Mimpi yang Sempurna

30 Dec

Wisma Dinkes Ambarawa, 31 Desember 2008. Tiba-tiba saja saya teringat hari itu. Kurang sehari lagi, hari itu akan genap membilang 3 tahun berlalu. Hari itu saya adalah mahasiswa semester 5 dan salah satu karyawan Campusnet –warnet besar di Semarang. Kenapa di Ambarawa? Ceritanya sedang ada acara yang diadakan Campusnet yang bertempat di Ambarawa. Acaranya tentang refleksi akhir tahun dan resolusi tahun baru. Kami disuruh membawa foto-foto tentang orang yang paling berarti dalam hidup kita. Banyak dari kami yang membawa foto-foto keluarga, foto pacar, foto sahabat, dll. Dari foto-foto itu, kami harus menuliskan diskripsi singkat tentang foto itu.

Saat itu saya hanya membawa foto seseorang di depan menara Eiffel. Deskripsinya sangat singkat: Dia sahabat, yang mengenalkan pada saya tentang mimpi, harapan, cita-cita dan cinta. So sweet ya? :D. Dulu saya hanya mengambil foto itu dari blognya. Ijin lewat sms untuk memprint fotonya dan membawanya untuk tugas. Tentu saja dia bertanya-tanya kenapa saya memilih fotonya. Hahay, saat itu cinta masih samar-samar ya sayang :P. Sementara dalam hati saya membatin, kenapa saya memilih fotonya, karena dia termasuk resolusi besar saya di tahun baru yang akan datang, 2009. Saya harus bertemu dengannya, dan memperjelas hubungan kami. 😀

Kembali ke acara refleksi dan resolusi tahun baru 3 tahun lalu. Kami diminta menuliskan resolusi untuk tahun yang akan datang. 1 tahun ke depan, 2 tahun ke depan, 5 tahun ke depan sampai 10 tahun ke depan. Tidak mudah memang merencanakan akan menjadi apa kita di tahun-tahun berikutnya. Kenapa tidak mudah? Bukankah kita cukup menulis rencana? Karena rencana itu tak ada artinya tanpa usaha mewujudkannya. Dan rencana itu tidak realistis tanpa melihat potensi yang kita miliki. Maka saat itu saya menulis Resolusi besar saya untuk:

  1. 1 tahun kedepan: saya akan bertemu dengan seseorang dan memperjelas hubungan kami. 😀 (Ini resolusi paling tak masuk akal :D).
  2. 2 tahun ke Depan: menjadi sarjana yang lulus dengan nilai cum laude dan menjadi wisudawan terbaik. Berkarier untuk bidang yang saya sukai (menjadi guru atau dosen), belajar untuk menerbitkan buku, melanjutkan studi S2.
  3. 5 tahun ke depan: menjadi seorang Istri, Ibu dan wanita karier. Menulis setidaknya 5 buku best seller.
  4. 10 tahun ke depan: saya adalah orang paling bahagia dengan suami dan anak-anak yang saya cintai dan mencintai saya.

Apakah saat itu saya benar-benar realistis dengan harapan-harapan saya? Miris, saya belum begitu yakin. Masa depan bagi saya saat itu masih terlalu buram. Remang-remang. Saat itu yang paling jelas hanyalah 1 hal: saya mahasiswa semester 5 yang ingin lulus di semester 8 dengan nilai terbaik. Belum ada bayangan bisakah saya mewujudkan cita-cita saya, jadi guru atau dosen, menjadi penulis (apalagi best seller?), melanjutkan studi sampai jenjang paling tinggi dan juga saya belum tahu kapan akan menikah. Saya belum bisa memastikan. Saya hanya bisa mengatakan resolusi-resolusi itu mungkin hanya mimpi yang terlalu indah. Terlalu sempurna.

ari-hari berjalan, hingga saya sudah melupakan resolusi yang hanya seperti mimpi itu. Tapi, benar saja, resolusi pertama saya terwujud di 2009. Bertemu dengan seseorang yang ada di depan menara Eiffel itu. Memperjelas hubungan kami (I do love you ya sayang :*).

Di dua tahun setelahnya saya benar-benar menyelesaikan studi saya dengan nilai yang sangat memuaskan. Yang lebih tak terduga, kado terindah sepanjang hidup saya, saya menikah sepuluh hari sebelum wisuda. 2010, tahun bagi kehidupan baru kami. Benar-benar dia —seseorang di depan menara eiffel itu adalah cita-cita saya yang terwujud. Impian yang jadi kenyataan. Terima kasih sayang :*.

Sejak saat itu mimpi saya berganti. Saya hanya ingin menjadi istri yang selalu menyenangkan hati suami, mendampinginya di semua saat yang akan kami lalui, menjadi Ibu bagi anak-anak kami. Mendedikasikan seluruh waktu untuk kebahagian mereka. Tentang karier? Itu nomor sekian dan saya sudah lupa. Tentang studi sampai jenjang paling tinggi, ah, itu mungkin nanti. Bukankah tidak ada studi yang mempelajari tentang bagaimana menjadi Ibu Rumah Tangga yang baik? Sebenar-benarnya belajar menjadi Ibu rumah tangga adalah menjalaninya dengan sebaik mungkin, setuju?

 Tahun ini adalah tahun ketiga dari resolusi konyol saya itu. Sudah lama saya lupa. Sampai tadi pagi, saya dikejutkan dengan telepon yang memberitahukan bahwa buku kami akan dicetak ulang (cetakan pertama Juli 2011). Ini benar-benar kejutan. Benar-benar berita gembira. Angka yang cukup fantastis bagi saya (pemula dalam menulis) untuk bisa menembus cetak ulang dalam waktu 6 bulan. Apakah buku kami laku? 😀

 Kejutan ini mengingatkan saya pada resolusi ketiga saya 2008 lalu. “5 tahun ke depan: menjadi seorang Istri, Ibu dan wanita karier (ini sudah saya delete, saya lebih suka berkarir jadi Ibu rumah tangga) dan menulis setidaknya 5 buku best seller”. Ok, sekarang saya adalah seorang istri dari suami terbaik di seluruh dunia, seorang Ibu dari bidadari cantik di Surga, seorang wanita yang mulai berkarir menjadi guru dan penulis. Tinggal wait and see, 2 tahun lagi apakah saya sudah menulis sedikitnya 5 buku untuk menjadi best seller? Semoga jumlah itu realistis untuk diwujudkan, dan saya bisa menulis lebih banyak. Amiiiin.

 Ini mimpi saya, mimpi yang sempurna. Perlahan-lahan terwujud. Yang buram, kini terang. Terima kasih suamiku sayang, kau adalah cita-cita yang terwujud, membawa saya terbang menjemput impian-impian yang lebih indah.

Saya percaya mimpi, kalian?

#Cerita ini ditulis sebagai refleksi akhir tahun 2011, tahun yang berat bagi kami, ketika kami harus berpisah sementara demi cita-cita yang indah, kehilangan bidadari kami, dan cobaan-cobaan lain. Semoga cukup, tahun ini menjadi tahun terberat dalam kehidupan kami. Ada tahun-tahun cerah menanti kami. Masih banyak mimpi yang ingin kami wujudkan, iyakan sayang?

Advertisements

One Response to “Mimpi yang Sempurna”

  1. miyosi January 11, 2012 at 3:35 pm #

    salam kenal Mbak
    Blog nya keren
    sukses selalu ya
    ^______^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: