<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Lilin Kecil</title>
	<atom:link href="http://mezzalena.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://mezzalena.wordpress.com</link>
	<description>Sekedar Belajar Hidup</description>
	<lastBuildDate>Sun, 23 Aug 2009 10:57:36 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='mezzalena.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/1fb04ca2161c93809e7e19d9f2d69798?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Lilin Kecil</title>
		<link>http://mezzalena.wordpress.com</link>
	</image>
			<item>
		<title>Bintang-bintang</title>
		<link>http://mezzalena.wordpress.com/2009/05/17/bintang-bintang/</link>
		<comments>http://mezzalena.wordpress.com/2009/05/17/bintang-bintang/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 17 May 2009 02:17:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mezzalena</dc:creator>
				<category><![CDATA[Minta maaf]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mezzalena.wordpress.com/?p=412</guid>
		<description><![CDATA[
&#8220;Apakah itu pun kunang-kunang, nun di sana?&#8221;
-&#8221;Itu adalah bintang-bintang&#8221;-
&#8220;Satu dan dua dan sepuluh dan seribu! Berapakah semuanya?&#8221;
-&#8221;Entah lah, belum ada orang yang menghitung jumlah bintang semua!&#8221;-
&#8230; &#8230;. &#8230;
-&#8221;Sayang, aku ingin memberimu satu- tapi tunggu aku besar&#8221;
Nanti ku cintai kau, begitu besar cintaku sampai ku bisa.
&#8212;&#8212;&#8211;
Sebuah sajak dalam Max Havelaar, Multatuli

Sedari kecil, saya suka melihat bintang-bintang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mezzalena.wordpress.com&blog=2017577&post=412&subd=mezzalena&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><blockquote>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Apakah itu pun kunang-kunang, nun di sana?&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">-&#8221;Itu adalah bintang-bintang&#8221;-</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Satu dan dua dan sepuluh dan seribu! Berapakah semuanya?&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">-&#8221;Entah lah, belum ada orang yang menghitung jumlah bintang semua!&#8221;-</p>
<p style="text-align:justify;">&#8230; &#8230;. &#8230;</p>
<p style="text-align:justify;">-&#8221;Sayang, aku ingin memberimu satu- tapi tunggu aku besar&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;"><em>Nanti ku cintai kau, begitu besar cintaku sampai ku bisa</em>.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8212;&#8212;&#8211;</p>
<p style="text-align:justify;">Sebuah sajak dalam Max Havelaar, Multatuli</p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Sedari kecil, saya suka melihat bintang-bintang yang bertaburan di langit. Tapi saya tak hendak bercerita tentang bintang-bintang yang gemerlapan nun jauh seperti kunang-kunang itu. Yang saya tak pernah berhasil membilangnya kecuali dengan kata banyak sekali.</p>
<p style="text-align:justify;">Lalu?</p>
<p style="text-align:justify;">Saya ingin bercerita tentang bintang yang lain. Tentang bintang-bintang yang diucapkan empat kali. Bintang-bintang-bintang-bintang. Saya tahu, tak ada yang mengerti apa maksudnya, selain saya dan seseorang yang membuat kesepakatan tentang apa artinya bintang yang diucapkan empat kali itu.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;I **** Y,&#8221; ucapnya di telepon ketika saya sedang berpikir menulis ini. Menulis untuknya. Menulis untuk menebus kesalahan saya yang keasyikan nonton film animasi &#8220;Madagaskar 2&#8243;.</p>
<p style="text-align:justify;">Bintang-bintang-bintang-bintang, seperti ketika kecil saya tak pernah bosan mencoba menghitung bintang, saya pun tak pernah bosan mendengar dia mengucapnya berkali-kali. Meskipun ketika membaca ini, saya yakin dia sudah bertanya-tanya sejak tadi,</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Kamu itu mau nulis apa sih? kok <em>ga</em> jelas maksud dan tujuannya?&#8221; saya tahu mungkin sampai di sini dia sudah jenuh membaca tulisan ini. Bertele-tele. Tapi, memang baru ini yang saya bisa. Tidak seperti dia yang selalu berpikir linier.  Bahkan dalam segala hal selalu menerapkan hukum kausalitas, jika begini maka begitu. Matematis.</p>
<p style="text-align:justify;">Barangkali tak banyak orang berpikir untuk mengungkapkan sesuatu dengan simbol-simbol. Kecuali mungkin, anak-anak pramuka yang belajar tentang sandi-sandi. Ketika saya melarangnya mengucapkan sebuah kata, ternyata dia benar-benar kreatif, memilih **** (Baca:  Bintang-bintang-bintang-bintang) untuk menyebutkan perasaannya. Perasaan yang oleh kebanyakan orang mungkin diungkapkan dengan metafora-metafora yang mendayu-dayu dan gombal (<span style="text-decoration:line-through;">yang saya tak pernah mengizinkan dia mengucapkannya dan mungkin dia juga tidak bisa</span>).</p>
<p style="text-align:justify;">Tadinya tak terpikir, bahwa itu lah cara dia. Menggunakan matematika untuk mengungkapkan perasaannya. Dia memakai simbol-simbol artfisial, dan memaknainya. Menghindari kata-kata berlebih yang akan menimbulkan perasaan berlebihan. Tidak berpuisi, tapi dengan bahasa matematika.</p>
<p style="text-align:justify;">Iya-iya, saya tak bosan mendengar kau mengatakan bintang empat kali. Maaf sempat membuatmu merasa<em> dicuekin. </em>Hanya ini yang bisa tertulis sebagai permohonan maafku. <em>Dimaafin ga? <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' /><br />
</em></p>
Posted in Minta maaf  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mezzalena.wordpress.com/412/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mezzalena.wordpress.com/412/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mezzalena.wordpress.com/412/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mezzalena.wordpress.com/412/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mezzalena.wordpress.com/412/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mezzalena.wordpress.com/412/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mezzalena.wordpress.com/412/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mezzalena.wordpress.com/412/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mezzalena.wordpress.com/412/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mezzalena.wordpress.com/412/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mezzalena.wordpress.com&blog=2017577&post=412&subd=mezzalena&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mezzalena.wordpress.com/2009/05/17/bintang-bintang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>14</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2f4a88900374758c078add21d26949d2?s=96&#38;d=monsterid" medium="image">
			<media:title type="html">Rahma</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sebuah Kejutan di Akhir Pekan</title>
		<link>http://mezzalena.wordpress.com/2009/05/09/sebuah-kejutan-di-akhir-pekan/</link>
		<comments>http://mezzalena.wordpress.com/2009/05/09/sebuah-kejutan-di-akhir-pekan/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 09 May 2009 10:48:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mezzalena</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berbagi]]></category>
		<category><![CDATA[cerita]]></category>
		<category><![CDATA[curhat lagi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mezzalena.wordpress.com/?p=390</guid>
		<description><![CDATA[Teringat salah satu kata teman saya, jika kita tersenyum kita membutuhkan otot yang lebih sedikit untuk menggerakkan bibir ke kanan dan ke kiri dari pada ketika kita cemberut, melipat wajah yang berarti melipat gandakan otot yang bekerja. Efeknya tubuh kita akan banyak mengeluarkan energi lebih banyak ketika kita cemberut.
Nah, kadang-kadang saya merasa beruntung karena saya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mezzalena.wordpress.com&blog=2017577&post=390&subd=mezzalena&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;">Teringat salah satu kata teman saya, jika kita tersenyum kita membutuhkan otot yang lebih sedikit untuk menggerakkan bibir ke kanan dan ke kiri dari pada ketika kita cemberut, melipat wajah yang berarti melipat gandakan otot yang bekerja. Efeknya tubuh kita akan banyak mengeluarkan energi lebih banyak ketika kita cemberut.</p>
<p style="text-align:justify;">Nah, kadang-kadang saya merasa beruntung karena saya bekerja sebagai pelayan publik. Yang setiap hari kerjaannya hanya tersenyum saja. Selalu ada senyum <span style="text-decoration:line-through;">walaupun kadang terpaksa.</span> Saya bersyukur dengan kerjaan yang mewajibkan  saya untuk selalu tersenyum, kepada siapa saja dalam keadaan apa saja, secara tidak langsung saya telah menghemat energi. <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align:justify;">Beberapa waktu yang lalu, ketika sudah lama tidak menulis di blog, saya menemukan sebuah komen di salah satu postingan yang sudah sangat lama. Seseorang yang meninggalkan komen itu tidak menunjukkan identitas dengan jelas.</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;">Tuch yang harus di jaga yach mbak2x and mas2x yg jaga nggak ramah samah sekali and sombong2x lagaknya kaya yang poenya…!!</p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Sejenak, saya tertegun membacanya. Ternyata selama ini, saya belum melakukan pekerjaan saya dengan baik. Terbukti dengan komen di atas, yang bisa saya tebak, si komentator adalah <em>user</em> campusnet di mana saya bekerja. Operator juga manusia, begitu seringkali saya dan teman-teman berapologi ketika melakukan kesalahan. Lupa tersenyum gara-gara capek. Lupa mengucapkan terima kasih gara-gara sedang kesal dengan tugas-tugas kuliah yang seabrek-abrek. Atau melupakan prosedur kerja yang remeh-temeh itu.</p>
<p style="text-align:justify;">Kemudian, saya menebak-nebak. Mengingat-ingat, apa yang saya lakukan di hari sang komentator menuliskan uneg-unegnya. Apa yang terjadi dengan saya. Ugh, beberapa waktu terakhir, saya seringkali tidak menikmati acara tersenyum dengan <em>user </em>gara-gara memendam sesuatu. &#8220;Jangan bawa-bawa urusan rumah tangga dalam kerjaan dong, Bu!&#8221; Ledek Pak GM yang tiap pagi berkunjung dan sukses membuat saya makin sewot gara-gara dipanggil &#8220;Bu&#8221;, kesannya bermutu (<span style="text-decoration:line-through;">bermuka tua</span>)  banget.</p>
<p style="text-align:justify;">Oke. Siapa pun dia yang memberi komentar tersebut, saya berterima kasih. Pertama, sudah menemukan dan membaca blog saya. Kedua, sudah mau mengatakan dengan jujur kesalahan saya. Dan yang lebih penting, akhirnya membuat saya mengevaluasi diri saya, dan kembali tersenyum dengan ikhlas. <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align:justify;">Tiba-tiba suatu sore seminggu lalu, ketika saya sedang bekerja sambil mengetik makalah untuk memenuhi tugas UTS kuliah saya, ada dua orang cowo-cewe seperti kakak beradik, masuk. Seperti biasa, saya tersenyum dan menyapa. Mereka terlihat sedang bingung dan tidak tahu mau mengatakan apa, saling dorong-mendorong.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Ada yang bisa saya bantu Mbak-Mas?&#8221; tanya saya akhirnya.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Mmm, &#8221; yang cewe melihat ke yang cowo dan berbisik &#8220;Kamu aja.&#8221; Sementara saya semakin bingung melihat kebingungan mereka.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Gini mbak,&#8221; akhirnya si cowo membuka suara. &#8220;Dia kan member Campusnet di sini, sering main di sini,&#8221; pandangan saya terpaksa meninggalkan monitor demi menyimak kalimat-kalimatnya yang sepertinya akan panjang.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Begini, dia mau minta maaf karena sudah pernah membuat kesalahan yang membuat dia tidak tenang,&#8221; lanjutnya. Saya masih bingung mengikuti ceritanya. Saya melihat wajah keduanya. Ada perasaan bersalah yang tidak dibuat-buat di wajah si cewe.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Maaf mbak-mas, maksudnya kesalahan apa?&#8221; tanya saya akhirnya, karena mereka mengambil jeda agak lama.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Saya kan pernah main di sini mbak, terus saya <em>googling</em> nemu blog mbaknya. Terus saya ngasih komen <em>ngata-ngatain</em> mbaknya gitu,&#8221; kata si cewe. Saya tertegun sejenak. Kemudian saya tersenyum. Membiarkan dia melanjutkan kalimatnya.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Saya merasa bersalah mbak, udah <em>ngata-ngatain</em> mbaknya. Saya<em> ga</em> tenang. Beberapa hari<em> ga</em> bisa tidur nyenyak gara-gara merasa salah mbak,&#8221; katanya lagi. Saya terdiam dan dia berhenti berkata-kata.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Maaf ya mbak, kalau pelayanan kami mungkin kurang berkenan,&#8221; akhirnya saya memilih kalimat itu.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Bukan mbak, saya kok yang salah,&#8221; katanya lagi.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Iya, kami juga minta maaf ke mbak, mungkin dalam melayani kami kadang-kadang lupa jadi mbak merasa tidak nyaman, kami minta maaf ya mbak,&#8221; kata saya. Lalu serta merta, si Mbak itu mengulurkan tangannya dan saya menjabatnya. Tak terbayangkan, si Mbak itu hendak mencium tangan saya. Refleks, saya menariknya.</p>
<p style="text-align:justify;">Saya tak pernah menyangka, akan ada ikatan emosional antara <em>user</em> dengan saya. Sapaan yang mirip basa-basi tanpa ekspresi ternyata memang tidak nyaman dilihat. Senyum yang terpaksa dan tidak tulus memang tidak sedap dirasakan. Saya benar-benar terharu ketika ada orang meminta maaf demi kesalahan saya. Demi saya yang tidak tulus memberikan keramahan. Demi ketidaknyamanannya yang membuat dia mengata-ngatai saya, meskipun lewat blog. Dan yang lebih membuat saya terharu dan salut, masih ada orang yang dengan ksatria minta maaf secara langsung.</p>
<p style="text-align:justify;">Baiklah, sejak hari itu saya bertekad belajar tersenyum dengan tulus. Bukan basa-basi dan prosedur pekerjaan. Saya percaya, saya tidak pernah rugi untuk tersenyum. Selain hemat energi itu akan membuat orang lebih nyaman dengan kita, bukan? Yuk, senyum. <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' /> </p>
Posted in Berbagi, cerita, curhat lagi  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mezzalena.wordpress.com/390/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mezzalena.wordpress.com/390/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mezzalena.wordpress.com/390/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mezzalena.wordpress.com/390/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mezzalena.wordpress.com/390/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mezzalena.wordpress.com/390/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mezzalena.wordpress.com/390/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mezzalena.wordpress.com/390/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mezzalena.wordpress.com/390/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mezzalena.wordpress.com/390/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mezzalena.wordpress.com&blog=2017577&post=390&subd=mezzalena&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mezzalena.wordpress.com/2009/05/09/sebuah-kejutan-di-akhir-pekan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2f4a88900374758c078add21d26949d2?s=96&#38;d=monsterid" medium="image">
			<media:title type="html">Rahma</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Berbagi Diam</title>
		<link>http://mezzalena.wordpress.com/2009/04/05/berbagi-diam/</link>
		<comments>http://mezzalena.wordpress.com/2009/04/05/berbagi-diam/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 05 Apr 2009 02:21:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mezzalena</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mezzalena.wordpress.com/?p=382</guid>
		<description><![CDATA[Silence is one great art of conversation ~ Anonymous
Aku tahu mungkin kau keberatan aku diam. Meski aku yakin, kau sepenuhnya tahu, diam bukanlah sinonim dari bisu. Aku sama sekali tak ingin mendiamkan mu pagi ini. Aku hanya tak bisa berbohong. Aku juga tak pintar menyembunyikan kabar yang tidak menyenangkan. Lalu aku memilih diam, menyepakati kutipan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mezzalena.wordpress.com&blog=2017577&post=382&subd=mezzalena&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><blockquote><p>Silence is one great art of conversation ~ Anonymous</p></blockquote>
<p style="text-align:justify;">Aku tahu mungkin kau keberatan aku diam. Meski aku yakin, kau sepenuhnya tahu, diam bukanlah sinonim dari bisu. Aku sama sekali tak ingin mendiamkan mu pagi ini. Aku hanya tak bisa berbohong. Aku juga tak pintar menyembunyikan kabar yang tidak menyenangkan. Lalu aku memilih diam, menyepakati kutipan tak bertuan di atas.</p>
<p style="text-align:justify;">Aku tahu, mungkin adalah permintaan paling rumit, jika aku memintamu untuk mengerti diamku. Aku tak memaksa dan tak melarang kau bertanya kenapa aku diam. Tapi maaf, aku tak bisa menjawabnya. Hanya diam.</p>
<p style="text-align:justify;">Aku tak hendak membuatmu merasa bersalah. Sungguh, hanya tidak tega membagi wajah yang tertekuk  dan senyum kusut, maksa.</p>
<p style="text-align:justify;">Ya sudah, tolong biarkan aku diam. Bukankah kau mendengar apa yang aku katakan dalam hatiku?</p>
Posted in Uncategorized  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mezzalena.wordpress.com/382/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mezzalena.wordpress.com/382/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mezzalena.wordpress.com/382/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mezzalena.wordpress.com/382/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mezzalena.wordpress.com/382/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mezzalena.wordpress.com/382/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mezzalena.wordpress.com/382/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mezzalena.wordpress.com/382/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mezzalena.wordpress.com/382/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mezzalena.wordpress.com/382/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mezzalena.wordpress.com&blog=2017577&post=382&subd=mezzalena&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mezzalena.wordpress.com/2009/04/05/berbagi-diam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2f4a88900374758c078add21d26949d2?s=96&#38;d=monsterid" medium="image">
			<media:title type="html">Rahma</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sekuntum Edelweiss, Setangkai Mimosa pudica</title>
		<link>http://mezzalena.wordpress.com/2009/03/29/sekuntum-bunga-edelweiss-dan-setangkai-mimosa-pudica/</link>
		<comments>http://mezzalena.wordpress.com/2009/03/29/sekuntum-bunga-edelweiss-dan-setangkai-mimosa-pudica/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 29 Mar 2009 12:35:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mezzalena</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerpen]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mezzalena.wordpress.com/?p=373</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Terima kasih ya,&#8221; akhirnya klausa ini yang aku pilih untuk memulai pembicaraan kita.
&#8220;Buat?&#8221; Kau pura-pura tidak tahu.
&#8220;Buat sekuntum Edelweiss kemarin,&#8221; kataku. Hendak bertanya, apa maksudmu? Tapi aku tahan. Harusnya aku sudah tahu.
&#8220;Suka?&#8221; tanyamu pendek. Pasti kau berharap aku mengangguk. Tapi, apakah aku belum pernah bercerita padamu kalau aku tidak begitu suka bunga? Lantas, kalo aku [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mezzalena.wordpress.com&blog=2017577&post=373&subd=mezzalena&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;">&#8220;Terima kasih ya,&#8221; akhirnya klausa ini yang aku pilih untuk memulai pembicaraan kita.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Buat?&#8221; Kau pura-pura tidak tahu.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Buat sekuntum Edelweiss kemarin,&#8221; kataku. Hendak bertanya, apa maksudmu? Tapi aku tahan. Harusnya aku sudah tahu.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Suka?&#8221; tanyamu pendek. Pasti kau berharap aku mengangguk. Tapi, apakah aku belum pernah bercerita padamu kalau aku tidak begitu suka bunga? Lantas, kalo aku memilih tersenyum untuk menjawab pertanyaanmu itu, apakah akan menyinggungmu?</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Kok senyum aja sih?&#8221; tanyamu lagi.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Jangan bertanya aku suka atau tidak, aku sangat senang menerimanya,&#8221; lega rasanya menemukan kalimat ini.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Makasih ya,&#8221; ucapmu.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Hey, kamu yang memberi kok bilang terima kasih?&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Iya, terima kasih sudah menerimanya,&#8221; ucapmu lalu tertawa, begitu juga tawaku meyusul, kita tertawa bersama.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Za?&#8221; panggilmu tiba-tiba. Seperti serius.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Hmm,&#8221; jawabku pendek.  Aku menoleh ke arahmu. Mencari-cari maksud dari wajahmu.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Apa?&#8221; tanyaku akhirnya ketika tidak menemukan jawaban dari rautmu.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;<em>Engga,</em>&#8220;<em> </em>kamu melengos, menghindar dari tebakanku. &#8220;Hanya ingin memanggilmu,&#8221; lanjutmu lagi,  mengerling.</p>
<p style="text-align:justify;">Aku diam, pura-pura tidak peduli. Padahal, aku bahkan sangat tahu, iya aku juga merasakannya. Sudah sangat lama, tak ada pertemuan seperti ini. Duduk-duduk tanpa acara. Bicara ke sana ke mari tanpa tema. Tanpa menyesali waktu yang ternyata berlalu searah, <em>irreversible.</em> Seringkali aku memang sengaja, tak melihat jam karena tak mau waktu mengambil jeda. Tapi, kita memang tak pernah bisa memungkiri, bahwa perpisahan adalah syarat pasti dari pertemuan. Iya, iya aku tahu, sangat tahu. Ada kata yang tertahan, dari hatimu. Tentang rasa yang sama-sama kita sembunyikan.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Mmm,&#8221; desismu perlahan.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Apa?&#8221; hanya pura-pura bertanya. Aku tahu kau sedang kebingungan mencairkan suasana. Mencari-cari cerita apa yang bisa mewakili hatimu. Lalu aku tersenyum.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Kamu <em>ga</em> suka bunga ya?&#8221; tanyamu hati-hati kemudian, Aku tersenyum.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Seperti yang kamu lihat dari penampilanku yang tak pernah anggun. Aku hanya cemburu sama bunga-bunga yang anggun dan cantik. Itu makanya aku <em>ga</em> suka bunga. Aku iri,&#8221; jawabku beserta alasan lengkap.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;<em>Halah</em>, bilang aja kamu <em>ga</em> telaten merawat bunga, pake <em>ngeles </em>cemburu-cemburu segala,&#8221;  candamu sambil tertawa kecil.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Tumben tebakanmu benar,&#8221; lalu tawaku ikut pecah.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Jadi benar kamu <em>ga</em> suka bunga?&#8221; Ih, kenapa sih kau suka mendesakku dengan pertanyaan yang menurutku sudah cukup aku jawab.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Dari pada bunga aku lebih suka pada rumput liar,&#8221; jawabku.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Mereka bisa tumbuh di mana saja tanpa manja. Mencari kehidupannya sendiri dengan menanamkan akarnya kuat-kuat dalam tanah. Walaupun kemarau seperti membunuhnya, tapi nyatanya itu hanya hibernasi sesaat,&#8221; lanjutku panjang.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Terus?&#8221; tanyamu.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Iya gitu, saya lebih menyukai rumput dari pada bunga,&#8221; jawabku.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Itu makanya kamu sedikit liar,&#8221; kelakarmu. Aku tersenyum kecut. Aku tahu kau sedang bercanda. Aku tak marah, karena aku tahu yang kau maksud liar bukanlah sinonim dari amoral yang mirip dengan asusila atau tuna susila. Juga, kau tak pernah meninggalkanku meski kau tahu aku tak sempurna. Jadi aku tak perlu marah walaupun menurutku kau bercanda kelewatan.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Maaf-maaf, aku cuma <em>becanda</em>,&#8221; maafmu menangkap air mukaku yang berubah kecut tadi.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;iya<em> gpp, </em>lupakan. Mmm, kamu tahu <em>ga </em>rumput apa yang paling aku suka?&#8221; tanyaku kembali ke topik awal, hanya tak hendak memperpanjang pekara yang sensitif.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Rumput itu macem-macem ya? dan bernama juga?&#8221; tanyamu.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Ya iya lah, karena manusia berkepentingan terhadap nama-nama itu untuk membedakan jenis-jenis rumput, jadilah rumput itu bernama,&#8221; selintas terpikir tentang ujaran masyhur, apalah arti sebuah nama.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Rumput apa yang paling kamu suka? Aku tidak pernah kenalan sama rumput-rumput, jadi <em>ga</em> tahu,&#8221; tanyamu. Jika aku penggemar Ebiet G Ade, maka aku akan menjawab &#8220;silahkan bertanya pada rumput yang bergoyang&#8221;.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Mimosa pudica,&#8221; jawabku singkat.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Apa itu? saya pernah dengar deh, apa sih? emang ada gitu nama rumput yang cantik?&#8221; tanyamu.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Kalau kamu pernah lulus SMP pasti tahu, dulu di pelajaran biologi kita mempelajari tentang <em>binomial nomenclature</em> kan?,&#8221; tampak kau sedang berpikir.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Apa sih? aku hanya ingat Oryza sativa,&#8221; serahmu.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Si kejut,&#8221; jawabku.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;<em>What?</em> Putri Malu? apanya yang kamu sukai?&#8221; tanggapmu.</p>
<p style="text-align:justify;">Aku tak menjawab. Aku tahu, kau tahu bahwa aku tak sempurna. Ketika kau menginginkan aku seanggun Edelweiss, tetap tangguh, abadi dan mempesona di mana pun berada. Kenyataannya aku hanyalah sebatang Putri Malu. Iya, hanya rumput liar yang sesekali terjebak pada kemarau. Hibernasi yang seperti mati. Bahkan pada rangsang-rangsang yang halus, aku pun kalap. Menutup diri. Tapi sebagaimana kau tahu, Putri Malu yang liar itu juga ingin berbunga, begitu pun aku. Kau juga tahu, tak ada Putri Malu yang bisa berevolusi jadi Edelweiss. Apakah kau keberatan?</p>
<p style="text-align:justify;">Tak terasa Ta, matahari telah maghrib. Langit menggelap. Jeda lagi. Berpisah lagi. Sampai jumpa, aku pasti merindukan hari ini lagi. Sayang, tak akan pernah ada lagi, jadi ijinkan aku menuliskannya.</p>
Posted in Cerpen  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mezzalena.wordpress.com/373/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mezzalena.wordpress.com/373/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mezzalena.wordpress.com/373/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mezzalena.wordpress.com/373/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mezzalena.wordpress.com/373/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mezzalena.wordpress.com/373/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mezzalena.wordpress.com/373/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mezzalena.wordpress.com/373/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mezzalena.wordpress.com/373/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mezzalena.wordpress.com/373/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mezzalena.wordpress.com&blog=2017577&post=373&subd=mezzalena&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mezzalena.wordpress.com/2009/03/29/sekuntum-bunga-edelweiss-dan-setangkai-mimosa-pudica/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2f4a88900374758c078add21d26949d2?s=96&#38;d=monsterid" medium="image">
			<media:title type="html">Rahma</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Selamat Sore</title>
		<link>http://mezzalena.wordpress.com/2009/03/28/selamat-sore/</link>
		<comments>http://mezzalena.wordpress.com/2009/03/28/selamat-sore/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 28 Mar 2009 12:59:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mezzalena</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mezzalena.wordpress.com/?p=360</guid>
		<description><![CDATA[Tak banyak sore yang mempertemukan kita sekarang
Tak banyak pula cerita yang kita bagi
Apa kabarmu di sana, Ta?
Barangkali sangat berlebihan kalau aku menebak kau sedang mengingatku sambil merebahkan lelahmu
Padahal, sangat mungkin kau belum beranjak dari barisan-barisan aksara yang tercetak rapi dalam buku-buku tebalmu
Atau pikiranmu masih tersita untuk memintal kata-kata
Uh, tahukah kamu?
Kadang-kadang aku mencemburui mereka
Betapa banyak huruf-huruf [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mezzalena.wordpress.com&blog=2017577&post=360&subd=mezzalena&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Tak banyak sore yang mempertemukan kita sekarang</p>
<p>Tak banyak pula cerita yang kita bagi</p>
<p>Apa kabarmu di sana, Ta?</p>
<p>Barangkali sangat berlebihan kalau aku menebak kau sedang mengingatku sambil merebahkan lelahmu</p>
<p>Padahal, sangat mungkin kau belum beranjak dari barisan-barisan aksara yang tercetak rapi dalam buku-buku tebalmu</p>
<p>Atau pikiranmu masih tersita untuk memintal kata-kata</p>
<p>Uh, tahukah kamu?</p>
<p>Kadang-kadang aku mencemburui mereka</p>
<p>Betapa banyak huruf-huruf menyita tanganmu, menyita waktumu bahkan ruang dalam pikiranmu untuk sekedar mengingatku</p>
<p>Tapi kau begitu pandai melukis pelangi di hatiku</p>
<p>Hingga aku sama sekali tak keberatan tentang apa saja yang kau lakukan saaat ini</p>
<p>Bukankah hatimu aku?</p>
<p>Apakah kau mengiyakannya, Ta?</p>
<p>Aku tahu ini berlebihan</p>
<p>Tapi aku tak menemukan kalimat selain itu</p>
<p>Selamat sore, Ta</p>
<p>Sekedar sapaan menjelang senja, untukmu yang memanggilku Cinta</p>
Posted in Uncategorized  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mezzalena.wordpress.com/360/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mezzalena.wordpress.com/360/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mezzalena.wordpress.com/360/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mezzalena.wordpress.com/360/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mezzalena.wordpress.com/360/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mezzalena.wordpress.com/360/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mezzalena.wordpress.com/360/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mezzalena.wordpress.com/360/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mezzalena.wordpress.com/360/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mezzalena.wordpress.com/360/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mezzalena.wordpress.com&blog=2017577&post=360&subd=mezzalena&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mezzalena.wordpress.com/2009/03/28/selamat-sore/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2f4a88900374758c078add21d26949d2?s=96&#38;d=monsterid" medium="image">
			<media:title type="html">Rahma</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Selamat Pagi</title>
		<link>http://mezzalena.wordpress.com/2009/02/17/selamat-pagi/</link>
		<comments>http://mezzalena.wordpress.com/2009/02/17/selamat-pagi/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 17 Feb 2009 01:15:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mezzalena</dc:creator>
				<category><![CDATA[Poem]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mezzalena.wordpress.com/?p=343</guid>
		<description><![CDATA[
Selamat Pagi, Ta
Tahukah kamu Ta?, ketika setiap pagi aku membuka jendela
Aku mencari senyummu yang menyapaku
Meski hanya lewat, sekelebat
Karena senyum itu, yang akan terus menemaniku sepanjang hari nanti
Dan jika kebetulan saja kamu tidak ada,
Aku mencoba merajut sendiri senyummu yang sempat tertinggal
Meski hanya sisa kemarin, aku  namai itu senyum darimu hari ini
Tiba-tiba kebahagiaan bagiku menjadi sangat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mezzalena.wordpress.com&blog=2017577&post=343&subd=mezzalena&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><img class="aligncenter" title="Good morning" src="http://i192.photobucket.com/albums/z195/sparkletags4/import/graphics/Good-Morning/good-morning-window.gif" alt="" width="337" height="233" /></p>
<p>Selamat Pagi, Ta</p>
<p>Tahukah kamu Ta?, ketika setiap pagi aku membuka jendela</p>
<p>Aku mencari senyummu yang menyapaku</p>
<p>Meski hanya lewat, sekelebat</p>
<p>Karena senyum itu, yang akan terus menemaniku sepanjang hari nanti</p>
<p>Dan jika kebetulan saja kamu tidak ada,</p>
<p>Aku mencoba merajut sendiri senyummu yang sempat tertinggal</p>
<p>Meski hanya sisa kemarin, aku  namai itu senyum darimu hari ini</p>
<p>Tiba-tiba kebahagiaan bagiku menjadi sangat sederhana</p>
<p>Ketika sapamu merekah, dan kamu bertanya &#8220;Apa kabar?&#8221;</p>
<p>Tidak, tidak, aku tidak sedang berlebihan membaca perasaanku</p>
<p>Aku juga tidak sedang membuatmu terbang ke puncak menara</p>
<p>Ini hanya sebentuk sapaanku yang paling sederhana</p>
<p>Untukmu yang memanggilku Cinta</p>
<p>__________</p>
<p>Gambar dari <a href="http://i192.photobucket.com/albums/z195/sparkletags4/import/graphics/Good-Morning/good-morning-window.gif" target="_blank">sini</a></p>
Posted in Poem  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mezzalena.wordpress.com/343/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mezzalena.wordpress.com/343/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mezzalena.wordpress.com/343/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mezzalena.wordpress.com/343/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mezzalena.wordpress.com/343/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mezzalena.wordpress.com/343/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mezzalena.wordpress.com/343/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mezzalena.wordpress.com/343/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mezzalena.wordpress.com/343/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mezzalena.wordpress.com/343/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mezzalena.wordpress.com&blog=2017577&post=343&subd=mezzalena&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mezzalena.wordpress.com/2009/02/17/selamat-pagi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2f4a88900374758c078add21d26949d2?s=96&#38;d=monsterid" medium="image">
			<media:title type="html">Rahma</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://i192.photobucket.com/albums/z195/sparkletags4/import/graphics/Good-Morning/good-morning-window.gif" medium="image">
			<media:title type="html">Good morning</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Bintang Bicara Cinta</title>
		<link>http://mezzalena.wordpress.com/2009/02/02/bintang-bicara-cinta/</link>
		<comments>http://mezzalena.wordpress.com/2009/02/02/bintang-bicara-cinta/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 02 Feb 2009 03:14:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mezzalena</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berbagi]]></category>
		<category><![CDATA[cerita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mezzalena.wordpress.com/?p=332</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Tante, ketemu lagi sama Bintang,&#8221; suara imut Bintang menyapaku pagi ini dari atas tangga.
&#8220;Apa kabar, Tante?&#8221; tanya Bintang, sebelum saya sempat membalas sapaannya yang pertama. Karena selalu saja saya merasa terganggu ketika dipanggil &#8220;Tante&#8221;, kesannya tua dan konotasinya yang agak bergeser dari makna sebenarnya membuat saya tidak nyaman dipanggil Tante.  
&#8220;Baik, Bintang sama siapa?&#8221; [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mezzalena.wordpress.com&blog=2017577&post=332&subd=mezzalena&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;"><img class="aligncenter size-medium wp-image-333" title="love" src="http://mezzalena.files.wordpress.com/2009/02/love.jpg?w=300&#038;h=235" alt="love" width="300" height="235" />&#8220;Tante, ketemu lagi sama Bintang,&#8221; suara imut Bintang menyapaku pagi ini dari atas tangga.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Apa kabar, Tante?&#8221; tanya Bintang, sebelum saya sempat membalas sapaannya yang pertama. Karena selalu saja saya merasa terganggu ketika dipanggil &#8220;Tante&#8221;, kesannya tua dan konotasinya yang agak bergeser dari makna sebenarnya membuat saya tidak nyaman dipanggil Tante. <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Baik, Bintang sama siapa?&#8221; tanya saya akhirnya.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Sama Ayah di atas,&#8221; jawabnya sambil menuruni anak tangga. Sambil berceloteh tidak jelas. Suara imut dan manja khas anak kecil. Bintang anak laki-laki  kelas TK nol kecil yang hiperaktif.  Ayahnya seorang programmer yang suka <em>ngenet</em> di campusnet tempat saya bekerja. Ibunya pemilik apotik di sebelah campusnet.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Tante, Bintang mau minum fruti,&#8221; katanya sambil membuka <em>freezer.</em></p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Bintang bawa uang <em>ga</em>? Ambil itu harus bawa uang,&#8221; ujar saya. Meskipun lewat <em>billing message </em>Ayahnya sudah bilang &#8220;Mbak, anak saya minta teh, tolong <em>ambilin, </em>nanti bayarnya sekalian belakang.&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Bintang punya uang banyak, <em>inih</em>,&#8221; Bintang merogoh sakunya dan menyodorkan banyak recehan ke saya.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Berapa <em>tuh</em> uangnya, Bintang bisa ngitung <em>ga</em>?&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Bisa, Bintang bisa ngitung pake Bahasa Inggris lho Tante,&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;O ya? Coba hitung sekarang,&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Tapi Tante <em>ngikutin yah,&#8221;</em></p>
<p style="text-align:justify;">Wew, &#8220;Iya deh,&#8221; akhirnya saya berhitung bareng Bintang.<em> wan-tu-tri-for-faiv-dst. </em></p>
<p style="text-align:justify;">Bintang duduk di sebelah saya. Terus berceloteh. Rasa ingin tahunya membuat dia terus bertanya. Sampai dia menemukan infus<em> </em>tinta<em> printer </em>dan menarik-nariknya.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Bintang <em>ga</em> boleh nanti tintanya tumpah,&#8221; serta merta saya menarik tangannya dan mengalihkan perhatiannya ke hal lain. Tapi sepertinya dia masih tertarik dengan tinta yang terlihat seperti sirup warna-warni.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Bintang kan pinter Bahasa Inggris, Bahasa Inggrisnya tangan apa?&#8221; saya memegang tangannya, mengalihkan perhatiannya.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;<em>Hand</em>,&#8221;  jawabnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Kalau kepala? kaki? telinga? dst. Akhirnya dia menyebutkan seluruh anggota badan dalam Bahasa Inggris dan benda-benda di sekitarnya. Sampai dia menemukan gantungan kunci seperti gambar di atas.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Ini namanya <em>I love you, </em>Tante!&#8221; katanya sambil memegang-megang gantungan kunci itu.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Kok <em>I love you</em>? kata siapa?&#8221; tanya saya keheranan.  &#8220;Itu namanya gantungan kunci, Bahasa Inggrisnya <em>key holder,</em>&#8221; lanjut saya.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Bintang, lagi ngapain sama Tante? Jangan <em>gangguin</em> Tante kerja ya!&#8221; tiba-tiba Ayahnya turun.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Ini namanya <em>I love you</em> kan, Yah? katanya Tante bukan, <em>gimana sih</em>?&#8221; Adu bintang pada Ayahnya. Saya senyum-senyum saja, begitu juga Ayah Bintang.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Sudah, <em>yuk</em> pulang! kembalikan kuncinya sama Tante, bilang <em>I love you</em> sama Tante,&#8221; kata ayah Bintang sambil senyum-senyum.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;<em>I love you</em> Tante,&#8230; <em>bye-bye</em>,&#8221; Bintang melambaikan tangan. Saya membalasnya dengan  senyum-senyum.</p>
<p style="text-align:justify;">Sebelum Bintang keluar, saya masih mendengar dia bertanya pada Ayahnya, &#8220;Yah, <em>I love you</em> itu artinya cinta ya? Cinta itu artinya terima kasih?&#8221; dan saya lihat Ayah Bintang mengelus kepalanya dan mengangguk.</p>
<p style="text-align:justify;">Saya masih tersenyum. Cinta itu artinya terima kasih. <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
Posted in Berbagi, cerita  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mezzalena.wordpress.com/332/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mezzalena.wordpress.com/332/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mezzalena.wordpress.com/332/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mezzalena.wordpress.com/332/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mezzalena.wordpress.com/332/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mezzalena.wordpress.com/332/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mezzalena.wordpress.com/332/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mezzalena.wordpress.com/332/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mezzalena.wordpress.com/332/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mezzalena.wordpress.com/332/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mezzalena.wordpress.com&blog=2017577&post=332&subd=mezzalena&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mezzalena.wordpress.com/2009/02/02/bintang-bicara-cinta/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2f4a88900374758c078add21d26949d2?s=96&#38;d=monsterid" medium="image">
			<media:title type="html">Rahma</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mezzalena.files.wordpress.com/2009/02/love.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">love</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Bisa Korupsi Tanpa Harus Jadi Pejabat</title>
		<link>http://mezzalena.wordpress.com/2009/01/27/bisa-korupsi-tanpa-harus-jadi-pejabat/</link>
		<comments>http://mezzalena.wordpress.com/2009/01/27/bisa-korupsi-tanpa-harus-jadi-pejabat/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 27 Jan 2009 05:12:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mezzalena</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berbagi]]></category>
		<category><![CDATA[cerita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mezzalena.wordpress.com/?p=321</guid>
		<description><![CDATA[Beberapa waktu yang lalu, ketika sedang makan di kantin kampus, saya dan teman-teman berbincang-bincang.
&#8220;Ribet ya, mau makan aja ngantri bayar dulu,&#8221; Kata salah satu teman saya. Di kampus hanya ada satu kantin kecil milik ibu-ibu dharma wanita yang menerapkan sistem bayar dulu sebelum makan.
&#8220;Ya, kan emang gitu aslinya jual beli, bayar dulu,&#8221; kata saya.
&#8220;Tapi ga [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mezzalena.wordpress.com&blog=2017577&post=321&subd=mezzalena&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;">Beberapa waktu yang lalu, ketika sedang makan di kantin kampus, saya dan teman-teman berbincang-bincang.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Ribet ya, mau makan <em>aja ngantri</em> bayar dulu,&#8221; Kata salah satu teman saya. Di kampus hanya ada satu kantin kecil milik ibu-ibu dharma wanita yang menerapkan sistem bayar dulu sebelum makan.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Ya, kan <em>emang gitu</em> aslinya jual beli, bayar dulu,&#8221; kata saya.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Tapi <em>ga</em> apa-apa juga kan dengan sistem bayar belakang, tradisi yang baik dan sama-sama tahu antara penjual dan pembeli secara hukum Islam sah kok!&#8221; lanjut teman saya.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Malah sekarang kan lagi marak tuh kantin kejujuran di sekolah-sekolah, tanpa akad  jual beli karena tidak ada penjualnya. Anak-anak mengambil sendiri jajanan yang dibelinya dan sudah disediakan uang kembalian jika uangnya tidak pas, praktis <em>tuh</em>. Coba kantin ini juga seperti itu, tidak perlu antre bayar,&#8221; lanjutnya.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Pendidikan anti korupsi sejak dini ya? bagus deh,&#8221; tanggap saya.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Iya, memang seharusnya begitu, jadi pendidikan agama dan moral itu tidak hanya teks saja, tapi butuh laboratorium moral sejenis itu sehingga indikatornya pencapaian kompetensinya jelas,&#8221; sambungnya dan obrolan jadi kemana-mana tak bertema.</p>
<p style="text-align:center;">***</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Kalau dipikir-pikir, sebenarnya saya menggunakan fasilitas negara untuk ngeblog dan <em>chat</em> ya?&#8221; kata seorang teman di YM ketika <em>chat</em> tadi sore, dia seorang pegawai negeri dan sedang di kantor.</p>
<p style="text-align:justify;">Saya tahu, dia hendak menyindir saya karena menggunakan komputer klien di jam-jam rame. Merasa tidak enak, kesindir dan malu, saya masih sempat bilang, &#8220;Iya ya, jadi ingat dengan Khalifah Umar yang tidak mau memakai lampu untuk kepentingan pribadi, benar <em>ga</em> itu kisah Khalifah Umar?&#8221; tanya saya.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Iya, benar,&#8221; jawabnya pendek. Saya membayangkan wajahnya di seberang sana yang jengkel karena saya tak kunjung menampakkan reaksi kesindir.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Ya udah ya, saya pulang dulu,&#8221; pamit saya pelan-pelan.</p>
<p style="text-align:justify;">Pagi ini, saya mendapati suratnya di <em>inbox</em> yahoomail saya. Berupa permintaan maaf  telah menyindir. Dan barangkali dia juga tidak enak jika saya memberinya label &#8220;orang sok bersih&#8221;.</p>
<p style="text-align:justify;">Ah, justru yang terlintas adalah keindahan persaudaraan dan saling mengingatkan. Seandainya semua orang di sekitar saya seperti itu, saling menegur dan membiasakan hal-hal yang benar, tentu saja kebenaran menjadi kebiasaan yang menyenangkan. Banyak sekali hal remeh temeh dalam kehidupan <span style="text-decoration:line-through;">kita</span> saya yang sudah menjadi kebiasaan yang seolah-olah benar. Padahal semua kebiasaan itu belum tentu benar.</p>
<p style="text-align:justify;">Memang, seharusnya tak perlu orang lain karena kita seharusnya tahu bahwa ada Tuhan yang melihat dan malaikat yang mencatat. Ajakan yang klise rasanya ketika bilang, &#8220;Yuk, memulai dari diri sendiri dan hal-hal kecil.&#8221; Karena tak harus jadi pejabat, ternyata kita bisa korupsi.</p>
Posted in Berbagi, cerita  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mezzalena.wordpress.com/321/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mezzalena.wordpress.com/321/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mezzalena.wordpress.com/321/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mezzalena.wordpress.com/321/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mezzalena.wordpress.com/321/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mezzalena.wordpress.com/321/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mezzalena.wordpress.com/321/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mezzalena.wordpress.com/321/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mezzalena.wordpress.com/321/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mezzalena.wordpress.com/321/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mezzalena.wordpress.com&blog=2017577&post=321&subd=mezzalena&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mezzalena.wordpress.com/2009/01/27/bisa-korupsi-tanpa-harus-jadi-pejabat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2f4a88900374758c078add21d26949d2?s=96&#38;d=monsterid" medium="image">
			<media:title type="html">Rahma</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Detik-detik Itu Masih Ku Hitung</title>
		<link>http://mezzalena.wordpress.com/2009/01/19/detik-detik-itu-masih-ku-hitung/</link>
		<comments>http://mezzalena.wordpress.com/2009/01/19/detik-detik-itu-masih-ku-hitung/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 19 Jan 2009 04:01:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mezzalena</dc:creator>
				<category><![CDATA[Poem]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mezzalena.wordpress.com/?p=318</guid>
		<description><![CDATA[I
Sesaat lagi aku percaya
Bahwa perjalanan kita sampai pada koordinat yang sama
Sesaat, saat semua masih seperti mimpi
II
Aku tahu, kau sama sekali tak tahu aku sedang membilang angin
Setelah aku sadar, ternyata detak-detak jantungku lebih tak terhitung dari pada angin yang berhembus itu
Terduduk bersama dalam ruang dan waktu yang sama
Aih, selama ini itu hanya mimpi
Dan sekarang, semua itu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mezzalena.wordpress.com&blog=2017577&post=318&subd=mezzalena&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>I</p>
<p>Sesaat lagi aku percaya</p>
<p>Bahwa perjalanan kita sampai pada koordinat yang sama</p>
<p>Sesaat, saat semua masih seperti mimpi</p>
<p>II</p>
<p>Aku tahu, kau sama sekali tak tahu aku sedang membilang angin</p>
<p>Setelah aku sadar, ternyata detak-detak jantungku lebih tak terhitung dari pada angin yang berhembus itu</p>
<p>Terduduk bersama dalam ruang dan waktu yang sama</p>
<p>Aih, selama ini itu hanya mimpi</p>
<p>Dan sekarang, semua itu kenangan</p>
<p>Daun-daun bambu, galau</p>
<p>Seperti hatiku mungkin juga hatimu</p>
<p>II</p>
<p>Lalu, kata-kata seperti terpilih satu-satu</p>
<p>Menjadi sungai bagi hari itu</p>
<p>Terus mengalir, menderas</p>
<p>Mencari muara masing-masing yang sama-sama belum terlihat</p>
<p>Sesekali berganti-gantian antara kau juga aku</p>
<p>Menangkap kegelisahan, seperti wajah langit yang sebentar-bentar mengarak awan kelabu</p>
<p>Jika muara itu ternyata bukan di titik potong antara garis perjalanan kita</p>
<p>III</p>
<p>Aku tahu sesekali kau mencuri wajahku</p>
<p>Yang kusembunyikan di balik senyum paling sederhana yang aku punya</p>
<p>IV</p>
<p>Tiba-tiba seperti terbangun dari mimpi</p>
<p>Saat tiba tangan ini terlambai</p>
<p>Menyadari esok, semua kembali maya</p>
Posted in Poem  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mezzalena.wordpress.com/318/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mezzalena.wordpress.com/318/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mezzalena.wordpress.com/318/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mezzalena.wordpress.com/318/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mezzalena.wordpress.com/318/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mezzalena.wordpress.com/318/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mezzalena.wordpress.com/318/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mezzalena.wordpress.com/318/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mezzalena.wordpress.com/318/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mezzalena.wordpress.com/318/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mezzalena.wordpress.com&blog=2017577&post=318&subd=mezzalena&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mezzalena.wordpress.com/2009/01/19/detik-detik-itu-masih-ku-hitung/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2f4a88900374758c078add21d26949d2?s=96&#38;d=monsterid" medium="image">
			<media:title type="html">Rahma</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Yuk, Memperbaiki Memori!</title>
		<link>http://mezzalena.wordpress.com/2009/01/15/yuk-memperbaiki-memori/</link>
		<comments>http://mezzalena.wordpress.com/2009/01/15/yuk-memperbaiki-memori/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 15 Jan 2009 05:01:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mezzalena</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berbagi]]></category>
		<category><![CDATA[curhat lagi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mezzalena.wordpress.com/?p=312</guid>
		<description><![CDATA[Dulu saya tidak pernah mengerti. Kenapa Ibu selalu bela-belain di dapur pagi-pagi untuk menyiapkan sarapan sebelum saya berangkat sekolah. Dan tak pernah berhenti ngomel-ngomel ketika saya tidak mau sarapan. Minimalnya,  di meja makan setiap pagi selalu ada nasi,  telur entah rebus, dadar, atau ceplok juga secangkir kopi untuk Ayah dan 2 gelas teh [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mezzalena.wordpress.com&blog=2017577&post=312&subd=mezzalena&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;">Dulu saya tidak pernah mengerti. Kenapa Ibu selalu <em>bela-belain </em>di dapur pagi-pagi untuk menyiapkan sarapan sebelum saya berangkat sekolah. Dan tak pernah berhenti <em>ngomel-ngomel </em>ketika saya tidak mau sarapan. Minimalnya,  di meja makan setiap pagi selalu ada nasi,  telur entah rebus, dadar, atau ceplok juga secangkir kopi untuk Ayah dan 2 gelas teh  untuk saya dan adik  saya.</p>
<p style="text-align:justify;">Sekarang hidup jauh dari rumah, tidak ada lagi Ibu yang menyiapkan sarapan setiap pagi. Sarapan bagi saya seperti sudah menjadi tradisi, kadang-kadang jadi repot sendiri. Karenanya sarapan adalah hal wajib seperti mandi, jadi harus dipenuhi. Padahal, bagi teman-teman di kosan saya sarapan sama sekali bukan hal penting.</p>
<p style="text-align:justify;">Teman sekamar di kos sudah paham dengan kebiasaan saya sebelum keluar pagi-pagi. Seringkali, kalau tidak menghentikan tukang bubur ayam keliling pasti makan beberapa helai roti tawar yang diolesi mentega dan minum teh. Biasanya saya menyapanya, &#8220;Mbak, memperbaiki memori, yuk!&#8221;. Saya memilih istilah memperbaiki memori untuk menyebut sarapan, karena mereka sering menyindir saya, &#8220;<em>Kayak </em>ayam <em>aja</em> pagi-pagi <em>udah</em> makanan yang dipegang.&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">Belakangan, saya baru tahu ternyata banyak sekali manfaat sarapan.  Bahwa sarapan membuat otak kita bekerja lebih baik seperti yang dipaparkan <a href="http://www.kapanlagi.com/a/0000002537.html" target="_blank">di sini</a> atau <a href="http://lifestyle.okezone.com/index.php/ReadStory/2008/01/24/29/77769/sukses-dimulai-dari-sarapan-pagi" target="_blank">di sini juga</a> dan masih banyak yang lainnya. Sebisa mungkin saya tidak pernah melewatkan momen sarapan. Meski saya tahu, kadang-kadang yang saya makan bukanlah menu sarapan yang baik, tetapi hanya pengganti sarapan saja seperti ini.</p>
<p style="text-align:justify;"><img class="aligncenter size-medium wp-image-315" title="Sarapan" src="http://mezzalena.files.wordpress.com/2009/01/091459.jpg?w=300&#038;h=225" alt="Sarapan" width="300" height="225" /></p>
<p style="text-align:justify;">Sambil menyantap Pop mie, saya menulis ini. Bagaimana dengan pagimu hari ini, teman? Apa kabar? Yuk, memperbaiki memori! <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
Posted in Berbagi, curhat lagi  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mezzalena.wordpress.com/312/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mezzalena.wordpress.com/312/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mezzalena.wordpress.com/312/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mezzalena.wordpress.com/312/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mezzalena.wordpress.com/312/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mezzalena.wordpress.com/312/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mezzalena.wordpress.com/312/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mezzalena.wordpress.com/312/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mezzalena.wordpress.com/312/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mezzalena.wordpress.com/312/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mezzalena.wordpress.com&blog=2017577&post=312&subd=mezzalena&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mezzalena.wordpress.com/2009/01/15/yuk-memperbaiki-memori/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2f4a88900374758c078add21d26949d2?s=96&#38;d=monsterid" medium="image">
			<media:title type="html">Rahma</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mezzalena.files.wordpress.com/2009/01/091459.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Sarapan</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>