Sepertinya Aku Ingin Percaya

2 Jun

Alas bukanlah sisi yang di bawah, katamu

Tapi alas adalah sisi yang bertemu dengan garis tinggi

Karena tak ingin ada atas bawah

Hirarki yang tak bermakna atas nama sudut pandang

Lalu, atas nama kesejajaran

Kita terus berteman, saling berbagi

Seperti asimtot, saling mendekat tapi tak pernah bertemu

Bagaimana akan bertemu kalau kita sejajar?

Tanyaku, seperti keputusasaan yang ku sembunyikan

Hmm …

Kenapa tidak bisa? jawabmu

Bukankah kita hidup di bumi yang bulat,

Kesejajaran pasti bisa bertemu,

Percayalah

Ahh, …

Sepertinya aku ingin percaya

Advertisements

9 Responses to “Sepertinya Aku Ingin Percaya”

  1. hanggadamai June 2, 2008 at 3:57 am #

    kok nyambung ama matematika….

  2. goop June 2, 2008 at 9:26 am #

    nah ini dia kelebihan si lena, alas bukan di bawah, tapi pertemuan dengan garis tinggi, busyed ๐Ÿ˜€
    kapan-kapan ajara geometri dunk :mrgreen:
    _______________________
    oya, katanya tak ada yang tidak mungkin ๐Ÿ˜€

  3. mathematicse June 2, 2008 at 10:17 am #

    Ya, kamu harus percaya. Suatu saat, entah kapan, bila dijinkanNya, orang yang termasuk dalam kata “kita” dalam puisimu itu bakal bertemu dengan mu. Percayalah… ๐Ÿ˜€

  4. mathematicse June 2, 2008 at 10:18 am #

    Oiya, terpesona dengan puisi matematikanya sampai lupa memberi ucapan selamat! Bagus banget puisinya!!!!

  5. langitjiwa June 3, 2008 at 5:53 pm #

    lirik ini begitu menyayat hati,sobatku. ada apa sbnrnya?

  6. mezzalena June 4, 2008 at 7:19 am #

    @Hanggadamai : Kok nyambung ya? ๐Ÿ˜€
    @GOOP : Bukan kelebihan kok Paman, lha wong tiap hari njelimet sama kata2 seperti itu ๐Ÿ˜€ . Masih harus belajar banyak nih tentang geometri. Mungkin ini hanya cara lain biar saya enjoy dengan titik, garis, bidang, ruang, dkk.
    @Mathematicse : Harus percaya ya pak? Entah kapan itu kapan? ๐Ÿ˜€ . Terimakasih sampai terpesona segala.
    @Langitjiwa : Ha? Kok menyayat?
    saya malah tidak bermaksud menyayat hati siapapun, teman!

  7. Sawali Tuhusetya June 6, 2008 at 7:50 am #

    wew… baru kali ini saya membaca puisi hibah yang sarat dengan sentuhan matematika. semakin terbukti kalau ternyata matematika sangat erat kaitannya dengan bahasa. *waduh, nggak nyambung lagi, yak?* jadi ingat pelajaran ttg kesejajaran, hehehehe ๐Ÿ˜† guru matematika smp-ku sering mengibaratkan kesejajaran itu seperti rel kereta api yang tidak pernah bertemu dalam satu titik. tapi kok suatu ketika kesejajaran itu akan bertemu juga kalau berada dalam sebuah perlinatasan rel yang saling bersinggungan. *waduh, nggak nyambung lagi, yak, hibah, kekekekeke ๐Ÿ˜† *

  8. f June 11, 2008 at 4:45 am #

    iseng apa lomba bu?

  9. mezzalena January 19, 2009 at 12:31 am #

    Ah, sekarang saya sudah percaya ๐Ÿ˜€

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: