Maaf, Email Saya di Rumah

14 Dec

Ini tentang aktivitas jadi operator warnet. Dari dulu, pasti kalau saya cerita tentang kerjaan itu selalu saja keluh kesah. Seolah saya begitu terpaksa melakukan pekerjaan itu. Hampir dua tahun saya menjalaninya, sepertinya tidak benar jika saya melakukan kerjaan itu sepenuhnya dengan terpaksa. Ok, hari ini saya tak ingin berkeluh kesah lagi. Karena mood saya lagi baik dan demi mempertahankan mood yang baik itu saya ingin berbagi tawa. Lagi-lagi tentang cerita konyol.

Saya lupa kejadiannya kapan, pokoknya sudah lama. Seorang Bapak setengah baya datang, penampilannya rapi, bersepatu dan baju masuk.

“Mbak, di sini bisa mengirim foto?” tanyanya.

“Bisa, Pak,” jawab saya pendek.

“Tolong kirimkan foto-foto ini ke sini ya Mbak,” katanya sambil menyodorkan beberapa lembar foto dan menunjukkan alamat email dari HP nya. Saya menerima lembaran foto itu dan memasukkannya dalam scanner.

“Silahkan masuk ke email Bapak,” saya memberikan keyboard dan membalikkan monitor ke arahnya. Bapak itu nampak bingung.

“Bapak punya email kan?” tanya saya.

“Iya Mbak, saya punya email tapi email saya di rumah,”

Gubrakkkkk!!!!!!! ???????????????

Andai saja saya tak berhasil menahan tawa, mungkin Bapak tadi merasa malu dan mencari-cari apa yang salah dari ucapannya.

Cerita serupa, Ibu-ibu dengan dandanan menor masuk dan berkata, “Mbak saya mau pake internet, tapi tolong saya dikasih tahu cara makainya, saya ga pernah pakai internet di warnet biasanya saya di rumah,

“Iya Bu, silahkan masuk di nomor 3,” jawab saya. Lalu saya log in kan langsung dari billing dan mengirimkan pesan “Silahkan dipakai Bu,”

Agak lama, Ibu itu keluar. “Mbak, saya itu ga pernah pakai internet di warnet, biasanya saya pakai di rumah, tolong sini,” katanya.

Seraya berjalan, saya berpikir, apa yang berbeda antara internet di sini dengan internet yang di rumah Ibu itu? Barangkali bentuk komputernya berbeda atau shortcut yang ada di dekstop berbeda sehingga Ibu itu bingung. Lalu saya bukakan browser mozilla untuk Ibu itu. “Silahkan Bu,” kata saya.

Mbak saya itu mau browsing, tapi saya ga bisa pake warnet biasanya saya pake di rumah,” katanya lagi. Kali ini saya benar-benar bingung. Apa yang Ibu itu tidak bisa kalau Ibu itu biasa pakai internet di rumah.

?????????

Advertisements

2 Responses to “Maaf, Email Saya di Rumah”

  1. Yari NK December 15, 2009 at 3:33 am #

    Buahahahaha…. sekalian aja:

    “Mbak… saya nggak bisa makai mouse yang ada di warnet, saya bisanya makai mouse yang ada di rumah….!!” 😆

  2. mathematicse December 17, 2009 at 6:16 am #

    Mba, saya ga bisa pake komputer mba…soalnya komputernya beda… 😀 😀 (Bener ya? :D)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: