Tentang Kita

21 Feb

kita

Dulu, masa lalu jadi cerita dan cerita jadi kata. Meski benar bahwa abjad itu terbilang, tapi kata-kata benar-benar tak pernah habis. Apa saja bisa jadi kata dan lewat kata-kata itu aku dan kamu berkenalan. Kata-katamu membawaku masuk ke kedalaman hatimu. Mungkin juga sebaliknya kamu.

Hingga suatu hari, aku dan kamu menemukan satu kosakata yang merubah banyak hal. Kita tak lagi mengenal aku dan kamu, tapi cukup kita. Sejak itu kata-kata berubah warna dan cerita-cerita berubah rasa. Kata itu serupa sihir, menyulap dunia seakan berwarna merah jambu.

Lalu, cerita-cerita yang mengalir semua bermuara pada kata itu. Tak lagi masa lalu yang jadi kata-kata. Tetapi sebaliknya, seolah tak sabar menunggu esok, kita menggambar sendiri masa depan. Melukis mimpi dan terbang bersama angan. Membeli langit menjadi milik kita.

Hari ini, kau memaksaku menyusun kata-kata untukmu. Barangkali kau ingin seperti masa lalu saat dunia kita hanya dunia kata-kata. Bukankah sekarang kita sudah berada di atas dimensi tertinggi, di mana kata tak lagi mampu mengungkapkan maknanya? Kau ingat itu Mas, kata-katamu dulu. Bahwa ***** berada dalam dimensi yang tinggi dan kata-kata jauh di bawahnya. Aku mengingatnya Mas, saat-saat tiba-tiba kau mendadak puitis di musim-musim semi.

Aku tak tahu lagi harus menuliskan kata apa. Yang jelas aku tak akan pernah mau mengecewakanmu. Tapi asal kau tahu saja, tanganku tak mau merangkai kata. Karena setiap kali aku berpikir mencari kata apa yang bisa membuatmu bahagia, hatiku yang akan menjawab. I evol ouy, katamu dulu Mas dengan malu-malu bersama gerimis. Ah, seharusnya dulu aku tak pura-pura bodoh sehingga gerimis tak terasa nyinyir tapi romantis. Dan kita bernyanyi tentang rintik-rintik yang menyenangkan.

Tapi belum saatnya menuliskan tentang kata yang paling indah itu sekarang. Karena ketika itu tertulis, pasti kalimat-kalimat ini harus berhenti. Dan kau mengira cerita ini belum selesai. Bukankah memang cerita kita tak pernah selesai? Mas, rasanya tanganku, juga hatiku, bersama aliran darahku ingin bersenandungtentang cinta. I love you, Mas.

Maybe it’s intuition
But some things you just don’t question
Like in your eyes
I see my future in an instant
And there it goes
I think I’ve found my best friend
I know that it might sound more than a little crazy
But I believe

I knew I loved you before I met you
I think I dreamed you into life
I knew I loved you before I met you
I have been waiting all my life

There’s just no rhyme or reason
Only this sense of completion
And in your eyes
I see the missing pieces
I’m searching for
I think I’ve found my way home

~~Savage Garden, I Knew I loved You Lyric~~

Advertisements

One Response to “Tentang Kita”

  1. mathematicse February 21, 2010 at 10:54 am #

    Makasih ya, *****. I **** y.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: