Fall in Love

23 Mar

“Jatuh cinta? Yang benar saja?” Begitu tanggap bunda menyambut ceritaku.

“Iya, bunda aku jatuh cinta,” jawabku polos tanpa merasa ada yang aneh.

“Sama siapa?” Bunda seperti memburu, ingin tahu.

Aku tertawa-tawa. Tersenyum-senyum. Lalu bercerita panjang.

Aku benar-benar tidak tahu kenapa, ada perasaan aneh yang aku rasakan. Kekaguman yang luar biasa. Yang aku susah menerjemahkannya menjadi satu kata saja. Akhirnya aku menemukan klausa jatuh cinta. Pantaskah?

Bus yang membawaku pulang berjalan pelan-pelan. Memang selalu begitu bus kota. Kadang-kadang kita menyebutnya lelet, kalau kita sedang mengejar waktu. Tapi aku menikmatinya. Perjalanan pulang selalu menjadi perjalanan yang menyenangkan. Aku senang sekali akhirnya aku bisa pulang juga. Mendapat libur, meski cuma sehari. Pulang. Melepas kerinduan dan semua beban. Sedang tidak ingin memejamkan mata di bus, aku lihat-lihat saja kanan-kiri jalan. Dan … Ups! mataku menabrak sesosok wajah yang menakjubkan.

Hmm … seorang ibu muda menggendong anaknya di pinggir jalan. Bukankah itu hal yang biasa?. Iya, biasa. Tapi yang luar biasa, Tiba-tiba aku membayangkan ketika aku menjadi seorang Ibu nanti. Dimana aku harus bertanggungjawab atas keselamatan anak itu, dunianya dan akhiratnya. Selain tanggung jawab yang lain-lain. Aku segera ingat Bunda di rumah. Aku ingin segera sampai dan merasakan begitu leletnya bus berjalan.

Kemudian seorang nenek naik dari lampu merah Pasar Johar. Usianya sekitar 70 tahun keatas. Wajahnya keriput, berkerut-kerut. Giginya sudah banyak yang tanggal. Duduk di sebelahku.

Aku tidak begitu menghiraukan. Masih melamun saja. Teringat Bunda. Perempuan paling hebat seluruh dunia, menurutku. Perempuan perkasa. Beruntung sekali aku dilahirkan dari beliau. Beruntung sekali ayah yang mendapatkan beliau. Meskipun Bunda tidak dikenal seperti Ibu Kita Kartini (meski sama-sama lahir di Jepara, Bumi Kartini) atau Cut Nyak Dien atau semua pahlawan perempuan lainnya. Tapi Bunda adalah pahlawanku.

” Adik turun dimana?” Suara nenek dari sebelah memecah lamunanku. Suaranya tidak begitu jelas. Termakan usia.

“Turun di terminal nek” jawabku. Baru kemudian memperhatikan nenek yang sedari tadi duduk di sampingku.

“Nenek juga turun terminal, bareng ya nduk?”

nggih nek” Jawabku. Sementara itu aku mulai gusar. Ada yang ganjil.

“Nenek sendirian?” Tanyaku.

“Iya” Jawab beliau.

Seorang nenek, setua ini sendirian. Dimana anaknya? Cuvunya? Keluarganya? mau kemana nenek ini?

“Nenek dari mana? mau kemana?” Akhirnya saya bertanya juga.

Kemudian sang nenek menjawab panjang lebar. Bercerita. Bahwa sebenarnya Beliau memiliki anak. Sudah berkeluarga semua. Merantau semua. Hilang semua. Beliau juga bercerita bagaimana dulu beliau pernah muda. Pernah memiliki cita-cita sederhana. Memiliki suami yang baik dan anak-anak yang banyak. Hidup bahagia.

“Nenek masih mencari makan sendiri, tidak enak meminta kepada anak-anak. Mereka toh juga sibuk untuk keluarga mereka sendiri. Nenek tidak ingin merepotkan mereka.” Kalimatnya tersendat-sendat.

Aku miris mendengarnya. Seharusnya nenek setua itu harus sudah istirahat banting tulang. Bukankah anak-anak adalah investasi masa tua? Aku teringat bunda lagi. Aku tidak akan meninggalkan Bunda. Aku akan menemani Bunda di masa tuanya. Bukankah Bunda melepasku sekarang agar aku bisa menemani beliau besok?

Sampai di daerah Kaligawe, Genangan air masih tersisa memenuhi jalan raya yang mulai keropos terkikis air. Lubang disana-sini. Tubuh bus terguncang-guncang. Kejeglong, terseok-seok. Tentu saja sopir tidak melihat lubang karena semua rata dengan air. Sang nenek ketakutan sekali.Tubuhnya terguncang-guncang. Serta merta Beliau memegang tanganku. Ku berikan kedua tanganku. Berharap nenek tersebut bisa tenang. Aku rasakan detak nadinya. Hebat. Tak teratur. Kencang. Perasaan aneh menjalar. Saya sering mendefinisikan ‘ketika kita tidak bisa menghitung berapa kali jatung kita berdetak perdetik karena sangat cepat sekali dan lebih cepat beratus kali dari biasanya … saat itulah kita jatuh cinta’.

Yup! Aku jatuh cinta pada perempuan-perempuan. Bukan narcissus karena itu berarti aku jatuh cinta pada diri sendiri. Karena aku juga seorang perempuan. Aku bercerita pada Bunda. Bunda hanya membelaiku lembut. Dengan pandangan teduh beliau mendengarkan. Aku semakin jatuh cinta. Bunda aku berjanji tidak akan meninggalkan Bunda sendirian …

Ahh … Perempuan-perempuan. Surga di kakimu … dan Tuhan menitipkan sebagian sayangnya di kedua tanganmu.

Lagunya Sheila on 7 mengalun perlahan:

Just For My Mom

Sometimes I feel my heart so lonely but it’s ok
No matter how my girl just left me and I don’t care
Whenever the rain comes down and it’s seems there’s none to hold me
She’s there for me, she’s my momJust for my mom, I write this song
Just for my mom, I sing this song
Just for my mom, can wipe my tears
Just for my mom, can only here
Trap in a subway, can’t remember the day but I feel ok
Damped in damn situation, in every condition with no conclusion
Whenever the rain comes downand it’s seems there’s none to hold me
She’s there for me, she’s my mom
You may say I have none to cover me under the sun
She’s there for me, she’s my mom

Advertisements

13 Responses to “Fall in Love”

  1. Sawali Tuhusetya March 23, 2008 at 9:50 am #

    wew… potret perempuan2 perkasa yang dihadirkan dalam cerita ini. aku juga sangat menghormati kaum perempuan, mbak hibah. dari rahim seorang perempuan aku lahir. dari belaian perhatian dan kasih sayang seorang perempuan aku bisa mengenal nilai dan makna kearifam hidup. kepada seorang perempuan pula aku jatuh cinta. perempuan memang sosok yang layak dijadikan sebagai “empu”, dihormati dan dimuliakan.

  2. mathematicse March 23, 2008 at 10:01 am #

    Kirain jatuh cinta sama siapaaaaaaaaaaaaaa gitu, ge er nih saya… 😀 wakakakakakaka… :mrgreen:

  3. syahbal March 23, 2008 at 10:12 am #

    assalamualaikum,wr,wb.

    ya…wanita merupakan sosok yang paling ajaib…
    yang harus dimuliakan…
    yang paling berpengaruh pada hidup seorang pria…
    wanita dapatlah membawa kita ke surga…
    tapi juga kadang dapat membawa ke neraka…
    tapi ibu…merupakan sosok wanita yang paling mulia…
    surag ada ditelapak kai ibu…
    tapi bagi saya…
    ibu adalah surgaku…

    salam kenal yah…

    wassalam…

  4. sarah March 23, 2008 at 10:32 am #

    Jadi kangen ibu…
    Btw… lagi jatuh cinta.. senangnya… 😀

  5. kakanda March 23, 2008 at 11:16 am #

    Ibuku tak mau merepotkan anak-anaknya
    seperti diwasiatkan almarhum ayahku
    Ia hanya ingin kesibukan,
    meski masih harus turun naik metro mini
    diusianya yang mulai kepala 7
    Aku belum dapat mencarikannya kesibukan yang lebih dekat
    maafkan aku Bu

  6. hanggadamai March 24, 2008 at 3:32 am #

    aku masih belum bisa membahagiakan ibuku yuh
    makanya aku sedih baca postingan ini.
    sedih karena diriku yg lemah ini 😦

  7. Um Ibrahim March 24, 2008 at 4:36 pm #

    Semoga lilin kecil dapat menepati janjinya, dan diberi waktu dan kesehatan oleh Allah SWT untuk tetap jatuh cinta 🙂

  8. Mezza March 25, 2008 at 6:25 am #

    @ Sawali Tuhusetya : Terimakasih pak … merasa dicintai sebagai seorang perempuan (hehehe
    @mathematicse : Whehehehehe … kok jadi ge er pak? kan aku jatuh cintanya sama perempuan.
    @syahbal : waalaikumsalam … salam kenal juga.
    @sarah : Sama mba … lagi kangen ibu …
    @kakanda : Tapi ibu selalu bijaksana,…
    @ hanggadamai: jangan sedih dunkkk
    @ Um Ibrahim : Doakan ummu, lilin kecil tidak tetiup angin … bisa menepati janji itu. Amin

  9. lia March 25, 2008 at 7:43 am #

    so sweet….
    ingin nangis tapi air mata tlah habis…
    ingin dipeluk dekapan sang bunda…
    bunda q… betapa besar pengorbananmu…
    kak hibab jadi ingat deh q ma bunda q…
    doa q slalu buat bunda semoga cepat sembuh
    meski q jauh dari bunda…
    bunda q slalu dihati….

    ___________________
    mezza says: Bundanya jangan disimpan di hati dunk … kasian, kan mo arisan juga tuh *hehehe .. ga nyambung mode on* Smoga BUndanya Cepat sembuh .. Amin

  10. Arif Budiman March 25, 2008 at 1:28 pm #

    *Terngiang lagunya Melly, Bunda*
    😥

    ____________
    mezza says: Kok Cry …????

  11. fay March 26, 2008 at 9:47 am #

    ramah ngga kalo aku bercita2 mati muda? salah satu alasannya itu. takut kesepian dan takut merepotkan

    __________________
    Mezza Says: Aduhhhh … Tapi jangan sekarang ya? Hutangmu lum lunas *Wakakaka 😀 becanda *

  12. stey April 8, 2008 at 11:33 am #

    saya..saya..saya perempuan tuh..tapi saya normal lho jeng..kekeke..
    kalo ngomongin perempuan2 perkasa ga abis2 jeng, kayaknya malah perempuan tuh lebih kuat dari laki2 lho, berdarahnya melahirkan sampe di ambang mati aja mereka bisa nanggung kok..
    *ikut kangen mama*

  13. kambingpemburu April 16, 2008 at 3:22 am #

    ceritanya tentang cinta ya??ga bosen?? gw kira cerita lucu2an…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: