Mahasiswa Matematika dan PSK

30 Mar

Mahasiswa matematika dan PSK?? Baiklah untuk sementara kita tambahkan dua tanda tanya di akhir kalimat tersebut. Mewakili berbagai tanda tanya yang mungkin segera muncul, maksudnya? kenapa? ada apa dengan mahasiswa matematika dan PSK?

Di kalangan mahasiswa (anak kost) di daerah semarang sebutan PSK sangat familiar. Bahkan orang yang baru berstatus menjadi mahasiswa, biasanya langsung mendapat predikat PSK, terutama mahasiswa perantauan yang tinggal di kost. PSK? Pekerja Seks Komersil? Tentu saja bukan itu. Mmm… Tulisan ini sama sekali tidak akan menyinggung pornografi dan pornoaksi atau yang sejenisnya. Pembaca yang budiman, tenang saja ya … ๐Ÿ˜€ . Para mahasiswa (biasanya anak kos) mendapat julukan PSK, pasalnya mereka setiap hari makan nasi bungkus porsi mini paket hemat yang dijual kaki lima. Istilahnya nasi kucing. Terus Kok bisa disebut PSK? PSK kepanjangan dari Penggemar Sego Kucing. Hahaha …

Nasi kucing adalah pilihan cerdas bagi mahasiswa cerdas (Ups! Mahasiswa berkantong tipis maksudnya). Alasannya praktis, mudah didapat, dan yang jelas hemat (aha … kalau saya memilih nasi kucing sih, hanya karena alasan ketiga, hiks). Tapi sepertinya sekarang, menggunakan alasan ketiga sudah tidak berlaku lagi. Karena beberapa waktu yang lalu, banyak penjual nasi kucing menaikkan tarifnya hingga 50% untuk nasi kucing dan gorengan yang menjadi atributnya. Dengan alasan kelangkaan minyak tanah (walaupun katanya pemerintah sudah membagikan kompor gas cuma-cuma dan isi ulang bersubsidi), kenaikan minyak goreng dan diikuti kenaikan harga bahan-bahan lainnya.

Kenaikan tarif ini tentu saja tanpa kesepakatan antara penjual dan PSK. Nah, suatu hari, Sebut saja Somat, salah satu PSK yang kebetulan mahasiswa matematika, kaget ketika menerima uang kembalian. Biasanya kalau dia mengambil 1 bungkus nasi kucing, 2 gorengan dan menyodorkan uang Rp. 5000,- dia akan menerima kembalian Rp. 3200,-. Tetapi hari ini, dia mengambil, 1 bungkus nasi dan 1 gorengan, dan menyodorkan uang Rp. 5000,-, dia mendapat kembalian Rp. 2900,-. Meskipun dia bertanya-tanya, kok bisa? Tapi akhirnya dia ngeloyor juga sambil memasukkan uang kembalian ke kantong. Gengsi dikira perhitungan. Kemudian mengira bahwa si penjualnya salah itung.

Besoknya lagi, Somat kembali ke warung yang sama. Kali ini dia membei 2 bungkus karena sangat lapar dan 3 gorengan. Biasanya Rp. 4000,- cukup. Bahkan mendapat kembalian Rp. 800,-. Tapi kali ini, si penjual bilang “Kurang 800 mas,” Ughk .. spontan dia tersedak. Kok bisa? Tapi dia urung bertanya “Harganya berapa sih pak?” lagi-lagi karena gengsi dikira perhitungan. Akhirnya dia merogoh saku. Mencari recehan yang tersisa kemudian ngeloyor. Masak salah hitung dua kali???

Besoknya lagi, di kelas Telaah kurikulum Matematika SMP sedang membahas bab Sistem Persamaan Linier 2 Variabel. Karena sekarang sedang tren pendekatan CTL (Constextual learning and Teaching), dan salah satu tujuan pembelajaran matematika di sekolah selain siswa bisa paham konsep (Understanding) juga agar siswa mampu menjadikan matematika sebagai problem solving dalam masalah sehari-hari, Somat dengan serta merta bercerita tentang pengalamanya membeli nasi kucing.

“Dasar PSK !!!” Sementara semua teman-teman mahasiswa ngakak menertawakannya, ada yang mau ngitung, berapa harga 1 nasi kucing dan berapa harga 1 gorengan? Berapa harga sebelum naik dan sesudah naik?

===============================================================

Notes: Posting ngaco gara-gara malam minggu kesepian di kos. hahaha…

Advertisements

11 Responses to “Mahasiswa Matematika dan PSK”

  1. Sawali Tuhusetya March 30, 2008 at 10:25 am #

    wew…. hibah ternyata menjadi PSK juga, hahahahaha ๐Ÿ˜† tarifnya naik 50%. nggak apa-apa juga. bagaimanapun pasti masih banyak juga penggemarnya. *halah* btw, jadi psk ternyata malam minggu bisa kesepian. waduh, napa bisa begitu? wakakakaka ๐Ÿ˜† *komen yang bisa bikin penasaran bagi mereka yang biasa fastreading*

    ___________
    mezza says: Wew!! Hiks … hiks .. bukan saya pak PSK nya … :mrgreen:

  2. mathematicse March 30, 2008 at 10:45 am #

    Kok bisa ya PSK itu banyak…

  3. mathematicse March 30, 2008 at 10:45 am #

    Maa komeng yang ga nyambung… ๐Ÿ˜€

  4. mathematicse March 30, 2008 at 10:46 am #

    Maaf mksdnya komennya ga nyambung… ๐Ÿ˜€

  5. mathematicse March 30, 2008 at 11:16 am #

    Bagus. Permasalaham matematikanya bagus… ๐Ÿ˜€ (Ini komen yg nyambungnya…) ๐Ÿ˜€ :mrgreen:
    ________________
    mezza says: Terimakasih. bagusnya dimana pak?

  6. hanggadamai March 30, 2008 at 11:53 am #

    sego kucing uenak
    *00t mode 0n*

  7. maxbreaker March 30, 2008 at 12:16 pm #

    Kalau mau hidup hemat, PSK nya itu Puasa Senin Kamis…
    ___________
    Mezza says : Sepakat deh!! ๐Ÿ˜€

  8. xero March 31, 2008 at 3:34 am #

    Sego Kucing ya namanya, klau saya nyebutnya sego sadukan ๐Ÿ˜›

    hemat dan yg penting kenyang!
    ________________
    mezza says: Sego sadukan?? Istilah baru ney.

  9. yodie hardiyan March 31, 2008 at 11:08 am #

    wew..

    di Salatiga juga banyak PSK lho ..

    termasuk saya…

    hehehe…

    Edukasi tu apa??

    undang2 donk kalo ada kumpul2…
    __________________
    mezza says: Wew!!! ada PSK ngaku bangga .. wakaka

  10. fay April 1, 2008 at 5:33 am #

    wadhuh mas hadi ini. aku jadi pengen njitak lho. aku tahu salatiga, yang paling enak dan semarak itu batagor depan uksw. nyummy. dulu harganya duaribu perak sepiring. sekarang dah berapa, mas? becanda kok.
    mess, net iain tambah menyeramkan. sensorannya mengerikan. tau ngga kua aja ngga bisa buka site-ku sendiri. unreasonable! aku jengkel. aku dan posting. coba baca trus tanggapi lewat yahoo caht, ngga on line ngga papa
    dan dulu. sego kucing mana bisa mengenyangkan? coba itung kalori yang tersimpan dan yang kudu dikeluarkan. puasa senin kamis rodo masuk akal tuh
    _______________
    Mezza says: ?? Sensor? apaan? Ooo … gitu ya? Pindah warnet dong…..

  11. stey April 8, 2008 at 11:38 am #

    Jeng, bahan2 pangan aja semua naek gimana ga tuh sego kucing naek semua sih..tapi sekalipun yah tetep aja gw suka tuh makan di kucingan, enak bok. Murah meriah [or should i say mahal sekarang?-red], banyak temen, remang2 [halah..-red], anget..kekekeke..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: