Detik-detik Itu Masih Ku Hitung

19 Jan

I

Sesaat lagi aku percaya

Bahwa perjalanan kita sampai pada koordinat yang sama

Sesaat, saat semua masih seperti mimpi

II

Aku tahu, kau sama sekali tak tahu aku sedang membilang angin

Setelah aku sadar, ternyata detak-detak jantungku lebih tak terhitung dari pada angin yang berhembus itu

Terduduk bersama dalam ruang dan waktu yang sama

Aih, selama ini itu hanya mimpi

Dan sekarang, semua itu kenangan

Daun-daun bambu, galau

Seperti hatiku mungkin juga hatimu

II

Lalu, kata-kata seperti terpilih satu-satu

Menjadi sungai bagi hari itu

Terus mengalir, menderas

Mencari muara masing-masing yang sama-sama belum terlihat

Sesekali berganti-gantian antara kau juga aku

Menangkap kegelisahan, seperti wajah langit yang sebentar-bentar mengarak awan kelabu

Jika muara itu ternyata bukan di titik potong antara garis perjalanan kita

III

Aku tahu sesekali kau mencuri wajahku

Yang kusembunyikan di balik senyum paling sederhana yang aku punya

IV

Tiba-tiba seperti terbangun dari mimpi

Saat tiba tangan ini terlambai

Menyadari esok, semua kembali maya

Advertisements

9 Responses to “Detik-detik Itu Masih Ku Hitung”

  1. mathematicse January 19, 2009 at 4:07 am #

    Waaaaaaaaaah mba Mezza ini bisaan ya bikin puisinya. Kata-katanya terpilih…

    Btw, dengan siapa tuh… *apa ini menggambarkan kejadian yang mba Mezza alami? * ๐Ÿ™‚ ๐Ÿ˜€

  2. sawali tuhusetya January 19, 2009 at 8:03 am #

    wah, hebat bener, pak jupri ternyata selalu bisa menjadi komentator vertamax. mbak hibah memang pandai bikin puisi, kok, pak. itu baru beberapa jurus yang dia keluarkan, kekeke ….

  3. Fahrisal Akbar January 19, 2009 at 9:29 am #

    Mbak, jangan menghitung detik dong….sebaiknya menghitung hari aja kayak lagunya Krisdayanti….

    Kan lebih simple tuch…. ๐Ÿ˜€

  4. mathematicse January 20, 2009 at 3:47 am #

    @sawali tuhusetya: ๐Ÿ˜€ ๐Ÿ˜€ Kirain muji penulis puisinya… ๐Ÿ˜€

  5. Fahrisal Akbar January 20, 2009 at 7:54 am #

    Numpang lewat ya…. ๐Ÿ˜€

  6. Ersis Warmansyah Abbas January 22, 2009 at 4:53 pm #

    Waduh … bagusnya puisinya mBak … sungguh menikmati

  7. uvi07 January 24, 2009 at 11:56 pm #

    bismillah, lebih baik laghi bilamana, kita hitung…

    dah brapa banyak waktu yang kita luangkan tuk Allah???

    smoga terinspirasi trus tuk menatap hari depan dg amalan yang lebih baek..

    insyaAllah

  8. enyonk arif January 25, 2009 at 3:27 pm #

    di Detik-detik yang masih ku hitung, yang ke III terlalu PeDe walau mimpi ๐Ÿ™‚

  9. langitjiwa January 25, 2009 at 5:16 pm #

    slmt mlm,mbak.
    sdh lama tdk singgah pada ruang katamu.
    salamku

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: