Ganti Cerewet Rp. 1000,-

20 Apr

Idealnya seorang pelayan publik adalah selalu ramah, selalu senyum dan tidak pernah lupa mengucapkan terimakasih. Berbicara dengan sopan dan halus, tidak pernah lupa mengawali dengan permisi, maaf, tolong, dsb. Satu lagi eye contact harus tetap dijaga, untuk menunjukkan bahwa kita menganggap bahwa lawan bicara kita sangat penting. Setidaknya itu adalah pelajaran yang saya peroleh selama menjadi operator (front liner) di Campus Net.

Tetapi kadang-kadang ada user yang menguji keramahan kita (saya). Satu contoh misalnya, ada user yang minta dikirimkan email lewat komputer billing, dengan alasan terburu-buru dan tidak mau login. Padahal teks nya panjang, Tentu saja saya harus mengetiknya. Disamping itu, banyak sekali user yang keluar masuk. Restart-Unlock-Bayar-kembalian. Dan yang minta dikirimkan emailnya minta cepat. Padahal diawalnya sudah saya sarankan untuk Login dan mengirim sendiri. Tentu saja lebih cepat, karena tidak ada user yang mengganggunya. Tetapi karena keramahan adalah kewajiban, maka kita tetap saja bilang, “maaf ya pak, sebentar… ” dengan tetap tersenyum. Walaupun senyum itu dibalas dengan muka asam. Ugh … ini hanya satu contoh.

Suatu sore, penjaga Video Ezzy “Original VCD Rental”, yang kebetulan bersebelahan dengan Campus Net, main-main. Tiba-tiba duduk di sebelah saya, dan bercerita. Agaknya dia baru saja dibuat kesal sama customernya. “Kerja kayak gini emang harus full senyum, ga boleh sakit hati, sabar. Meskipun customernya cerewet minta ampun. Tapi tetap saja kita harus menjawabnya dengan ramah,” katanya panjang lebar. Sementara dia terus bercerita meluapkan kejengkelannya, Saya hanya mendengar saja. kemudian dia berhenti sendiri.

“Kamu pernah ga sih jenuh gitu, harus masang senyum terus?” tanyanya.

“Ya iya lah… namanya juga manusia, kadang-kadang juga jenuh,” Jawabku.

“Customer emang kadang-kadang ga tau kalo sebenernya kita juga manusia. hargai dikit dong … ” katanya lagi.

“Ough, minta dihargai ya?” tanyaku. “Mau dihargai berapa? seribu cukup ga?”

Kemudian saya gantian bercerita. Suatu hari ada user yang minta print. Formatnya excel. Minta dieditkan sekalian. Cukup banyak dan cukup rumit. Setelah jadi dan saya print, ternyata …

“Wahhh … kurang mba, Ini ditambahin lagi, ini geser kesini, ini harusnya gini, fontnya kekecilan, bla bla bla”

“O iya mbak sheet satu digabung sama sheet dua ya, jadi satu halaman”

Dengan banyak intruksi dan suguhan muka asam dari si Bapak, akhirnya selesai juga. Mencoba memberikan pelayanan yang terbaik. Tetapi masih saja balasannya, kecut. Ughhh …

“Berapa mba?” tanya pake sinis

“Empat ribu pak… ” jawabku masih dengan prosedur, tetap manis dan full senyum (Cieee….).

Si Bapak menyodorkan lembaran lima ribuan.

“Terimakasih pak” ucap saya sambil menyodorkan kembalian.

“Seribu buat mbaknya aja, sebagai ganti cerewet saya” ucap si Bapak hendak keluar.

Wew …

“Oh tidak pak, terimakasih” Kali ini senyumku benar-benar lip service yang terpaksa. Prosedur. Merasa terhina. Hiks… Masa semua itu dihargai seribu … Murah benar???

Ahhh …. Sebagai seorang pelayan publik, kita memang harus tahu bahwa publik adalah raja. Melayani raja sepenuh hati adalah kewajiban kita. Tapi sebagai sesama manusia juga, ternyata kita bisa tersinggung. Apalagi jika keikhlasan dan kesabaran kita hanya dihargai dengan selembar uang seribu rupiah.

Advertisements

10 Responses to “Ganti Cerewet Rp. 1000,-”

  1. Sawali Tuhusetya April 20, 2008 at 1:19 pm #

    wah, dicereweti user dihargai 1000 perak. kalao gitu saya mau dong. cerewet 10 x baru 10 ribu, wakakakaka πŸ™‚ mbak hibah, tapi apa memang kalau melakukan pelayanan publik mesti juga harus pakai eye contact, mbak. kadang2 sering kege-eran loh usernya. ramah karena menaati prosedur kerja, eh dipahami ada perhatian. kan bisa repot tuh. mbak hibah pernah ngelami yang kayak begitu, ndak?

  2. Sawali Tuhusetya April 20, 2008 at 1:21 pm #

    btw, saya seneng loh, dalam beberapa kali postingan, saya kayaknya bisa menduduki kuris vertamax, hehehehe πŸ˜† mungkin ada yang bilang, pantesan saja bisa komen vertamax, kendal-semarang kan dekat, bisa ditempuh dalam beberapa menit saja. coba yang dari jakarta, bandung, banjar masih, bahkan mungkin juga belanda, wah, utk bisa kome di blog ini mesti naik pesawat dulu, kekekekeke πŸ˜€

  3. hanggadamai April 20, 2008 at 3:51 pm #

    senyum itu sehat loh… πŸ™‚
    tapi bingung juga kalo pekerjaan yg harus senyum terus, mainset mukanya harus senyum terus…..

  4. mezza April 22, 2008 at 6:50 am #

    @Sawali Tuhusetya : Iya pak, Eye contact itu menunjukkan bahwa kita respect. Gimana coba rasanya berbicara dengan orang yang tidak memperhatikan kita. masa user dicuekin??? mmm … pernah ndag ya user GR … pernah sey, suatu hari … malahan ngajak chat lewat billing message … hahaha. πŸ˜€
    @Hanggadamai : Iya, senyum itu sehat. πŸ˜€

  5. stey April 22, 2008 at 9:29 am #

    itulah mengapa saya memilih tidak bekerja di bidang pelayanan karena butuh kesabaran tingkat tinggi…

  6. mathematicse April 22, 2008 at 3:53 pm #

    Wah iya ya, bosen juga pastinya harus terus dalam keadaan ramah, full senyum. πŸ˜€ :mrgreen: Harus sabar ngehadapi kecerewetan orang (wah kalau saya kemungkinan besar ga bisa, ga sabar). πŸ˜€

    @ Pak Sawali: Wah kali ini tergeser nih oleh Pak Sawali, ga bisa ngeduduki kursi Vertamax… πŸ˜€ Wakakakakakak… πŸ˜€

  7. mathematicse April 22, 2008 at 3:56 pm #

    Btw, wah kalau biaya cerewet RP. 1000,- πŸ˜€ ….Ga jadi ah..

  8. hamka April 23, 2008 at 3:10 pm #

    wakakakakakak ngakak gw baca postingan mbak πŸ˜€
    Rejeki mbak, tp kesannya juga gk baek tuh,cm 1rb wakakakakakakakakakak. . . tp kalo ngmgnya 10menit,trus tiap 10menit ada yg tnya lg,sehari bs bnyak duit dr uang tip πŸ˜€ hehe. . . thank dah mampir ya mbak,slm knal

  9. Med June 15, 2008 at 8:04 pm #

    Wahh nampaknya senasib nih mbak πŸ˜€
    tapi ga pa pa mbak, hidup itu indah kalo bisa bikin orang seneng
    klise juga yahh

  10. corro December 20, 2008 at 6:00 pm #

    browsing2 jadi nyasar kesini , kalo ndak salah campusnetnya yang di ngaliyan ya?pernah sekali kesana nengokin.

    sing sabar ya Jeng.. ga ada ruginya kok spt itu.. itung2 latihan sabar πŸ™‚

    tetap smangat!!

    *mantan OP CN JaduL*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: