Mengakrabi Sepi, Berteman Kerinduan

4 Feb

Apa kabar? Saat saya bertanya seperti itu padamu, sungguh itu bukan basa-basi. Bukan jawaban sependek kata baik-baik saja yang saya ingini. Tapi sebenar-benarnya jawaban. Sejelas-jelasnya keadaan. Sedetil-detilnya kejadian yang sedang terjadi di sana. Hingga biarlah nanti saya simpulkan sendiri, apakah benar kabarmu baik-baik saja. Maka jawablah pertanyaanku sekarang, apa kabar Sayang?

Saya sepenuhnya tahu, Kau tak ingin membuat saya khawatir. Dengan bercerita tentang musim dingin yang tak bersahabat di sana. Tentang banyak sekali urusan yang harus kau selesaikan sendiri. Mulai dari urusan makan, yang selama ini kau selalu ingin tak mau tahu bagaimana saya kebingungan memilih seleramu. Urusan keimigrasian yang pastinya membuatmu cape dan mungkin kesal. Sebagaimana saya mengenalmu, kau tak pernah suka berurusan dengan hal-hal administratif. Sampai tugas-tugas yang harus kau selesaikan. Semuanya sendiri, dengan waktu sehari yang terbatas. Saya tahu, dan bisa membayangkan semua itu.

Sehingga saya merasa tak berhak meminta waktumu sesering mungkin, untuk sekedar bertanya kembali, bagaimana dengan kabarku? Saya mulai mengakrabi sepi di sini, berteman dengan kerinduan. Biarlah waktu tidur yang saya miliki tak sempurna. Karena sebentar-sebentar terbangun karena menginginkan waktu luangmu. Menginginkan sapaanmu. Merinduimu.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: