Sebuah Pertanyaan di Pagi Hari

18 Nov

Hidup, bagaimana kau memaknainya? kemudian apa yang kau lakukan setelah kau “tahu”?

Pertanyaan singkat dari seorang teman lewat sms pagi ini. Membacanya sekilas, kemudian mengabaikannya. Karena sedang agak sok sibuk. Tapi, pikiranku terganggu juga dengan pertanyaan itu. Perlukah menjawabnya, pentingkah jawaban saya untuknya? Mungkin yang penting saya membalas smsnya. Entah kenapa, tangan saya tak bisa bergerak untuk memencet tombol-tombol huruf di keypad HP. Akhirnya saya mengetik, nanti siang aja baca di blog saya. Sekedar mengulur waktu untuk berpikir 🙂

Kembali duduk di depan monitor seperti hari-hari biasanya. Pertanyaan itu makin mendesak-desak minta di jawab. Sebelumnya, saya iseng membuka KBBI dari Pusat Bahasa Diknas, hanya ingin tahu arti hidup secara harfiah ala kamus.

Lalu, membuka halaman wordpress. Melamun sejenak. Ah, ternyata saya suka melamun. Bahkan di meja kerja sepert ini. Huff, buang napas. Kebiasaan yang buruk.

Saya jadi teringat kalimat-kalimat dalam paragraf pembuka di Edensor, tetralogi Andrea Hirata.

Jika hidup ini seumpama rel kereta api dalam eksperimen relativitas Einstein, maka pengalaman demi pengalaman yang menggempur kita dari waktu ke waktu adalah cahaya yang melesat-lesat di dalam gerbong di atas rel itu. Relativitasnya berupa seberapa banyak kita dapat mengambil pelajaran dari pengalaman yang melesat-lesat itu. Analogi eksperimen itu tak lain, karena kecepatan cahaya bersifat sama dan absolut, dan waktu relatif tergantung kecepatan gerbong—ini pendapat Einstein—maka pengalaman yang sama dapat menimpa siapa saja, namun sejauh mana, dan secepat apa pengalaman yang sama tadi memberi pelajaran pada seseorang, hasilnya akan berbeda, relatif satu sama lain.

Kenapa jadi kalimat-kalimat ini yang muncul dalam pikiran saya. Bukan makna hidupnya yang relatif, tetapi karena setiap orang akan berbeda dalam memaknai hidup.

Lalu, bagaimana saya memaknai hidup saya?

Hidup adalah mimpimimpi, seperti yang selama ini saya tuliskan. Sebentar-sebentar, saya ingin mendengarkan soundtrack film Laskar Pelangi yang dinyanyikan Nidji.

Mimpi adalah kunci untuk kita menaklukkan dunia

Berlarilah, tanpa lelah sampai englau meraihnya

Hidup saya hari ini, adalah berjalan meraih mimpi-mimpi yang saya renda di hari kemarin juga merajut mimpi-mimpi untuk hidup esok lagi. Mimpi-mimpi itulah yang memberi saya arti, memberi saya kekuatan berupa harapan untuk terus hidup. Meskipun kadang-kadang saya juga merasa jatuh karena tidak berhasil meraih atau mewujudkan mimpi itu sebaik mungkin, tapi

Menarilah dan terus tertawa walau dunia tak seindah surga

Bersyukurlah pada Yang kuasa, cinta kita di dunia

Saya juga percaya apa yang dikatakan Rondha Byrne dalam The Secretnya, bahwa ketika kita sedang memikirkan sesuatu maka sebenarnya kita sedang menarik sesuatu itu ke dalam diri kita.

kemudian apa yang kau lakukan setelah kau “tahu”?

Karena yang saya ketahui adalah, bahwa tanpa mimpi-mimpi itu saya tidak berarti hari ini, maka saya akan terus bermimpi dan meretas jalan untuk menjadikannya kenyataan. Saya menjawabnya begitu, bagaimana denganmu? 😀

Advertisements

7 Responses to “Sebuah Pertanyaan di Pagi Hari”

  1. akokow November 18, 2008 at 4:59 am #

    setelah tahu, harus merasakannya..baru bisa menjadi kebiasaan

  2. aziz November 18, 2008 at 9:57 am #

    mimpi yang harusdidapat dengan perjuangan

  3. Yari NK November 19, 2008 at 3:55 am #

    Mimpi harus ditindaklanjuti dengan tindakan nyata. Mimpi memang modal awal untuk kemajuan. Tidak ada hal2 yang hebat di dunia ini yang kayaknya tidak dimulai dari mimpi.

    Namun…. jikalau mimpi itu berkelanjutan dan tidak ada realisasinya…. ya mungkin kita hanya jadi bangsa pemimpi saja… mimpi di siang hari bolong untuk mengejar bangsa2 lain yang sudah lama bangun dari mimpinya dan berbuat nyata….. 😀

  4. hamemayu November 19, 2008 at 6:52 am #

    mimpi tak terikat waktu….
    menarilah dan terus bernyanyi…
    dimanapun,kapanpun,
    uh…senengnya bila kita bisa mnemukan mimpi2 kt…ya kn??

  5. A November 19, 2008 at 9:27 am #

    😀 makasih mezza,

    banyak yang ditanya tapi bimbang atas jawabnya, tak yakin mereka, mungkin tak sering mereka pikirkan tentang itu, hidup ya hidup, hanya asal hidup, tanpa makna, hampa.

    menarik jawab mu buat ku,
    mimpi, mungkin memang sesuatu yang sepele, tapi itu berharga, dalam bangsa ini tak banyak yang bisa bermimpi, mereka takut untuk bermimpi, mereka takut bahwa mimpi mereka tak akan terwujud, maka wajarlah bangsa ini tak lekas bebas dari kekangan, bebas dari ketertindasan, dan ketergantungan yang ada,

    kalau mengingat para pendahulu kita, pasti terpukau kita, tahulah kita mimpi mereka, mimpi mereka adalah bebas dari penjajahan, bebas dari penindasan yang dialaminya, dan ahirnya, dengan menunggu hanya selama 350 tahun, HANYA 350 TAHUN, mimpi mereka terwujud, inilah kekuatannya, inilah bukti bahwa mimpi “menjadikan kita hidup kita berarti”
    inilah yang harus kita lakukan, harus kita mulai dari sekarang, bermimpilah kawan, bermimpilah, buat bangsa ini bermimpi lagi, mengejar pembebasannya,
    JANGAN TAKUT UNTUK BERMIMPI!!!!

  6. kandagalantes December 11, 2008 at 2:53 am #

    Sering kali kita mengejar MIMPI

    Seolah – olah impian itu adalah TARGET

    Susah payah penuh pengorbanan mimpi DIKEJAR

    Setelah tercapai kita akan kembali BERMIMPI

    Hidup adalah untuk IBADAH

    Ibadah itu bukanlah BERMIMPI

    Karena ibadah adalah hidup HARI INI

    Memaksimalkan HARI INI dan DETIK INI

    Masa depan adalah MISTERI

    Masa lalu adalah HISTORI

    Mimpi hanya membatasi KEMAMPUAN

    MAKSIMALKAN HARI INI UNTUK MASA DEPAN YANG LEBIH BAIK

    http://fusion-kandagalante.blogspot.com

  7. iaksz December 11, 2008 at 1:02 pm #

    aku banyak bermimpi,

    tapi aku tak tahu untuk membuatnya menjadi.

    hingga akhirnya itu mimpi tergantung di tiang parabola. 😦

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: