Seorang Adik Kecil

6 Dec

Malam selepas isya’, tidak ada pekerjaan yang wajib saya selesaikan. Saya sedang mengerjakan latihan soal-soal matematika SMA bab barisan dan deret ketika HP saya berbunyi.

Seorang teman. Seorang teman yang sebenarnya istimewa. Istimewa, karena dia adalah satu-satunya teman yang belum pernah saya jumpai. Lho kok? itulah, pertemanan yang unik. Semakin hari semakin dekat tapi belum pernah bertemu. Seperti asimtot saja. Ups! Tidak, kenapa yang keluar adalah suara  seorang gadis kecil. Belum selesai keterkejutan saya, si empunya suara memperkenalkan diri,

“Teh ini Alfi,” katanya.

“Ooo Alfi, apa kabar fi?” Jawabku tergeragap. Iya, temanku itu sering cerita mempunyai adik bungsu bernama Alfi.

“Alhamdulillah Teh, Alfi baik-baik aja, teteh gimana?” jawaban yang teratur dan membuat saya kembali tergeragap.

“Eh, Mmm … Teteh juga baik-baik aja, Oiya Alfi kelas berapa sekarang?” tanyaku lagi

“Alfi kelas 1 MTs,” Jawabnya pendek.

“Ooo … Emang Alfi tahu ngobrol sama siapa?” Tanyaku akhirnya. Baru sadar dan merasa ganjil. Ini kali pertama saya ngobrol sama Alfi, dan saya belum memperkenalkan diri.

“Alfi tahu kok, Teteh namanya Teh Rahma kan? Temannya kakak saya,” jawabnya tidak bersalah.

“Kakak Alfi udah cerita apa aja?”

“Banyak, tentang Teteh, nama  Teteh, rumah Teteh, Kuliah Teteh, dll.”

Gubrakk!! Saya hanya tidak habis pikir, kenapa teman saya bercerita kepada adik kecilnya tentang saya. Secara, siapa saya? Nah, Lho!

Sampai akhirnya saya kehabisan pertanyaan untuk terus mengajaknya ngobrol.

“Mmm… ada yang mau dibicarakan lagi Fi?” Tanyanku akhirnya.

“Udah engga ada,” Jawabnya polos.

“Ya udah dulu ya ngobrolnya, besok kita sambung lagi, Ok? Teteh mau belajar dulu.” Pamitku,

Akhirnya telepon ditutup. Sudah pukul sembilan, ketika saya mulai memeluk guling sambil membalik-balik halaman majalah Horison, HP saya berbunyi lagi. Teman saya lagi.

“Mmm… Alfi mau bicara lagi sama kamu, boleh ya? ga papa ya?”

“Oh, ga pa pa,”

Sepersekian menit, suara dari seberang berganti,

“Teh, ini Alfi lagi, mau ngobrol bentar aja. Boleh ya?”

“Iya boleh Fi, ada apa?”

“Teh, tolong dong buatin Alfi karangan. Apa aja, puisi juga boleh,” katanya

Mmm… Aku benar-benar terkejut mendengarnya.

“Karangan tentang apa Alfi? buat apa?” Jawaban saya, kali ini semakin terdengar kalau saya sedang terkejut.

“Tentang lingkungan hidup, Teh. Buat alfi baca-baca aja, mau kan Teh?” Katanya lagi.

“Iya, insya Allah Teteh buatin kalo punya waktu yaa…” Jawab saya akhirnya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: