Apa yang Dilakukan Pelajar di Warnet?

3 Jan

Hari ini tepat satu tahun saya duduk di depan billing Campusnet. Satu tahun, kurang lebih 240 hari, jika satu bulan rata-rata saya masuk kerja 20 hari. Ternyata kira-kira sudah 1440 jam (sekali shift 6 jam) saya melayani user. Dan bisa diperkirakan minimal 18.000 user yang berbagai macam karakternya saya hadapi (estimasi setiap shift berkisar antara 75-100 user). Dari 18.000 user itu saya memperkirakan lebih dari 50% adalah pelajar (SMP-SMA) dan mahasiswa.

Campus Net NgaliyanDi sini saya ingin memfokuskan dengan user pelajar (yang non-pelajar tidak masuk dalam pembahasan di sini). Dulu saya sering bertanya meski dalam hati, apa sebenarnya yang mereka lakukan ketika ngenet? Kadang-kadang sampai berjam-jam. Akhirnya saya tahu karena seringnya mereka datang, kebanyakan dari mereka meminjam cardreader untuk memindahkan fotonya dari memori card HP, untuk diupload di friendster. Ini sangat terlihat ketika ada maintenance dari FS, nyaris mereka langsung balik kanan dan tidak jadi main. Apakah hanya itu? Tidak jarang juga mereka mengerjakan tugas dari sekolah. Mencari artikel atau gambar.

Pernah (dan bukan hanya satu kali) saya dikerjain oleh anak-anak SMP yang baru saja keluar dari bilik.

“Mbak mbak tolong lihatin my document nomer 5 VIP ya?” kata mereka sambil membayar.

“Kenapa?” tanya saya.

“Buka aja deh!” Mereka cengar-cengir.

Dan ketika saya buka, “Astaghfirullah.” Spontan saya beristighfar, terhenyak. Lalu saya marah-marah pada mereka yang lari sambil ketawa-ketawa. Mereka menyimpan gambar-gambar seronok yang tak layak dikonsumsi oleh pelajar (sebenarnya juga tidak layak dikonsumsi oleh semua kalangan).

Dan seringkali, seperti yang diberitakan okezone.com di sini, juga sebuah fakta yang hampir setiap hari saya hadapi. Apalagi desain bilik Campusnet yang (agak) tertutup.

Bilik klienPernah suatu hari seorang Ibu yang mencari anaknya marah-marah kepada kami. Gara-gara melihat adegan yang tak seharusnya yang dilakukan oleh sepasang siswa-siswi SMA di dalam bilik.

Sejauh ini, yang kami lakukan untuk meminimalisir efek samping yang buruk akibat perkembangan zaman ini, adalah dengan mengadakan pengawasan yang lebih pada user-user pelajar. Dengan sering berkeliling ke bilik-bilik dan memonitor dengan menggunakan software Radmin (remote administrator), karena di Campusnet belum ada CCTVnya. Tak segan-segan kami menegur jika ada dari mereka yang mulai melakukan hal-hal yang tak seharusnya. Bahkan secara halus, kami menyilahkan mereka keluar. Karena seperti jargonnya, Campusnet adalah “Tempat Belajar di Dunia Maya”.

stickerHmm… zaman memang selalu berkembang mengikuti sunnahnya. Bahwa yang tetap di dunia ini adalah perubahan. Pelajar yang nantinya diharapkan bisa menjadi agent social of change seharusnya kita jaga. Bagaimana menurut anda? πŸ˜€

________________

Postingan ini terinspirasi ketika pagi-pagi saya datang ke Campusnet menemukan seorang pelajar yang masih asyik di depan monitor, padahal dia datang sejak tadi malam sebelum saya pulang. Lebih dari 12 jam dia bermain, apa yang dia lakukan?

Advertisements

17 Responses to “Apa yang Dilakukan Pelajar di Warnet?”

  1. mathematicse January 3, 2009 at 4:21 am #

    Mmm… berarti mba Mezza sering negur ya klo ada pelajar yg lg pacaran? πŸ˜€

    Mmmmm… sering dikerjain juga ya sama anak-anak SMP…. πŸ˜€

  2. Yari NK January 3, 2009 at 4:40 am #

    Jangankan pelajar mbak, lha yang tua2 aja masih banyak yang seneng kok padahal mereka udah pada nikah. Hanya bedanya mereka sekarang ‘lebih selektif’ dalam memilih material2 seperti itu. Biasanya yang tua2 lebih memilih yang “lebih berseni” misalnya mereka justru lebih memilih yang lebih tidak vulgar namun aroma seksnya masih kentara.

    Tapi yang jelas memang seharusnya anak2 di bawah umur jangan sampai terlibat urusan2 yang seperti begitu terutama pelajar….. Mangkannya mbak, ndesain warnet jangan yang terlalu tertutup, dengan mendesain warnet yang terlalu tertutup sama dengan secara tidak langsung mendukung menyuburkan pornografi…. Menurut saya cukup sekat pemisah saja… huehehe……

  3. onabunga January 3, 2009 at 9:27 am #

    hmm, sulit memang Mbak untuk mengawasi satu-satu. mungkin memang perlu ketegasan. di salah satu warnet saya pernah menemukan copy selebaran tentang ancaman pidana jika membuka situs porno. saya lupa bentuknya UU atau pengumuman dari kepolisian. mungkin bisa ditiru.

    salam kenal….

  4. mezzalena January 3, 2009 at 9:29 am #

    @ mathematicse: Yaa begitulah πŸ˜€

    @ Yari NK: Iya pak, orang-orang tua juga suka mengkonsumsi hal-hal demikian. Tapi mereka sudah dewasa. Setidaknya sudah bisa memikirkan kebutuhannya. Kalau para pelajar, anak-anak di bawah umur masih harus kita jaga, kita arahkan, dan kita dampingi agar tidak terjerumus pada hal2 yang merusak masa depan mereka.

  5. mezzalena January 3, 2009 at 9:34 am #

    @ onabunga: Sudah kok mbak/ mas. Di setiap bilik udah ada UU ancaman pidana ika membuka situs porno, bahkan ketika log in pun user sudah dimintai persetujuan bahwa dia patuh pada peraturan tersebut. Jadi sebenarnya kalau ada perlakuan mereka yang melanggar UU tersebut, ada kekuatan untuk melaporkan mereka ke pihak yang berwajib.

  6. Sawali Tuhusetya January 3, 2009 at 11:19 am #

    duh, payah juga, mbak hibah, kalau gambar2 seronok dipajang di fs. bisa nggak yah, mbak hibah memberikan peringatan tertulis di balik box warnet agar bisa dibaca dg jelas oleh para user? agaknya ini gejala yang ndak sehat, mbak? *duh kok jadi sok tahu saya*

  7. Ersis Warmansyah Abb January 5, 2009 at 3:35 pm #

    Bantuin nyadarkan mereka … itu baik. Remaja perlu arahan, bukan marahan. Salam

  8. hamemayu January 7, 2009 at 3:05 pm #

    yang gak benar yang ngerasa benar, yang salah yang tak tahu, yang lemah yang tak mencoba untuk menahan.

    wah…bareng-bareng wae micek yuk.

  9. hamemayu January 7, 2009 at 3:08 pm #

    yang gak benar yang ngerasa benar, yang salah yang tak tahu, yang lemah yang tak mencoba untuk menahan.

    wah…bareng-bareng wae ‘micek’ yuk. tapi jangan ‘mbudeg’ lho!!! yang kuat mencegah dengan kekuatannya. aku ingat kata-katanya anand krishna”aku anggap ssetiap wanita adalah ibuku, kalaupun tidak adalah saudara perempuanku”

    selama ini itu ja yang aku pegang.
    salaam mezz!!

  10. mel January 8, 2009 at 5:03 am #

    assalamu’alaikum mba cantik,baca2 disini skalian kenalan.and mau nanya dikit, campusnet tu daerah mana ya??kaya’nya prnh liat dech h…ehee…

  11. mezzalena January 8, 2009 at 6:43 am #

    @Sawali Tuhusetya: Di dalam setiap bilik udah ada peringatan tertulis itu, Pak. Masalahnya, entah terbaca atau tidak.

    @Ersis Warmansyah Abbas: Terima kasih Pak, benar sekali mereka butuh arahan bukan marahan. Semua elemen masyarakat bertanggung jawab atas ini. Salam πŸ˜€

    @hamemayu: “Micek” atau “mbudeg”, haduh kosa katamu kali ini membuat aku harus berpikir berkali-kali apa maksudmu. πŸ˜€

    Iya, jika tidak ada kekuatan untuk mencegah dengan tangan, juga dengan lisan, yang paling lemah adalah dengan hati.

    Salam juga, senja πŸ˜€

    @ mel: Wa’alaikum salam mbak cantik πŸ˜€

    Salam kenal juga πŸ˜€

    Campusnet ada di Semarang, Jawa tengah. Sudah pernah ke Semarang mbak? mampir ya πŸ˜€

  12. oRiDoβ„’ January 8, 2009 at 8:40 am #

    manstap…
    baguslah klo gitu..
    perlu juga tuh di tegor yg kayak gitu2..
    πŸ™‚

  13. uvi07 January 9, 2009 at 11:57 pm #

    assalamu’alaikum….
    wah hebat bener nih….mantab…
    tegur tuh yang kluar dari syari’at Allah…

    baru kali ini aku dapetkan orang yang brani negur bilamana ada user pake yang tidak seharusnya dipake….

    syip…applause…
    walhamdulillah

  14. Fahrisal Akbar January 10, 2009 at 9:13 am #

    Wah, habat neh si Mbak….kalau perlu jawer aja tuch telinga mereka…. πŸ˜€

  15. ada dech...!! April 18, 2009 at 11:46 am #

    Tuch yg harus di jaga yach mbak2x and mas2x yg jaga nggak ramah samah sekali and sombong2x lagaknya kaya yang poenya…!!

  16. Yusuf April 22, 2009 at 8:38 am #

    Mbak,

    Sangant menarik memang menjadi seorang operator wnet.

    Saya juga seorang operator wnet sekaligus pemilik. Sudah dua tahun mengelola wnet dengan aneka ragam dan karekater manusia kami hadapi. Setiap hari jaga gantian sama ibu anak saya plus anak saya juga jadi op kalau tidak sedang belajar.

    Seharusnya kita pandai2 mencari billing program yang dapat menghentikan kasus seperti embak cerita itu. Ada program billing yang sekaligus menyediakan firewall untuk menblokir situs-situs porno dan semacamnya.

    Jadi itu salah satu cara yang mungkin membantu OP gak dibuat pusing oleh tingkah anak2 sekolah. Meskipun kadang2 juga ada yang cukup pinter mencari-cari nama2 situs untuk dibuka dan tentu saja kita tidak tahu, tapi untuk ini dapat dipantau lewat billing monitor, kalau kedapatan dapat langsung dikick dan gak perlu keliling masuk bilik wnet.

    Gitu aja mbak, saya dah kepala 5 di usia menjalani hari tua menjaga wnet, mantan karyawan BUMN yang teranianya.

    salam…

  17. darahbiroe February 16, 2010 at 8:02 am #

    wakwkakwk cn buad mesum nuy wakkwakwkakwa udah pemdangan biasa yang dulu sering q jumpai

    berkunjung dan ditunggu kunjungan balikna makasih

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: