadaanmu kan?</p>
<p style="text-align:justify;">Terima kasih untuk hari ini sayang, meskipun kita tak sempat chat tapi hari ini kau begitu romantis. Aku rasa kau sudah tahu konsep romantis yang sangat sederhana bagiku. Tak perlu kau bawa setangkai bunga mawar atau sebuah hadiah-hadiah. Apalagi acara makan di tempat syahdu di bawah purnama yang dikelilingi lilin-lilin. Tidak. Cukup bagiku, romantis itu saat kau luangkan waktumu di tengah sibukmu untuk menyapaku. Itu yang ku ingini setiap hari, dan hari ini kau mulai mengerti. Terima kasih sayang. Betapa aku sangat bahagia merasa kau rindukan. Merasa memiliki jedamu, menyita sibukmu sejenak.</p>
<p style="text-align:justify;">Di sini malam hendak berlalu, dan aku menunggu senjamu di sana. Apa kabarmu hari ini sayang?</p>
<br />Filed under: <a href='http://mezzalena.wordpress.com/category/uncategorized/'>Uncategorized</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mezzalena.wordpress.com/607/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mezzalena.wordpress.com/607/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mezzalena.wordpress.com/607/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mezzalena.wordpress.com/607/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/mezzalena.wordpress.com/607/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/mezzalena.wordpress.com/607/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/mezzalena.wordpress.com/607/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/mezzalena.wordpress.com/607/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mezzalena.wordpress.com/607/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mezzalena.wordpress.com/607/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mezzalena.wordpress.com/607/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mezzalena.wordpress.com/607/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mezzalena.wordpress.com/607/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mezzalena.wordpress.com/607/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mezzalena.wordpress.com&amp;blog=2017577&amp;post=607&amp;subd=mezzalena&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mezzalena.wordpress.com/2011/02/08/apa-kabar-sayang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2f4a88900374758c078add21d26949d2?s=96&#38;d=monsterid" medium="image">
			<media:title type="html">Rahma</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mengakrabi Sepi, Berteman Kerinduan</title>
		<link>http://mezzalena.wordpress.com/2011/02/04/mengakrabi-sepi-berteman-kerinduan/</link>
		<comments>http://mezzalena.wordpress.com/2011/02/04/mengakrabi-sepi-berteman-kerinduan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 04 Feb 2011 11:24:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Rahma Mauhibah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mezzalena.wordpress.com/?p=610</guid>
		<description><![CDATA[Apa kabar? Saat saya bertanya seperti itu padamu, sungguh itu bukan basa-basi. Bukan jawaban sependek kata baik-baik saja yang saya ingini. Tapi sebenar-benarnya jawaban. Sejelas-jelasnya keadaan. Sedetil-detilnya kejadian yang sedang terjadi di sana. Hingga biarlah nanti saya simpulkan sendiri, apakah benar kabarmu baik-baik saja. Maka jawablah pertanyaanku sekarang, apa kabar Sayang? Saya sepenuhnya tahu, Kau &#8230; <a href="http://mezzalena.wordpress.com/2011/02/04/mengakrabi-sepi-berteman-kerinduan/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mezzalena.wordpress.com&amp;blog=2017577&amp;post=610&amp;subd=mezzalena&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div style="text-align:justify;">
<div>
<p>Apa kabar? Saat saya  bertanya seperti itu padamu, sungguh itu bukan basa-basi. Bukan jawaban  sependek kata baik-baik saja yang saya ingini. Tapi sebenar-benarnya  jawaban. Sejelas-jelasnya keadaan. Sedetil-detilnya kejadian yang sedang  terjadi di sana. Hingga biarlah nanti saya simpulkan sendiri, apakah  benar kabarmu baik-baik saja. Maka jawablah pertanyaanku sekarang, apa  kabar Sayang?</p>
<p>Saya sepenuhnya tahu, Kau tak ingin membuat saya  khawatir. Dengan bercerita tentang musim dingin yang tak bersahabat di  sana. Tentang banyak sekali urusan yang harus kau selesaikan sendiri.  Mulai dari urusan makan, yang selama ini kau selalu ingin tak mau tahu  bagaimana saya kebingungan memilih seleramu. Urusan keimigrasian yang  pastinya membuatmu cape dan mungkin kesal. Sebagaimana saya mengenalmu,  kau tak pernah suka berurusan dengan hal-hal administratif. Sampai  tugas-tugas yang harus kau selesaikan. Semuanya sendiri, dengan waktu  sehari yang terbatas. Saya tahu, dan bisa membayangkan semua itu.</p>
<p>Sehingga  saya merasa tak berhak meminta waktumu sesering mungkin, untuk sekedar  bertanya kembali, bagaimana dengan kabarku? Saya mulai mengakrabi sepi  di sini, berteman dengan kerinduan. Biarlah waktu tidur yang saya miliki  tak sempurna. Karena sebentar-sebentar terbangun karena menginginkan  waktu luangmu. Menginginkan sapaanmu. Merinduimu.</p>
</div>
</div>
<br />Filed under: <a href='http://mezzalena.wordpress.com/category/uncategorized/'>Uncategorized</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mezzalena.wordpress.com/610/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mezzalena.wordpress.com/610/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mezzalena.wordpress.com/610/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mezzalena.wordpress.com/610/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/mezzalena.wordpress.com/610/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/mezzalena.wordpress.com/610/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/mezzalena.wordpress.com/610/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/mezzalena.wordpress.com/610/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mezzalena.wordpress.com/610/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mezzalena.wordpress.com/610/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mezzalena.wordpress.com/610/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mezzalena.wordpress.com/610/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mezzalena.wordpress.com/610/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mezzalena.wordpress.com/610/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mezzalena.wordpress.com&amp;blog=2017577&amp;post=610&amp;subd=mezzalena&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mezzalena.wordpress.com/2011/02/04/mengakrabi-sepi-berteman-kerinduan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2f4a88900374758c078add21d26949d2?s=96&#38;d=monsterid" medium="image">
			<media:title type="html">Rahma</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Cerita Hari ini: Jeda</title>
		<link>http://mezzalena.wordpress.com/2010/02/24/cerita-hari-ini-jeda/</link>
		<comments>http://mezzalena.wordpress.com/2010/02/24/cerita-hari-ini-jeda/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 24 Feb 2010 09:22:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Rahma Mauhibah</dc:creator>
				<category><![CDATA[cerita]]></category>
		<category><![CDATA[Cinta lagi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mezzalena.wordpress.com/?p=594</guid>
		<description><![CDATA[S p a s i Setelah titik yang kau bubuhkan kemarin pada cerita kita, aku hanya ingin memberi jeda. Barangkali sekedar memberi spasi atau membuka paragraf baru. Cerita kita belum usai. Tak pernah. Barangkali di jeda ini, kita bisa saling memaknai akan arti saling mengerti. Filed under: cerita, Cinta lagi<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mezzalena.wordpress.com&amp;blog=2017577&amp;post=594&amp;subd=mezzalena&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">S p a s i</p>
<p style="text-align:justify;">Setelah titik yang kau bubuhkan kemarin  pada cerita kita, aku hanya ingin memberi jeda. Barangkali sekedar memberi spasi atau membuka paragraf baru.</p>
<p style="text-align:justify;">Cerita kita belum usai. Tak pernah.</p>
<p style="text-align:justify;">Barangkali di jeda ini, kita bisa saling memaknai akan arti saling mengerti.</p>
<br />Filed under: <a href='http://mezzalena.wordpress.com/category/cerita/'>cerita</a>, <a href='http://mezzalena.wordpress.com/category/cinta-lagi/'>Cinta lagi</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mezzalena.wordpress.com/594/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mezzalena.wordpress.com/594/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mezzalena.wordpress.com/594/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mezzalena.wordpress.com/594/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/mezzalena.wordpress.com/594/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/mezzalena.wordpress.com/594/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/mezzalena.wordpress.com/594/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/mezzalena.wordpress.com/594/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mezzalena.wordpress.com/594/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mezzalena.wordpress.com/594/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mezzalena.wordpress.com/594/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mezzalena.wordpress.com/594/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mezzalena.wordpress.com/594/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mezzalena.wordpress.com/594/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mezzalena.wordpress.com&amp;blog=2017577&amp;post=594&amp;subd=mezzalena&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mezzalena.wordpress.com/2010/02/24/cerita-hari-ini-jeda/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2f4a88900374758c078add21d26949d2?s=96&#38;d=monsterid" medium="image">
			<media:title type="html">Rahma</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Aku Mencintaimu</title>
		<link>http://mezzalena.wordpress.com/2010/02/23/aku-mencintaimu/</link>
		<comments>http://mezzalena.wordpress.com/2010/02/23/aku-mencintaimu/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 23 Feb 2010 14:23:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Rahma Mauhibah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cinta lagi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mezzalena.wordpress.com/?p=588</guid>
		<description><![CDATA[Penghujung februari, sama seperti dua tahun yang lalu. Saat langit terlihat galau. Begitu juga hatiku, harus seperti langit itu karena hatimu. “Aku mencintaimu,” katamu seolah tak ada kalimat yang lebih baik. Kalimat yang belum pernah bisa aku terima. “Maaf kalau ini tidak sopan, tapi aku merasa wajib mencintaimu,” katamu lagi yang semakin mengaduk-aduk isi hatiku. &#8230; <a href="http://mezzalena.wordpress.com/2010/02/23/aku-mencintaimu/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mezzalena.wordpress.com&amp;blog=2017577&amp;post=588&amp;subd=mezzalena&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Penghujung februari, sama seperti dua tahun yang lalu. Saat langit terlihat galau. Begitu juga hatiku, harus seperti langit itu karena hatimu.</p>
<p style="text-align:justify;">“Aku mencintaimu,” katamu seolah tak ada kalimat yang lebih baik. Kalimat yang belum pernah bisa aku terima.</p>
<p style="text-align:justify;">“Maaf kalau ini tidak sopan, tapi aku merasa wajib mencintaimu,” katamu lagi yang semakin mengaduk-aduk isi hatiku. Kali itu aku membiarkan kamu pergi tanpa jawaban.<br />
Lalu kita bertemu lagi setiap hari. Bercerita setiap hari dan kamu tak pernah lupa untuk mengatakan bahwa kamu mencintaiku. Aku tahu itu, bahkan aku juga tahu aku mencintaimu. Tapi aku belum bisa menerima bahwa hatiku sudah berubah.</p>
<p style="text-align:justify;">“Tolong beri aku jawaban, katakan (a) jika kamu mau menerima cintaku, dan aku boleh menunggumu atau (b) jika aku harus melupakanmu, membuang perasaan yang aku miliki sendiri,” paksamu waktu itu. Kamu tak memberiku pilihan. Aku mencintaimu, sungguh. Tapi hatiku belum siap untuk terbelah. Aku belum siap membagi hatiku untuk orang lain, memberikan perasaanku. Aku takut menyakitimu. Aku takut, aku tak seperti yang kamu bayangkan dalam dunia idemu. Di mataku kamu adalah langit dan aku sama sekali bukan bintang. Bagaimana mungkin aku bisa bersatu denganmu? Kita memiliki dunia yang berbeda. Aku takut untuk mencintaimu hanya karena aku takut jatuh dan terluka.</p>
<p style="text-align:justify;">“Kau tak akan jatuh dan terluka, karena tak ada atas bawah,” yakinmu padaku. “Atau kamu yang merasa lebih tinggi dari diriku sehingga kamu tak menerima cintaku?” pertanyaanmu itu terus mengejarku. Aku menggeleng, tentu saja tidak.</p>
<p style="text-align:justify;">“Kita itu sejajar,” katamu menatap mataku.</p>
<p style="text-align:justify;">“Aku hanya ingin menjaga hatiku dalam bentuk dan warna yang sama,” akhirnya aku beranikan diri untuk memberi jawaban.</p>
<p style="text-align:justify;">“Apakah kamu memberiku harapan?” tanyamu.</p>
<p style="text-align:justify;">“Jika menurutmu begitu,” jawabku.</p>
<p style="text-align:justify;">“Apakah ini harapan yang sarat isi atau harapan kosong?” kejarmu lagi.</p>
<p style="text-align:justify;">“Entah harapan yang sarat isi ataupun harapan kosong, aku tak ingin ini menjadi duri di kemudian hari,” aku menghela nafas, “tidak boleh ada yang tersakiti,” lanjutku.</p>
<p style="text-align:justify;">“Aku akan menunggu harapan itu,” katamu.</p>
<p style="text-align:justify;">“Akan ada saat di mana hatiku akan terbelah, biarkan waktu itu datang dengan sendirinya,” jawabku. Aku hanya tak mau cinta datang terlalu cepat. Aku tak mau jadi hujan yang salah musim bagimu.</p>
<p style="text-align:center;">***</p>
<p style="text-align:justify;">Waktu itu telah datang setahun lalu. Telah ku berikan hatiku padamu, tidak sebelah tapi seutuhnya. Telah kuwarnai hatiku dengan warna merah muda. Telah ku beranikan diriku untuk jatuh, untuk patah hati ataupun sakit. Tapi semakin hari, aku semakin percaya bahwa kamu tak akan menyakitiku, tak akan. Kamu memberiku kebahagiaan dengan menerimaku sepenuhnya. Cintamu menyempurnakanku hingga seolah bidadari. Aku mencintaimu, sungguh. Telah ku gadaikan seluruh hidupku sekarang demi masa depan bersamamu. Apapun itu. Aku belajar menjadi bidadari yang akan menyambutmu saat kelelahan. Menjadi seperti daun bagi pohonnya, yang hanya akan berbuat sesuatu demi pohon itu. Menjadi orang yang selalu ada di sampingmu sepanjang hidupku.</p>
<p style="text-align:justify;">Tapi entah setahun berlalu, kegagalan seperti menghantuiku. Aku takut mengecawakanmu. Aku takut tak mampu menjadi bidadari impianmu. Aku cemburu pada daun-daun yang lebih hijau di sekelilingmu. Aku cemburu pada apapun yang menyita perhatianmu. Aku takut kehilanganmu. Aku takut berjalan sendiri. Aku takut.<br />
Di penghujung februari, yang sama seperti tahun-tahun lalu. Malam ini aku membuat gerimis sendiri di mataku.</p>
<p style="text-align:justify;">“Jika memang tidak tahan dengan keadaan seperti ini, ga usah hidup denganku lagi,” petir yang menggelegar di hatiku itu adalah kalimatmu. Hatiku hilang bentuk.</p>
<p style="text-align:justify;">“Silahkan menangis, tangismu sama sekali tak menyentuhku,” sesaat aku lupa apakah jantungku masih berdetak.</p>
<p style="text-align:justify;">“Cari orang lain kalau memang tidak ingin hidup seperti ini,” sementara aku masih terisak kau menghujamkan duri paling tajam di hatiku. Perih.<br />
Seperti mimpi di penghujung februari dua tahun lalu, saat kamu mengatakan bahwa kamu mencintaiku. Kau memporak-porandakan hatiku. Semuanya tak berbentuk.</p>
<p style="text-align:center;">***</p>
<p style="text-align:justify;">“Maafkan aku,” Aku masih percaya bahwa maaf mampu mendatangkan keajaiban. Maaf mampu merapikan puing-puing tak berbentuk menjadi permadani yang indah meski tak sama seperti semula. Tapi aku yakin hubungan kita tak terbuat dari kaca yang mudah pecah.</p>
<p style="text-align:justify;">“Aku mencintaimu,” Aku masih berharap bahwa cintamu tak berubah. Seperti cintaku yang tak berubah, melainkan bertambah. Aku takut kehilanganmu.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Aku juga mencintaimu,&#8221; kalimatmu akhirnya, yang serasa embun.</p>
<br />Filed under: <a href='http://mezzalena.wordpress.com/category/cinta-lagi/'>Cinta lagi</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mezzalena.wordpress.com/588/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mezzalena.wordpress.com/588/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mezzalena.wordpress.com/588/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mezzalena.wordpress.com/588/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/mezzalena.wordpress.com/588/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/mezzalena.wordpress.com/588/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/mezzalena.wordpress.com/588/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/mezzalena.wordpress.com/588/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mezzalena.wordpress.com/588/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mezzalena.wordpress.com/588/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mezzalena.wordpress.com/588/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mezzalena.wordpress.com/588/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mezzalena.wordpress.com/588/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mezzalena.wordpress.com/588/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mezzalena.wordpress.com&amp;blog=2017577&amp;post=588&amp;subd=mezzalena&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mezzalena.wordpress.com/2010/02/23/aku-mencintaimu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2f4a88900374758c078add21d26949d2?s=96&#38;d=monsterid" medium="image">
			<media:title type="html">Rahma</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Cerita Hari ini: Kalau Cinta Jangan Lebay</title>
		<link>http://mezzalena.wordpress.com/2010/02/23/cerita-hari-ini-kalau-cinta-jangan-lebay/</link>
		<comments>http://mezzalena.wordpress.com/2010/02/23/cerita-hari-ini-kalau-cinta-jangan-lebay/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 23 Feb 2010 05:44:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Rahma Mauhibah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cinta lagi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mezzalena.wordpress.com/?p=578</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Mas?&#8221; &#8220;Hm&#8230; &#8220; &#8220;Kok hmm.. aja sih?&#8221; &#8220;Iya, ada apa?&#8221; &#8220;Ingat ga?&#8221; &#8220;Ingat apa?&#8221; &#8220;Kok lupa sih?&#8221; &#8221; ya ingat apa? ga jelas,&#8221; &#8220;ya udah, ga apa-apa,&#8221; &#8220;yee&#8230; jangan bikin penasaran dong,&#8221; &#8220;ga penting kok,&#8221; Lalu mereka berantem, yang perempuan ngambek ga jelas dan yang laki-laki marah-marah. Untuk sejenak kemudian saling minta maaf. Mungkin bukan &#8230; <a href="http://mezzalena.wordpress.com/2010/02/23/cerita-hari-ini-kalau-cinta-jangan-lebay/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mezzalena.wordpress.com&amp;blog=2017577&amp;post=578&amp;subd=mezzalena&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>&#8220;Mas?&#8221;</p>
<p>&#8220;Hm&#8230; &#8220;</p>
<p>&#8220;Kok hmm.. aja sih?&#8221;</p>
<p>&#8220;Iya, ada apa?&#8221;</p>
<p>&#8220;Ingat <em>ga?&#8221;</em></p>
<p>&#8220;Ingat apa?&#8221;</p>
<p>&#8220;Kok lupa sih?&#8221;</p>
<p>&#8221; ya ingat apa? <em>ga</em> jelas,&#8221;</p>
<p>&#8220;ya udah, <em>ga </em>apa-apa,&#8221;</p>
<p>&#8220;yee&#8230; jangan bikin penasaran dong,&#8221;</p>
<p>&#8220;<em>ga </em>penting kok,&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">Lalu mereka berantem, yang perempuan ngambek <em>ga</em> jelas dan yang laki-laki marah-marah. Untuk sejenak kemudian saling minta maaf. Mungkin bukan unik kata yang tepat untuk melukiskan hubungan mereka. Aneh? agak tepat barangkali. Tapi mungkin lebih tepatnya ajaib. Barangkali tak ada yang lebih ajaib dari cinta di dunia ini.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Kok sekarang kita sering berantem ya?&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Iya, siapa yang <em>ngajakin</em>?&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Padahal ingat <em>ga </em>dulu, semuanya manis-manis,&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;ya, masa manis terus <em>ga </em>seru  dong,&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Sampai-sampai demi disebut romantis, Mas <em>ngarang-ngarang</em> puisi yang <em>lebay</em>, ingat <em>ga?</em>&#8220;</p>
<p>&#8220;Kapan? <em>ga </em>pernah,&#8221;</p>
<blockquote><p><span style="color:#ff00ff;">Kau boleh ragukan bahwa rembulan  itu tak bercahaya<br />
Kau boleh ragukan bahwa bintang  gemintang itu adalah matahari-matahari di luar galaksi kita<br />
Bahkan  kaupun boleh ragukan bahwa matahari tak kan pernah terbit dari arah  biasanya</span></p>
<p><span style="color:#ff00ff;">Tapi,<br />
<span style="color:#ff00ff;">Jangan ragukan cintaku padamu.</span></span></p></blockquote>
<p><span style="color:#ff00ff;"><span style="color:#000000;">&#8220;Siapa yang menulis puisi yang mirip lagu dangdut itu?&#8221;</span></span></p>
<p><span style="color:#000000;">&#8221; :-p &#8220;</span></p>
<p><span style="color:#ff00ff;"><span style="color:#000000;">Lalu mereka saling menimpuk dengan bantal. Tertawa-tawa, bercanda. Aih, bintang mana yang tak mencemburui mereka. </span></span></p>
<p><span style="color:#ff00ff;"><span style="color:#000000;">&#8220;<em>Emang </em>Mas <em>ga </em>romantis ya?&#8221;</span></span></p>
<p><span style="color:#ff00ff;"><span style="color:#000000;">&#8220;Siapa bilang?&#8221;</span></span></p>
<p><span style="color:#ff00ff;"><span style="color:#000000;">&#8220;Cinta,&#8221;</span></span></p>
<p><span style="color:#ff00ff;"><span style="color:#000000;">&#8221; <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' />  &#8220;</span></span></p>
<p><span style="color:#ff00ff;"><span style="color:#000000;">&#8220;Kok senyum <em>doang</em>?&#8221;</span></span></p>
<p><span style="color:#ff00ff;"><span style="color:#000000;">&#8220;Romantis itu seperti secangkir teh hangat di pagi hari, <em>ga </em>harus <em>lebay </em>kali,&#8221;</span></span></p>
<p><span style="color:#ff00ff;"><span style="color:#000000;">&#8220;Atau seperti yang Mas lakukan pagi ini,&#8221;</span></span></p>
<p><span style="color:#ff00ff;"><span style="color:#000000;">&#8220;<em>Ngapain</em> pagi ini?&#8221;</span></span></p>
<p><span style="color:#ff00ff;"><span style="color:#000000;">&#8220;Pamit pas mau berangkat dan bilang <em>I love you</em>,&#8221;</span></span></p>
<p><span style="color:#ff00ff;"><span style="color:#000000;">:-p</span></span></p>
<p><span style="color:#ff00ff;"><span style="color:#000000;">&#8220;<em>Gitu</em> ya?&#8221;</span></span></p>
<br />Filed under: <a href='http://mezzalena.wordpress.com/category/cinta-lagi/'>Cinta lagi</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mezzalena.wordpress.com/578/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mezzalena.wordpress.com/578/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mezzalena.wordpress.com/578/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mezzalena.wordpress.com/578/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/mezzalena.wordpress.com/578/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/mezzalena.wordpress.com/578/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/mezzalena.wordpress.com/578/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/mezzalena.wordpress.com/578/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mezzalena.wordpress.com/578/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mezzalena.wordpress.com/578/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mezzalena.wordpress.com/578/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mezzalena.wordpress.com/578/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mezzalena.wordpress.com/578/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mezzalena.wordpress.com/578/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mezzalena.wordpress.com&amp;blog=2017577&amp;post=578&amp;subd=mezzalena&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mezzalena.wordpress.com/2010/02/23/cerita-hari-ini-kalau-cinta-jangan-lebay/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2f4a88900374758c078add21d26949d2?s=96&#38;d=monsterid" medium="image">
			<media:title type="html">Rahma</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Cerita Hari ini: Saya Bisa Bercerita</title>
		<link>http://mezzalena.wordpress.com/2010/02/22/cerita-hari-ini-saya-bisa-bercerita/</link>
		<comments>http://mezzalena.wordpress.com/2010/02/22/cerita-hari-ini-saya-bisa-bercerita/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 22 Feb 2010 02:37:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Rahma Mauhibah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berbagi]]></category>
		<category><![CDATA[cerita]]></category>
		<category><![CDATA[Iseng-iseng Math]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mezzalena.wordpress.com/?p=569</guid>
		<description><![CDATA[Seorang guru matematika kelas VII masuk ke dalam ruang kelas. Menyalami murid-muridnya dengan muka berseri-seri. Maklum seorang guru baru, dia tidak ingin dikenal galak oleh muridnya. Tetapi dia tetap  saja gagal membangun kesan itu. Wajah-wajah yang dihadapannya lesu, tak bersemangat. Padahal dia belum menanyakan pekerjaan rumah yang diberikan kemarin. Tidak juga menyuruh mereka mengerjakan soal &#8230; <a href="http://mezzalena.wordpress.com/2010/02/22/cerita-hari-ini-saya-bisa-bercerita/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mezzalena.wordpress.com&amp;blog=2017577&amp;post=569&amp;subd=mezzalena&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Seorang guru matematika kelas VII masuk ke dalam ruang kelas. Menyalami murid-muridnya dengan muka berseri-seri. Maklum seorang guru baru, dia tidak ingin dikenal galak oleh muridnya. Tetapi dia tetap  saja gagal membangun kesan itu. Wajah-wajah yang dihadapannya lesu, tak bersemangat. Padahal dia belum menanyakan pekerjaan rumah yang diberikan kemarin. Tidak juga menyuruh mereka mengerjakan soal di papan tulis yang menjadi hobi guru-guru matematika.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Baiklah, ada cerita menarik untuk membuka pelajaran kali ini,&#8221; tak hilang akal, si guru itu berusaha menarik perhatian muridnya.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Mau <em>diceritain ga?&#8221; </em>tanya si guru.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Mauuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuu, tapi <em>ga</em> mau soal matematika,&#8221; jawab murid-murid itu serempak. Si guru tersenyum, lalu berceritalah dia tentang kisah berikut ini:</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;">Ada seorang petani memiliki tiga orang anak.  Ahmad, Budi, dan Ani. Petani itu memiliki ternak kambing. Setiap hari, Ahmad membantu untuk menggembalakan kambing. Budi yang masih sekolah kelas VII SMP, kadang-kadang ikut membantu kakaknya menggembalakan kambing. Sedangkan Ani, anak perempuan satu-satunya yang masih duduk di kelas III SD hanya di rumah saja. Pada suatu hari, karena merasa sudah tua, Pak Tani tersebut berpesan kepada tiga anaknya. Nanti kalau sewaktu-waktu Pak Tani meninggal, Pak Tani ingin memberikan setengah jumlah ternak kepada Ahmad, sepertiga bagian kepada Budi, dan sepersembilan untuk Ani.</p>
<p style="text-align:justify;">Pada suatu hari, Pak Tani tersebut meninggal dunia. Setelah selesai semua urusannya, Ahmad mengajak adiknya untuk menghitung jumlah kambing agar bisa dibagi sesuai pesan ayahnya. Ternyata jumlah semuanya ada 17. Setelah berpikir agak lama, Ahmad menyerah. Dia bingung bagaimana cara membagi kambing tersebut. Setengah dari 17? Sepertiga dari 17? Sepersembilan dari 17?</p>
<p style="text-align:justify;">Di tengah kebingungan Ahmad, Budi mengusulkan kepada kakaknya untuk meminjam satu kambing Pak Karto, tetangganya. Sehingga jumlah kambing menjadi 18 dan mereka bisa membagi kambing-kambing itu dengan mudah.</p>
<p style="text-align:justify;"><img src='http://s0.wp.com/latex.php?latex=%5Cfrac%7B1%7D%7B2%7D&amp;bg=F1F6F9&amp;fg=333333&amp;s=0' alt='&#92;frac{1}{2}' title='&#92;frac{1}{2}' class='latex' /> x 18 kambing= 9 kambing untuk Ahmad</p>
<p><img src='http://s0.wp.com/latex.php?latex=%5Cfrac%7B1%7D%7B3%7D&amp;bg=F1F6F9&amp;fg=333333&amp;s=0' alt='&#92;frac{1}{3}' title='&#92;frac{1}{3}' class='latex' /> x 18 kambing= 6 kambing untuk Budi</p>
<p><img src='http://s0.wp.com/latex.php?latex=%5Cfrac%7B1%7D%7B9%7D&amp;bg=F1F6F9&amp;fg=333333&amp;s=0' alt='&#92;frac{1}{9}' title='&#92;frac{1}{9}' class='latex' /> x 18 kambing= 2 kambing untuk Ani</p>
<p style="text-align:justify;">Jadi jumlah semua menjadi 9+6+2= 17 kambing. Lalu Budi mengembalikan kambing Pak Karto lagi. Selesailah masalah mereka. Ahmad bangga dengan adiknya yang pintar.</p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Bagaimana semuanya? Bagus tidak ceritanya? Bagaimana menurut kalian yang dilakukan Budi?&#8221; tanya si guru mengakhiri ceritanya dengan puas, lantaran murid-muridnya antusias menyimak dia bercerita.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Bagus Buuu, Budi pintar,&#8221; kata mereka.</p>
<p style="text-align:justify;">???</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Iya Budi kreatif, kalau kalian ingin lebih pintar dari Budi yuk kita belajar tentang pecahan sekarang,&#8221; kata si guru.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Tahu tidak kalau yang dilakukan Budi itu tidak tepat?&#8221; tanya si guru lagi. Murid-muridnya berpandangan dan menggeleng. Di dalam hatinya si guru bertanya-tanya, apakah anak kelas VII belum bisa memahami kesalahan seperti itu ya? Seandainya mereka paham cerita ini akan menjadi lucu dan mereka akan tertawa. Tetapi yang ada, mereka terpesona dengan Budi yang menurut mereka <em>brilliant.</em></p>
<p style="text-align:center;">***</p>
<p style="text-align:justify;">Kisah di atas adalah kisah saya ketika saya berada di Madrasah Tsanawiyah sebuah yayasan yatim piatu di pelosok semarang barat. Ketika saya menceritakan hal itu <a href="http://mathematicse.wordpress.com/" target="_blank">padanya</a>, dia bilang &#8220;Mungkin kamu <em>ga </em>bisa cerita kali, atau kamu ceritanya membingungkan sehingga mereka <em>ga</em> paham.&#8221; Ugh, jadi saya <em>ga</em> bisa cerita?</p>
<p style="text-align:justify;">Kisah lain yang serupa, seminggu dua kali biasanya saya diundang Adin untuk belajar bersama. Adin sekarang duduk di kelas IX di SMP Negeri 03 Semarang. Biasanya setelah 40 menitan lewat, dia akan menunjukkan kebosanannya. Lalu dia akan bercerita tentang apa saja atau kalau tidak dia akan memaksa saya bercerita. Nah karena saya bingung harus cerita apa, saya ceritakan saja cerita di atas.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Pasti ujung-ujungnya matematika, <em>ga </em>asyik mbak, tuh kan sama <em>aja </em>kayak soal cerita,&#8221; belum-belum Adin sudah komentar.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;<em>Dengerin</em> dulu, yang ini lucu,&#8221; kata saya, berharap dia akan terhibur. Lalu saya menyelesaikan cerita saya.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Apanya yang lucu? Toh cerita itu sama dengan soal-soal cerita yang ada di buku,&#8221; katanya.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Kenapa sih yang bikin soal matematika suka sekali dengan kisah Pak Tani, sebidang sawah dan yang itu-itu? Bosan tahu,&#8221; lanjutnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Saya terdiam. Seharusnya saya menceritakan sesuatu yang dekat dengan Adin. Ketika saya bercerita mengenai Pak Tani, kambing dan anak-anak desa, dia tidak mungkin tertarik karena semua itu asing dari kehidupannya. Tetapi seharusnya dia paham bahwa cerita itu lucu. Bahwa yang dilakukan Budi adalah sesuatu yang konyol. Bukankah dia sudah mempelajari tentang pecahan?</p>
<p style="text-align:center;">***</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Mungkin anak seumuran SMP belum bisa memahami bahwa cerita tersebut konyol,&#8221; kata Nayla, teman saya, ketika saya bercerita padanya. Saya benar-benar penasaran. Benarkah saya tidak bisa bercerita pada anak-anak sehingga mereka tidak menangkap maksud yang ingin saya sampaikan?</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Kalau menurut saya bukan salah kamunya yang cerita, nyatanya saya tahu apa yang kamu maksud,&#8221; kata Nayla lagi. &#8220;Kamu sendiri kapan paham cerita itu?&#8221; tanyanya.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Saya tahu cerita itu baru sih, saat sudah kuliah,&#8221; jawab saya.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Nah, makanya jangan berharap anak-anak bisa sama dengan pikiranmu, mereka kan masih SMP sedangkan kamu sudah kuliah ya <em>ga </em>sama lah!&#8221; tanggapnya.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Jadi maksudmu? Saya bisa bercerita dengan baik?&#8221; kali ini saya merasa senang.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Siapa yang bilang begitu?&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Dasar!&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">Kesimpulannya tetep,  saya bisa bercerita kan? :-p</p>
<br />Filed under: <a href='http://mezzalena.wordpress.com/category/berbagi/'>Berbagi</a>, <a href='http://mezzalena.wordpress.com/category/cerita/'>cerita</a>, <a href='http://mezzalena.wordpress.com/category/iseng-iseng-math/'>Iseng-iseng Math</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mezzalena.wordpress.com/569/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mezzalena.wordpress.com/569/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mezzalena.wordpress.com/569/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mezzalena.wordpress.com/569/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/mezzalena.wordpress.com/569/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/mezzalena.wordpress.com/569/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/mezzalena.wordpress.com/569/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/mezzalena.wordpress.com/569/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mezzalena.wordpress.com/569/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mezzalena.wordpress.com/569/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mezzalena.wordpress.com/569/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mezzalena.wordpress.com/569/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mezzalena.wordpress.com/569/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mezzalena.wordpress.com/569/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mezzalena.wordpress.com&amp;blog=2017577&amp;post=569&amp;subd=mezzalena&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mezzalena.wordpress.com/2010/02/22/cerita-hari-ini-saya-bisa-bercerita/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2f4a88900374758c078add21d26949d2?s=96&#38;d=monsterid" medium="image">
			<media:title type="html">Rahma</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tentang Kita</title>
		<link>http://mezzalena.wordpress.com/2010/02/21/tentang-kita/</link>
		<comments>http://mezzalena.wordpress.com/2010/02/21/tentang-kita/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 21 Feb 2010 10:50:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Rahma Mauhibah</dc:creator>
				<category><![CDATA[kenangaku]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mezzalena.wordpress.com/?p=432</guid>
		<description><![CDATA[Dulu, masa lalu jadi cerita dan cerita jadi kata. Meski benar bahwa abjad itu terbilang, tapi kata-kata benar-benar tak pernah habis. Apa saja bisa jadi kata dan lewat kata-kata itu aku dan kamu berkenalan. Kata-katamu membawaku masuk ke kedalaman hatimu. Mungkin juga sebaliknya kamu. Hingga suatu hari, aku dan kamu menemukan satu kosakata yang merubah &#8230; <a href="http://mezzalena.wordpress.com/2010/02/21/tentang-kita/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mezzalena.wordpress.com&amp;blog=2017577&amp;post=432&amp;subd=mezzalena&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><img class="aligncenter size-medium wp-image-433" title="kita" src="http://mezzalena.files.wordpress.com/2009/07/blur.jpg?w=300&#038;h=236" alt="kita" width="300" height="236" /></p>
<p style="text-align:justify;">Dulu,  masa lalu jadi cerita dan cerita jadi kata. Meski benar bahwa abjad itu  terbilang, tapi kata-kata benar-benar tak pernah habis. Apa saja bisa  jadi kata dan lewat kata-kata itu aku dan kamu berkenalan. Kata-katamu  membawaku masuk ke kedalaman hatimu. Mungkin juga sebaliknya kamu.</p>
<p style="text-align:justify;">Hingga  suatu hari, aku dan kamu menemukan satu kosakata yang merubah banyak  hal. Kita tak lagi mengenal aku dan kamu, tapi cukup kita. Sejak itu  kata-kata berubah warna dan cerita-cerita berubah rasa. Kata itu serupa  sihir, menyulap dunia seakan berwarna merah jambu.</p>
<p style="text-align:justify;">Lalu,  cerita-cerita yang mengalir semua bermuara pada kata itu. Tak lagi masa  lalu yang jadi kata-kata. Tetapi sebaliknya, seolah tak sabar menunggu  esok, kita menggambar sendiri masa depan. Melukis mimpi dan terbang bersama angan. Membeli langit menjadi milik kita.</p>
<p style="text-align:justify;">Hari ini, kau memaksaku menyusun kata-kata untukmu. Barangkali kau ingin seperti masa lalu saat dunia kita hanya dunia kata-kata. Bukankah sekarang kita sudah berada di atas dimensi tertinggi, di mana kata tak lagi mampu mengungkapkan maknanya? Kau ingat itu Mas, kata-katamu dulu. Bahwa ***** berada dalam dimensi yang tinggi dan kata-kata jauh di bawahnya. Aku mengingatnya Mas, saat-saat tiba-tiba kau mendadak puitis di musim-musim semi.</p>
<p style="text-align:justify;">Aku tak tahu lagi harus menuliskan kata apa. Yang jelas aku tak akan pernah mau mengecewakanmu. Tapi asal kau tahu saja, tanganku tak mau merangkai kata. Karena setiap kali aku berpikir mencari kata apa yang bisa membuatmu bahagia, hatiku yang akan menjawab. I evol ouy, katamu dulu Mas dengan malu-malu bersama gerimis. Ah, seharusnya dulu aku tak pura-pura bodoh sehingga gerimis tak terasa nyinyir tapi romantis. Dan kita bernyanyi tentang rintik-rintik yang menyenangkan.</p>
<p style="text-align:justify;">Tapi belum saatnya menuliskan tentang kata yang paling indah itu sekarang. Karena ketika itu tertulis, pasti kalimat-kalimat ini harus berhenti. Dan kau mengira cerita ini belum selesai. Bukankah memang cerita kita tak pernah selesai? Mas, rasanya tanganku, juga hatiku, bersama aliran darahku ingin bersenandungtentang cinta. I love you, Mas.</p>
<blockquote><p>Maybe it&#8217;s intuition<br />
But some things you just don&#8217;t question<br />
Like in your eyes<br />
I see my future in an instant<br />
And there it  goes<br />
I think I&#8217;ve found my best friend<br />
I know that it might  sound more than a little crazy<br />
But I believe</p>
<p>I knew I loved  you before I met you<br />
I think I dreamed you into life<br />
I knew I  loved you before I met you<br />
I have been waiting all my life</p>
<p>There&#8217;s just no rhyme or reason<br />
Only this sense of completion<br />
And in your eyes<br />
I see the missing pieces<br />
I&#8217;m searching for<br />
I  think I&#8217;ve found my way home</p>
<p>~~Savage  Garden, I Knew I loved You Lyric~~</p></blockquote>
<br />Filed under: <a href='http://mezzalena.wordpress.com/category/kenangaku/'>kenangaku</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mezzalena.wordpress.com/432/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mezzalena.wordpress.com/432/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mezzalena.wordpress.com/432/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mezzalena.wordpress.com/432/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/mezzalena.wordpress.com/432/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/mezzalena.wordpress.com/432/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/mezzalena.wordpress.com/432/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/mezzalena.wordpress.com/432/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mezzalena.wordpress.com/432/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mezzalena.wordpress.com/432/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mezzalena.wordpress.com/432/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mezzalena.wordpress.com/432/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mezzalena.wordpress.com/432/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mezzalena.wordpress.com/432/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mezzalena.wordpress.com&amp;blog=2017577&amp;post=432&amp;subd=mezzalena&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mezzalena.wordpress.com/2010/02/21/tentang-kita/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2f4a88900374758c078add21d26949d2?s=96&#38;d=monsterid" medium="image">
			<media:title type="html">Rahma</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mezzalena.files.wordpress.com/2009/07/blur.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">kita</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
