Ditulis oleh mezzalena di/pada April 29, 2008
Seperti kehilangan …
Memang sebenarnya aku tidak pernah memiliki,
sehingga ketiadaan yang tiba-tiba ini tak layak ku namai kehilangan
Aku hanya menyebutnya seperti kehilangan
Ketika aku membuka jendela, dan ku lihat tak ada siapa-siapa di sana
Kau yang biasa menengok sebentar-sebentar sambil nyengir juga tidak ada
Tiba-tiba seperti kerinduan kemarau pada gerimis
Tidak menyenangkan memang
Tiba-tiba merasakan kelegangan diantara hiruk pikuk
Seperti perpisahan seorang diri, kata Dee …
Perpisahan paling sepi tanpa ada lambaian tangan
Ah, bagaimana mungkin ini sebuah perpisahan
Kita bahkan belum pernah bersua
Apa lagi berjabat tangan dan berkenalan
Tapi sungguh ini seperti kehilangan
Hanya seperti,
Karena ternyata aku tidak pernah memiliki apa-apa
Ditulis dalam Poem | 6 Komentar »
Ditulis oleh mezzalena di/pada April 25, 2008
“Heran deh … Perasaan kamu orangnya ga introvert deh, trus kenapa sepertinya ketakutan gitu untuk get closer dengan seseorang? Atau pernah punya trauma ya? Engga deh, kamu ga pernah cerita… Apa jangan-jangan kamu punya kelainan? Hii … ” Kata sahabat saya, Fay dengan gayanya yang khas, suatu sore pas duduk-duduk bareng. Spontan saya ngakak. “Ya ga lah.. emang saya apaan?”.
Karena kemungkinan pertama sepertinya tidak benar, karena semua orang tau saya tidak introvert. Terus kemungkinan trauma juga rasanya tidak pernah. Lalu apakah kemungkinan ketiga yang benar?
Sedang ngomongin apa ya? Mmmm …. entah, suatu sore di ngobrol-ngobrol santai tiba-tiba membahas tentang saya yang selalu memilih menjauhi seorang teman (cowok) yang mencoba mendekat (halah .. kalimatnya susah). Lalu saya juga akhirnya berpikir, Iya ya.. jangan saya tidak normal. Hiks.
Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam kenangaku | 7 Komentar »
Ditulis oleh mezzalena di/pada April 20, 2008
Idealnya seorang pelayan publik adalah selalu ramah, selalu senyum dan tidak pernah lupa mengucapkan terimakasih. Berbicara dengan sopan dan halus, tidak pernah lupa mengawali dengan permisi, maaf, tolong, dsb. Satu lagi eye contact harus tetap dijaga, untuk menunjukkan bahwa kita menganggap bahwa lawan bicara kita sangat penting. Setidaknya itu adalah pelajaran yang saya peroleh selama menjadi operator (front liner) di Campus Net.
Tetapi kadang-kadang ada user yang menguji keramahan kita (saya). Satu contoh misalnya, ada user yang minta dikirimkan email lewat komputer billing, dengan alasan terburu-buru dan tidak mau login. Padahal teks nya panjang, Tentu saja saya harus mengetiknya. Disamping itu, banyak sekali user yang keluar masuk. Restart-Unlock-Bayar-kembalian. Dan yang minta dikirimkan emailnya minta cepat. Padahal diawalnya sudah saya sarankan untuk Login dan mengirim sendiri. Tentu saja lebih cepat, karena tidak ada user yang mengganggunya. Tetapi karena keramahan adalah kewajiban, maka kita tetap saja bilang, “maaf ya pak, sebentar… ” dengan tetap tersenyum. Walaupun senyum itu dibalas dengan muka asam. Ugh … ini hanya satu contoh. Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam kenangaku | 8 Komentar »
Ditulis oleh mezzalena di/pada April 11, 2008

ml-yono Berkata:
April 11, 2008 pada 8:00 am e
jepara oh jepara, ya ultah kemarin di meriahkan dari AKPOL di alun-alun jepara,setelah upacara selesai di lanjutkan dengan atraksi dari akpol & drumbend keliling kota yang sangat meriah.
Mungkin ini posting telat. Hari jadi kota Jepara sudah dirayakan kemarin. Sayang sekali saya tidak sedang berada di Jepara, maka saya hanya bisa ikut perayaan itu dengan cara saya sendiri. Disini. Meskipun telat.
Mungkin pembaca yang budiman merasa janggal dengan foto di atas. Kenapa bercerita tentang hari jadi kota Jepara di awali dengan foto gapura sebuah makam?? Saudara-saudara yang sudah pernah berkunjung ke sana pasti tahu kalau Gapura makam itu adalah makam Ratu Kalinyamat dan Suaminya, Sunan Hadirin, yang berada di Mantingan, 5 km arah selatan dari pusat kota Jepara.
Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam kenangaku | 5 Komentar »
Ditulis oleh mezzalena di/pada April 10, 2008
Berkali-kali aku menghitung bilangan jam di dinding
Kupikir masih sama seperti kemarin
Jarumnya masih juga sempurna berkeliling
Melingkari detik-detik yang juga masih sama
Tapi rasanya matahari lebih cepat terbenam untuk kemudian bergegas terbit lagi
Sebelum aku sempat mengucap selamat malam, ternyata pagi pun sudah pergi
Seperti ada yang hilang di antara bilangan-bilangan itu
Rasanya aku ingin mengambil lagi waktu yang berlebihan kemarin
Ternyata sisa itu berlalu, hilang
Kurang juga berlalu
Lalu,
Aku berkeliling mencari tukang jam yang bisa memperpanjang waktu
Sekedar untuk merasakan udara satu-satu
Menunaikan janji atas nafas itu
****************************************************************************************************************
I’m Sorry for being lazzy.
Ditulis dalam Poem | 3 Komentar »