Berbagi Diam

5 Apr

Silence is one great art of conversation ~ Anonymous

Aku tahu mungkin kau keberatan aku diam. Meski aku yakin, kau sepenuhnya tahu, diam bukanlah sinonim dari bisu. Aku sama sekali tak ingin mendiamkan mu pagi ini. Aku hanya tak bisa berbohong. Aku juga tak pintar menyembunyikan kabar yang tidak menyenangkan. Lalu aku memilih diam, menyepakati kutipan tak bertuan di atas.

Aku tahu, mungkin adalah permintaan paling rumit, jika aku memintamu untuk mengerti diamku. Aku tak memaksa dan tak melarang kau bertanya kenapa aku diam. Tapi maaf, aku tak bisa menjawabnya. Hanya diam.

Aku tak hendak membuatmu merasa bersalah. Sungguh, hanya tidak tega membagi wajah yang tertekuk dan senyum kusut, maksa.

Ya sudah, tolong biarkan aku diam. Bukankah kau mendengar apa yang aku katakan dalam hatiku?

Advertisements

3 Responses to “Berbagi Diam”

  1. mathematicse April 5, 2009 at 3:28 am #

    Ya, semoga saja orang yang kau sebut “kau” mengerti dan mendengar apa yang dikatakan hatimu. 😀

  2. syaiful mustaqim April 6, 2009 at 3:39 am #

    Diam adalah emas…

  3. ILYAS ASIA April 11, 2009 at 7:04 am #

    silence means consist

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: