Bintang-bintang

17 May

“Apakah itu pun kunang-kunang, nun di sana?”

-“Itu adalah bintang-bintang”-

“Satu dan dua dan sepuluh dan seribu! Berapakah semuanya?”

-“Entah lah, belum ada orang yang menghitung jumlah bintang semua!”-

… …. …

-“Sayang, aku ingin memberimu satu- tapi tunggu aku besar”

Nanti ku cintai kau, begitu besar cintaku sampai ku bisa.

——–

Sebuah sajak dalam Max Havelaar, Multatuli

Sedari kecil, saya suka melihat bintang-bintang yang bertaburan di langit. Tapi saya tak hendak bercerita tentang bintang-bintang yang gemerlapan nun jauh seperti kunang-kunang itu. Yang saya tak pernah berhasil membilangnya kecuali dengan kata banyak sekali.

Lalu?

Saya ingin bercerita tentang bintang yang lain. Tentang bintang-bintang yang diucapkan empat kali. Bintang-bintang-bintang-bintang. Saya tahu, tak ada yang mengerti apa maksudnya, selain saya dan seseorang yang membuat kesepakatan tentang apa artinya bintang yang diucapkan empat kali itu.

“I **** Y,” ucapnya di telepon ketika saya sedang berpikir menulis ini. Menulis untuknya. Menulis untuk menebus kesalahan saya yang keasyikan nonton film animasi “Madagaskar 2”.

Bintang-bintang-bintang-bintang, seperti ketika kecil saya tak pernah bosan mencoba menghitung bintang, saya pun tak pernah bosan mendengar dia mengucapnya berkali-kali. Meskipun ketika membaca ini, saya yakin dia sudah bertanya-tanya sejak tadi,

“Kamu itu mau nulis apa sih? kok ga jelas maksud dan tujuannya?” saya tahu mungkin sampai di sini dia sudah jenuh membaca tulisan ini. Bertele-tele. Tapi, memang baru ini yang saya bisa. Tidak seperti dia yang selalu berpikir linier. Bahkan dalam segala hal selalu menerapkan hukum kausalitas, jika begini maka begitu. Matematis.

Barangkali tak banyak orang berpikir untuk mengungkapkan sesuatu dengan simbol-simbol. Kecuali mungkin, anak-anak pramuka yang belajar tentang sandi-sandi. Ketika saya melarangnya mengucapkan sebuah kata, ternyata dia benar-benar kreatif, memilih **** (Baca: Bintang-bintang-bintang-bintang) untuk menyebutkan perasaannya. Perasaan yang oleh kebanyakan orang mungkin diungkapkan dengan metafora-metafora yang mendayu-dayu dan gombal (yang saya tak pernah mengizinkan dia mengucapkannya dan mungkin dia juga tidak bisa).

Tadinya tak terpikir, bahwa itu lah cara dia. Menggunakan matematika untuk mengungkapkan perasaannya. Dia memakai simbol-simbol artfisial, dan memaknainya. Menghindari kata-kata berlebih yang akan menimbulkan perasaan berlebihan. Tidak berpuisi, tapi dengan bahasa matematika.

Iya-iya, saya tak bosan mendengar kau mengatakan bintang empat kali. Maaf sempat membuatmu merasa dicuekin. Hanya ini yang bisa tertulis sebagai permohonan maafku. Dimaafin ga? ๐Ÿ™‚

Advertisements

15 Responses to “Bintang-bintang”

  1. mathematicse May 17, 2009 at 2:24 am #

    Waaaaaaaaaaaah, cantik sekali tulisannya. Saya menikmati kata perkatanya. Menarik!

    Iya, dimaafin deh. ๐Ÿ˜€

    I **** y. :-p

  2. Husna Azizah May 17, 2009 at 2:31 am #

    Anda sangat berbakat dalam menulis

  3. mynameishasna May 18, 2009 at 9:23 am #

    well, tak ada yang perlu tak dimaafkan

    ๐Ÿ™‚
    mbak hibah…I coming back…

  4. Yari NK May 19, 2009 at 4:31 am #

    Wah…. itu mah urusan bilateral Israel-Palestina. PBB-mah nggak mau ikut campur deh…. huehehe…..

    **apa hubungannya yak??** :mrgreen:

  5. randualamsyah May 19, 2009 at 6:39 am #

    Hupppp…
    Lilin kecil padam…

  6. fay May 31, 2009 at 6:56 pm #

    kadang aku ragu, apa iya aku berkata ‘iya’ untuk hidup dan **** itu sendiri?
    mboh bah. suwe-suwe dadi rak nggenah

  7. mezzalena June 1, 2009 at 7:51 am #

    @Mathematicse: Makasih mas, udah dimaafin. ๐Ÿ™‚

    @Husna Azizah: Makasih Bu. ๐Ÿ™‚

    @Mynameishasna: Iya, Na. Welcome back ๐Ÿ™‚

    @Yari NK: Duh, Pak saya tidak tahu menahu tentag urusan israel-palestina :mrgreen:

    @randualamsyah: Hap! menyala lagi. ๐Ÿ™‚

    @Fay: Lha piye mbak yu? It’s ur choice

  8. komuter June 9, 2009 at 3:31 am #

    sebuah posting hanya untuk permintaan maaf….
    pasti termaafkan…

  9. Ersis Warmansyah Abbas June 28, 2009 at 8:11 am #

    Simpulan … di atasnya … Tanda-Tanda Allah SWT

  10. gwgw July 3, 2009 at 3:20 am #

    salam kenyal ya, sekenyal-kenyalnya dan seliat-liatnya, kyk dodolโ€ฆ
    salam kental juga ya, biar sekental lem kastol perkenyalan kita ๐Ÿ™‚
    *xixixixi…wkwkwkw….:-)*

    btw, gw suka ama bintang….sumber inpirasi dalam hidup gw ๐Ÿ™‚

  11. hamemayu July 15, 2009 at 5:58 am #

    lama gak on yah?

  12. hamemayu September 7, 2009 at 2:15 pm #

    seperti acara play list. bintang *** udah bagus. **** lebih bagus. mestinya?
    pelit banget. kenapa gak semua bintang2….
    he..he
    sugeng rawuh maleh. lm gak on ni

  13. Ali Reza September 7, 2009 at 3:19 pm #

    hay hay, pretty nice. please come to http://dufix.wordpress.com/

  14. popo item November 7, 2009 at 4:48 pm #

    tentang ini….
    diluar tebakan jalan cerita isi tulisan….
    aku menikmatinya , kata demi kata…
    baris demi baris…
    bahkan bintang demi bintang……

    ———lam kenal———-

  15. bocor alus May 26, 2011 at 12:11 am #

    ada separuh bulan bertetangga bintang…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: